
Menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, tetapi juga sangat menyenangkan saat melihat wajah anak anak penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak akan pernah bisa Salsabilla tukar dengan apapun.
"Bunda Omar senang sekali" Omar tersenyum melihat wajah Sabilla dengan gembira sambil terus memegang erat tangan Sabilla seolah mereka tidak ingin terpisahkan satu sama lain.
Sedangkan ke empat anak Sabilla yang lain mereka asik sendiri berbincang bersama Riana yang sudah berjalan terlebih dahulu di depan mereka.
Bahkan sepanjang perjalanan menuju hotel di Pekanbaru ke lima anak Sabilla terus saja berceloteh riang gembira sampai akhirnya mereka tiba di lobby sebuah hotel ternama di Pekanbaru.
Hotel di mana mantan Suami beserta Istrinya berada. Setelah cek in dengan memesan kamar keluarga, Salsabilla, Riana dan kelima anaknya memasuki kamar hotel yang telah disediakan lengkap dengan fasilitas yang diberikan.
"Sayang, udah sore langsung mandi, habis itu istirahat ya!" perintah Sabilla pada semua anak anaknya.
"Umaiza sayang, khusus buat kamu, jangan mandi bareng mereka ya sayang" Sabilla tersenyum sambil duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Kalo Umaiza takut, nanti mandi bareng sama tante Riana aja, oke!" ucap Riana keluar dari kamar mandi, tersenyum dan mengangkat jari jempolnya pada Umaiza.
Rianapun menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di kamar hotel sambil memandang langit langit kamar.
"Ri, kapan kita ketemuan sama investor?" ucap Sabilla menghentikan sejenak aktivitasnya yang sedang membereskan pakaian anak anak.
"Besok, kenapa?" Riana memiringkan tubuhnya untuk melihat Sabilla sambil menyangga kepalanya dengan tangan.
"Bisa gak kamu jadwal ulang malam ini, habis Isya deh. Biar besok aku bisa fokus ke anak anak?" Riana berfikir memikirkan ucapan Salsabilla.
"Ya elah, elo Ri. Makanya gue minta jadwal ulang mereka mau gak kalo dadakan kayak gini? tenang gue ngerti kok ini weekend" Sabilla tersenyum.
Tanpa banyak bertanya lagi Riana sang asisten pun menghubungi pihak investor untuk meminta penjadwalan ulang.
__ADS_1
Sementara itu, Sabilla justru sedang sibuk menyiapkan dan memakaikan baju untuk anak anaknya yang akan dia ajak untuk berjalan jalan sore sejenak di sekitar area hotel yang penuh dengan penghijauan serta tempat bermain yang memadai.
Dikamar lain Verrelpun sedang sibuk menerima telpon dari asistennya yang meminta penjadwalan ulang untuk bertemu dengan perusahaan yang akan mereka ajak kerjasama.
"Alasannya apa mereka minta penjadwalan ulang?" Verrel berdiri menghadap keluar jendela sambil melihat lalu lalang orang yang berada di bawah kamar hotel tempatnya menginap.
"Hanya itu, kapan waktunya dan di mana mereka ingin bertemu?" Verrel berhenti sejenak mendengarkan jawaban suara dari sebrang sana.
"Apa, mereka juga ada di hotel ini?" ucap Verrel terkejut tidak menyangka jika tamu yang mereka tunggu ada di hotel yang sama.
"Baiklah kalo begitu, siapkan semua yang kita butuhkan dan kamu bawa ke sini setelah solat Isya!" ucap Verrel menutup percakapan itu dan tersenyum membalikkan badan melihat Cantika yang masih tertidur lelah di balik selimut setelah melayani kebutuhan seorang Verrel Alexander setelah solat.
Cantika menggeliat kemudian duduk, merapikan selimut yang masih setia membungkus tubuhnya dengan rapat.
__ADS_1
"Kenapa Mas?" Cantika bersandar pada headboard sambil menatap Verrel.
"Asisten Mas telpon. katanya perusahaan yang kami ajak kerja sama minta ketemuan habis solat Isya" Verrel berjalan menghampiri Cantika sambil tersenyum dan duduk di depan Cantika, kemudian menjelaskan alasannya.