
Hendra memelototi Budi, lalu dia menendang kakinya dengan kuat.
Jika Budi tidak membuat keributan kepadanya, bagaimana dia bisa jatuh ke dalam situasi yang canggung seperti sekarang.
Perjanjian itu tentu tidak palsu, jika perusahaan memalsukan stempel, maka itu adalah suatu kejahatan, dan bisa dihukum!
Adapun Sekretaris utama Perusahaan bakti ,
dia bukannya tidak menelepon, tetapi dianya yang tidak menjawab…
Memegang salinan perjanjian di tangannya, saat ini Hendraa merasa malu.
Jika dokumen ini asli, merobeknya bukanlah masalah besar dan tidak akan diakui, tapi ini adalah salinan, tidak ada gunanya untuk merobeknya, dia masih memiliki yang aslinya!
Oleh karena itu, Hendra memaksakan untuk senyum tersanjung.
“Ini, alif , kamu lihat kami...”
Pada saat ini, alif sudah berada di depan mikrofon dan mengetuknya dua kali: “Ayolah, ketua, aku ingin menjadi kakekmu.
__ADS_1
Hendra kebingungan, dia tidak menyangka alif akan blak-blakan seperti itu.
“Aku adalah seorang ketua, berani-beraninya kamu berbicara seperti itu kepadaku?”
Hendra sangat jelas terkejut, dia tidak percaya alif akan melakukan hal yang gila, tapi alif sangat jelas melakukan hal yang lebih gila.
“Ada apa dengan ketua, memangnya ketua ada hak khusus apa, apakah ketua harus dipandang, apakah aku harus menuruti apa kata ketua?”
alif mengatakan ini, meskipun perkataannya sedikit tidak senonoh, tetapi Siska masih terkikik.
Jangankan Siska, bahkan Budi yang ditendang ke samping, merasa senang juga.
Tapi kepikirkan dengan posisinya yang tidak tepat, dengan segera menutup mulutnya lagi, tapi kata-kata itu benar-benar sangat lucu!
“Aku tidak mengatakan apa-apa, siapa yang bisa memberikan kesaksian, siapa yang bisa memberikan kesaksian? Kamu sendiri yang mau mencari tempat magang!”
Pada saat ini, Budi segera berkata: “Benar, aku yang akan memberika saksi, sebelumnya ketua tidak mengatakan apa-apa!”
alif sudah duluan menduga bahwa masalah ini akan diputar balikan ceritanya dan tidak mau mengakuinya, dan juga ada perlakuan yang mendalam dan jelas terhadap orang-orang ini, jadi dia menggunakan slogan orang-orang banten : Walaupun bisa bertarung, tapi jangan membuat kekacauan
__ADS_1
Jadi kemudian, alif langsung bergegas maju ke depan, dan langsung melakukan tangkapan kecil seperti yang diajarkan oleh Hardi, dan meraih lengan kiri Hendra
Ketika tulang lengannya dipelintir, pada saat itu juga Hendra menunjukkan giginya: “Sakit, sakit, sakit, hentikan, lepaskan aku...”
Hendra berteriak seperti itu, membuat Siska merasa tidak nyaman, dan itu adalah pertama kalinya, Siska merasa dirinya seolah-olah mempunyai hubungan dengan seorang pria.
Tapi alif juga tidak memperdulikan ini, dia tahu bahwa orang harus bertanggung jawab dengan apa yang mereka katakan.
Dia begini, jadi dia meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama, jika orang lain tidak melakukannya, dia akan memaksa lawannya untuk melakukannya .
Setelah memelintir lengan Hendra
Alif langsung membawanya ke depan mikrofon.
“Sekarang kamu panggil aku Kakek sebanyak tiga kali, atau aku akan mematahkan lenganmu sekarang...
alif tidak hanya berbicara, tangannya juga semakin kuat memegang tangan Hendra, pada saat itu juga, Hendra sangat kesakitan sehingga dia menunjukkan giginya..
Hendra tidak ingin melakukan ini, kemudian dia segera berteriak memanggil Budi, : “Budi, apa yang kamu lihat, cepat bantu aku! ......???
__ADS_1
Budi tidak menyangka, alif akan berani menghajar ketua perserikatan siswa, dan dia pun tertegun.
Dan sekarang Hendra merintih kesakitan, dan kemudian Budi bergegas maju dengan membuat gerakan mengancam.