Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Sedang Bermasalah


__ADS_3

Sudah beberapa jam berlalu, sejak Rion duduk di sofa ruangan Verrel. Tetapi Naas yang ditunggu belum jua datang menampakkan batang hidungnya.


Ditempat yang berbeda Verrel masih nyaman berbaring di atas tempat tidur.


"Mas bangun!" Cantika keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. "Ini udah siang banget loh, kamu gak kerja?" Cantika kemudian duduk di tepi tempat tidur.


"Yang lagi donk" Bukannya menjawab pertanyaan Cantika, Verrel malah merengek seperti anak kecil setelah Cantika duduk sempurna di samping kepalanya.


"Mas jangan aneh aneh deh, malem, pagi habis Subuh dan ini, sampe kamu belum berangkat kerja. Udah bangun Mas! kerja berikan contoh yang baik untuk semua karyawan kamu Mas" Dengan nada kesal.


"Mentang mentang kamu yang punya, yang pegang kamu bisa seenaknya." Cantika memajukan bibirnya. Sedangkan Verrel membuka mata dan tersenyum menyangga kepalanya dengan tangan yang menekuk.


"Salahin kamu dong sayang, kenapa? selalu bikin aku gemes" Cantika hanya menggelengkan kepalanya.


Beberapa jam kemudian Verrel pun tiba di kantor tempat Ia bekerja dengan wajah sumringah, setelah mengurung Cantika sampai menjelang Dzuhur.


Bagaimana Verrel tidak suka, jika dalam keadaan apapun Cantika tidak pernah menolak kebutuhan biologisnya, meskipun harus di dahului dengan kata kata seolah penolakan.


"Ya ampun akhirnya elo dateng juga" Rion masuk ke dalam ruangan Verrel tanpa permisi.

__ADS_1


"Kenapa gak ketuk pintu dulu?" Ucap Verrel yang sudah duduk tenang di kursi kebesarannya.


"Gue udah ketuk pintu dari pagi" Rion membalas dengan nada kesal "Elu kemana aja sih? padahal ada yang mau gue sampein tentang cabang yang ada di Riau" Tanpa basa basi Rion masih sangat kesal.


"Kenapa? ada masalah apa sama cabang di sana?" Rionpun memberikan kertas laporan pada Verrel.


"Hemm oknum yang nakal, harus diberesin cepat. Udah berapa tahun mereka kek gini?" Tanya Verrel dengan santai tetapi menahan rasa kesal.


"Belum sampe setahun, ngeliat masalah yang terjadi kayaknya bakal lama elu di sana?" Rion berucap dengan santai.


"Apa?" Verrel terkejut mendengar ucapan Rion.


"Apa apanya? elu sendiri yang akan kesana ngeberesin masalah yang terjadi"


"Maksudnya?"


"Ya Kenapa gue yang harus ke Riau, kenapa gak Elu aja Ri?" Verrel tidak terima.


"Apa salahnya elu yang kesana Rel, terkadang ada beberapa masalah yang emang gak bisa diwakilkan" Rion memberikan pemahaman.

__ADS_1


Verrel pun menarik nafasnya panjang, membuka kembali berkas berkas yang diberikan Rion tadi.


"Hemm lumayan pelik juga ya ini, dananya kemana mana?" Verrel geram.


"Makanya gue bilang, harus elu sendiri yang turun tangan. Dateng kesana!" Rion membalas dengan nada kesal.


"Lalu Cantika?" Lirih.


"Ya elu bawa kesana, karena gue juga belum bisa mastiin berapa lama elu di sana, bisa sampe 1-2 tahun" Verrel terdiam memikirkan masalah yang sedang Ia hadapi.


meskipun sudah terbiasa dengan masalah yang datang dan pasti selesai dengan izin Alloh. Verrel tetap harus bergerak dan bertindak, memikirkan langkah langkah yang akan dia ambil.


Apalagi ini berhubungan dengan banyak orang. Ada banyak sekali orang yang menggantungkan kehidupannya di cabang perusahaan Verrel di Riau untuk mencari nafkah. Salah sedikit saja dengan atasan mereka maka merekalah yang akan kena imbasnya.


Dan Verrel pun akan terkena imbasnya, meskipun dirinya bisa saja membuka cabang baru. Tetapi itu bukan solusi yang tepat kali ini.


Membuka cabang baru itu artinya Verrel harus kembali ke titik nol lagi, sementara di Riau perusahaannya sudah sangat bagus dari segi pemasaran, respon masyarakat, antusias masyarakat bahkan penerimaan dari masyarakatpun sudah sangat baik di Riau.


Verrel terdiam, memikirkan bagaimana agar Cantika bisa ikut meskipun harus mengorbankan profesi Cantika sebagai seorang bidan.

__ADS_1


Ah memikirkannya saja Verrel sudah merasa rindu kembali.


Verrel kemudian mengambil ponselnya dan mengetik, "Yang Solat Asar aja dulu, mandinya nanti nungguin aku pulang!" Cantikapun menghela nafasnya panjang, setelah melihat pesan yang Verrel ketik berupa kalimat perintah.


__ADS_2