Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 60 Yang Mulia Presdir


__ADS_3

Alif tadinya mau memberikan Kevin dan Joseph pelajaran dulu, tapi siapa tahu Jessica bisa berdiri dan siap pergi.


Seorang karyawan yang tidak ada salah meninggalkan perusahaan, ini jelas-jelas tidak bisa diterima Alif.


Jadi dia sekali lagi menahan Jessica, "Tenang, ada aku di sini, tidak ada orang yang berani menindas kamu."


Lalu alif melihat ke arah sales wanita yang lain, "Dan juga kalian, hari ini aku Alif To menjamin tidak ada orang yang berani menindas kalian!


"Kamu memangnya siapa, berani berbicara dengan sombong, masih mau melindungi mereka, aku tanya saja, tadi kamu menampar aku, masih ada yang bisa menyelamatkan kamu tidak, ha?!"


"Hari ini aku beritahu dengan jelas, tamparan kamu ini, cukup untuk membuat kamu menyesal selamanya, sialan...."


Joseph masih marah-marah di sana, Kevin yang di samping malah sedang berpikir.


Nama Alif To ini familiar sekali, seperti pernah mendengar di mana.


Di saat dia sedang berpikir, Bella yang berada di sampingnya juga sudah mulai menunjuk dan memarahi alif..


"Kamu hanya setumpuk tinjakan anjing, masih saja berpura-pura menjadi pupuk, kamu seperti ini dikubur di tanah juga hanya mencemarkan tanah!"


"Orang tidak berguna seperti kamu, memang harus masuk ke dalam sampah, dan yang tidak bisa didaur ulang, dihancurkan dengan manusiawi saja!"


Joseph dan Bella terus mengomeli dia, tidak memberi alif kesempatan untuk membalas.


Seperti semakin keras mereka mengomel, dalam hati semakin nyaman.


Dan juga dari ekspresi mereka juga terlihat seperti itu, terlihat sangat puas.


Jessica menarik alif , "Kamu merupakan orang yang baik, cepat pergi, jangan mencampuri masalah ini!"


"Mencampuri? Hari ini masalah ini aku harus mencampuri, perusahaan aku, mengapa tidak boleh?!"


Perkataan alif ini mengagetkan banyak orang, tapi hanya satu orang yang mengerti.


Orang itu adalah Kevin, dia akhirnya ingat dimana dia pernah mendengar nama ini, Presdir yang baru itu bernama Alif to!


Hanya saja saat ini sudah jelas terlambat, karena Gm Cecep yang mendapat informasi terlebih dahulu sudah datang membawa petugas keamanan.


Melihat Gm cecep , Joseph yang pernah kebetulan bertemu sekali langsung maju.


"General Manager, kamu mengapa datang, kamu..."


Tidak memedulikan Joseph , Cecep pun langsung jalan ke hadapan Alif, "Presdir."


Presdir?!

__ADS_1


Sapaan Cecep ini, langsung membuat Joseph terkejut.


Dia hanyalah seorang manajer di departemen penjualan, kalau Perusahaan bakti adalah Dinasti kerajaan, dia hanyalah seorang pejabat kecil, sedangkan Presdir merupakan raja, satu-satunya, keberadaan yang tertinggi!


Sedangkan tadi, dia menunjukkan gaya dia dengan sombong, dan memarahi Presdir!"


Berpikir mengenai ini, Cecep sudah ketakutan sampai kedua kakinya lemas, sudah sampai mau bersujud di lantai.


Sedangkan Kevin yang di samping, saat ini juga ketakutan.


Dia menyombongkan kalau dirinya merupakan wakil direktur perusahaan, tapi sebenarnya hanya wakil direktur dari departemen salah satu cabang.


Orang kecil seperti dia, alif asal menginjak saja sudah bisa mati banyak.


Tapi barusan saja masih mengatai sambil menunjuk dia, juga mengancam kalau dia kedepannya tidak bisa membeli rumah dari Perusahaan Bakti.


Pengancaman ini tidak penting, yang penting adalah dia sebagai orang perusahaan, berani menolak keinginan klien membeli rumah...


Di samping, Bella menyenggol Kevin, "Suami, dia itu Presdir dari perusahaan apa? Apakah jabatan dia setinggi kamu?"


Kevin langsung menamparnya, "Pergi kamu, ini adalah Presdir perusahaan kami!!!"


Lalu menendang Bella yang masih bengong, Kevin buru-buru datang ke hadapan Alif.


Muka orang ini sungguh tebal, tidak menunggu alif berbicara, dia langsung bersujud di lantai, sambil menangis.


"Aku berdosa, aku benar-benar memalukan, tapi tolong kamu lihat dari sisi aku sudah bekerja untuk perusahaan begitu lama, tolong ampuni aku kali ini, aku rela menghukum diri sendiri dengan gaji satu season, aku minta tolong kamu ampuni aku!"


Mendengar permintaan ampun Kevin sampai berkaca-kaca, alif tertawa.


"Kamu seperti ini mau bekerja untuk perusahaan? Aku percaya kalau tidak ada kamu sepertinya perusahaan akan berkembang lebih baik?"


Tidak memberikan Kevin kesempatan lebih untuk berbicara, alif langsung menyuruh Gm cecep : "Pecat, periksa dengan jelas apakah dia ada terima suapan kalau ada langsung dikirim ke kantor polisi, biarkan polisi yang mengurusnya."


Mendengar perkataan ini, Kevin sudah lesu, dia beberapa tahun ini, tidak sedikit melakukannya!


"Presdir, Presdir aku minta tolong, aku tidak akan berani lagi, aku tidak berani lagi Presdir..."


Kevin bersujud di lantai dan terus minta ampun, tapi Gm cecep langsung menyuruh petugas keamanan menarik dia keluar.


Selanjutnya, Alif mendatangi Joseph yang sudah lemas dan bersender di meja.


"Ini tidak butuh kalian, aku sangat menyukai mulut dia, dan juga kedua tangannya yang tadi menunjuk aku."


Kemudian alif melambaikan tangan ke luar Departemen penjualan, lalu Hardi masuk dari luar.

__ADS_1


Joseph bahkan belum sempat minta ampun, mulutnya baru saja buka sudah terkena tinjuan dari Hardi .


Terlihat dengan jelas kalau giginya jatuh satu persatu, kemudian Joseph ditarik keluar oleh Hardi seperti seekor anjing mati.


Dalam toko yang harus diurus sekarang hanya tersisa Bella .


Saat ini, tatapan Bella yang melihat ke arah alif sudah penuh dengan ketakutan.


Kalau dari awal mengetahui dia adalah Presdir, dipukul mati pun aku tidak akan berani seperti itu! : kata bela dalam hati.


Kali ini sudah habis, Kevin yang menghidupi dia sudah menderita karenanya, Joseph yang menjilat Kevin juga sudah ditarik keluar.


Dia sungguh tidak berani membayangkan, dirinya sendiri akan berakibat seperti apa.


"Pres, Presdir, aku, aku, aku salah..."


Bella tidak tahu bagaimana menyapa alif, jadi dia ikut cara yang lain memanggilnya.


Tapi alif tidak ingin menghiraukan dia, langsung melambaikan tangan ke petugas keamanan, "Tarik ke mobil Hardi, Hardi tahu bagaimana cara mengurusnya."


Beberapa waktu lalu ada Cila yang langsung dikirim ke desa pegunungan untuk melayani para pria lajang tua.


Mungkin sekarang Cila sudah cukup menyebarkan kasih sayang, menyuruh Bella untuk menggantikannya saja.


"Tolong ampuni aku, aku tidak berani, aku tidak akan berani lagi..."


Suara permohonannya semakin jauh, sampai di mobil Hardi suaranya hilang sepenuhnya.


Selanjutnya, alif mencari Jessica , "Karena perilaku kamu tadi yang baik, serta penindasan yang kamu terima, mulai sekarang, kamu adalah Manajer marketing toko ini."


Jessica masih di dalam kekagetan mengenai alifto adalah Presdir, tidak menyangka bisa ada kabar yang begitu baik.


Dia menutup mulut, takut dirinya mengeluarkan suara kaget, tapi matanya yang berkaca-kaca itu bagaimana pun tidak bisa ditahan.


"Presdir..."


Jessica karena terlalu gembira sudah tidak tahu harus mengatakan apa, alif menepuk pundaknya untuk menyemangati dia, kemudian melihat sales yang lain, "Kalian kedepannya juga berusaha dalam kerja, kalau ada pemimpin yang melanggar peraturan dan menindas kalian, pergi ke perusahaan pusat untuk mencari aku!"


Setelah mengatakan ini, semua sales wanita di sana bertepuk tangan dengan keras, dan berteriak "Presdir Mulia"


Mereka sangat senang, mengikut Presdir seperti itu, baru ada masa depan yang cerah!


Sejak meninggalkan departemen penjualan, alif menyuruh Cecep mengurus masalah rumah, dan siap pergi.


Tapi tepat di saat ini, dia malah menerima telepon dari guru konselor cantik, Widia.

__ADS_1


"Kamu sebenarnya menyinggung ayah aku apa, mengapa dia mau mencari kamu lagi ?!


__ADS_2