Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Bab 59 Tunggu, Ada saatnya Kamu menangis


__ADS_3

Bella mengeluarkan ponselnya, dan menelepon lagi.


"Sayang, kamu sudah sampai dimana, di sini ada orang yang mengganggu aku, mereka mau menjual rumah yang aku tertarik....."


"Hm, iya, kamu cepat datang, memukul wajah orang-orang ini dengan keras, dan juga orang miskin itu, kita tidak usah menjual rumah ke dia!"


Setelah mematikan telepon, Bella dengan bangga melihat sekelompok sales wanita itu.


"Kalian semua, sekarang lebih baik bersujud di hadapanku, dan menampar diri sendiri, kalau tidak nanti saat pacarku datang, kalian semua akan dipecat, bahkan gaji saja tidak akan diberikan, lihat saja nanti kalian akan menggila atau tidak!"


Sebenarnya dari tadi tidak ada yang menggila, dari awal hanya Bella sendiri.


Para sales wanita hanya bekerja sesuai peraturan, tidak ada uang muka tentu tidak disisakan rumahnya, di seluruh dunia semuanya seperti itu.


Tapi Bella tidak peduli, dia merasa dirinya ada dukungan besar, merasa dirinya berada di tingkat yang lebih tinggi dibanding orang, dan tidak masuk akal.


Kemudian, dia menunjuk alif dengan jari yang kukunya di cat dengan warna pink.


"Dan juga kamu, lebih baik cepat datang ke sini bersujud dan minta maaf, kalau tidak selamanya kamu tidak usah berharap untuk membeli rumah Perusahaan Bakti, pacarku hanya butuh satu kalimat, nanti baik kamu minta tolong kakek atau nenekmu juga sudah tidak berguna!"


Begitu hebat, lumayan menakutkan juga.


Kalau begitu Alif harus coba bertanya, "Kekasih kamu siapa, begitu hebat?"


"Cih, kalau disebut nanti kamu kaget, jadi demi kebaikan kamu, aku lebih baik tidak memberi tahu kamu, kamu cepat datang dan bersujud!"


Bella semakin sombong, wajahnya terlihat sangat bangga, seperti setelah makan 3 bungkus obat tikus dan masih belum mati keracunan, sungguh hebat!


alif tidak mau memedulikan orang ini, tadinya dia masih berpikir bagaimanapun juga rumah perusahaan, dijual ke siapapun sama saja.


Kalau klien suka ya mengalah untuk klien dulu, dia tinggal sendirian, dimana pun sama.


Tapi saat melihat sikap Bella, dan juga latar belakang dukungannya, membuat alif penasaran.


Dia harus melihat, sebenarnya orang hebat yang seperti apa, bisa sehebat itu sampai Bella bersikap seperti itu.


Di tengah kesombongan Bella, pacar dia akhirnya datang.


Ada sebuah mobil audi a7 berhenti di depan pintu, detik selanjutnya Bella langsung lari keluar dengan wajah yang terlihat kasihan.

__ADS_1


"Suamiku, mereka sungguh keterlaluan, mereka bergabung untuk menindas aku, aku sudah bilang kamu kekasih aku, mereka masih menertawakan kamu, bahkan bilang kamu tidak ada apa-apanya, sama sekali tidak peduli..."


Setelah berbagai fitnahan yang dikarangnya, kekasih Bella masuk.


Pria ini adalah pria gemuk paruh baya yang berumur sekitar 40an tahun, rambutnya sudah berkurang sebagian, tapi kepala besar perut bulat, memang seperti seorang pemimpin. Hanya saja... Alif benar-benar tidak mengenal orang ini.


Lalu pria gemuk paruh baya ini masuk ke dalam Departemen penjualan, dan langsung menendang meja informasi di sana.


Memang sudah terbuat dari papan PVC, mana bisa menahan tendangan si gemuk itu, jadi meja itu langsung roboh.


Kemudian, si gemuk itu memegang pinggangnya, dan marah-marah.


"Manajer departemen marketing kalian yang bernama Joseph dimana, suruh dia keluar!"


Para sales wanita mendengar itu, sepertinya benar dia seorang pemimpin, jadi buru-buru telepon ke manajer mereka Joseph , dan menyuruhnya keluar.


Joseph setelah keluar dari kantor di belakang, melihat pria gemuk paruh baya ini pun terkejut, dia segera tersenyum.


"Wakil Direktur kevin, kamu mengapa datang, cepat duduk cepat duduk..."


"Duduk apanya, aku Kevin selalu memikirkan perusahaan, pacarku ingin membeli rumah, maka aku kenalkan departemen penjualan kami, suruh dia datang lihat, setelah itu membelinya. Tapi kamu si kurang ajar ini, malah langsung menjual rumah pacarku!"


"Aduh, mengapa berkata seperti itu Wakil Direktur , kita duduk dan bicarakan baik-baik, aku pasti akan memberikan kamu penjelasan yang baik....."


Di saat Joseph sedang menjelaskan ke Kevin, alif mengirim pesan ke Gm cecep, menanyakan siapa itu Kevin.


Tidak lama kemudian, Gm Cecep mengirimkan data, Kevin merupakan wakil direktur dari Departemen konstruksi bangunan salah satu cabang perusahaan.


alif menghitung dengan jarinya, Wakil Direktur kevin ini lebih rendah dari dirinya tiga atau empat tingkat? Pokoknya tidak berhubungan, pantas saja tidak pernah bertemu.


Dia sudah mencari tahu dengan jelas, manajer Joseph juga sudah mengerti masalahnya.


Dia lalu menunjuk beberapa sales wanita itu, Joseph langsung memarahi mereka.


"Kalian semua sudah buta ya? Nona Bella ini siapa, dia itu pacar dari wakil direktur di perushaan kami, Wakil Direktur di tengah kesibukannya masih memikirkan penjualan rumah dari perusahaan, ini adalah perilaku yang begitu mulia!"


"Perilaku seperti ini, sungguh mengharukan, memang merupakan contoh yang harus kita pelajari!"


"Tapi kalian, malah menyia-nyiakan niat Wakil Direktur ini, dan kalian malah tidak sopan dengan klien yang datang, sungguh keterlaluan!"

__ADS_1


Di saat Joseph sedang memarahi merkea, salah satu sales merasa difitnah, dia pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Manajer, tidak ada uang muka, kami tentu tidak boleh menyisakan rumah, yang aku lakukan kan tidak salah..."


"Apa-apaan, kamu tidak salah, berarti aku yang salah? Atau Wakil Direktur kevin yang salah?!"


"Jessica , aku lihat dari awal kamu sudah tidak berniat untuk bekerja, setiap hari ada saja masalah, kamu keluar saja, departemen penjualan ini tidak butuh sales seperti kamu, cepat keluar, jangan pernah datang lagi!"


Joseph ini, benar-benar tidak masuk akal, memecat Jessica dengan begitu saja.


Sedangkan bagai wakil direktur dari departemen dari salah satu kantor di bawah naungan perusahaan, Kevin malah terlihat sangat puas dan sombong.


Ini membuat alif sangat tidak puas, aku memberikan kalian gaji, dan ini cara kalian bekerja?


Kalian diterima kerja untuk menghasilkan keuntungan untuk perusahaan, bukan untuk membiarkan kalian menjadi bos yang sombong di perusahaan!


Lalu selanjutnya, alif segera berdiri, menarik Jessica yang menangis karena kesal yang siap meninggalkan tempat itu.


"Duduk di sofa, aku lihat hari ini siapa yang bisa memecat kamu!"


alif baru saja selesai bicara di sini, di sana Kevin sudah mencari alif karena Bella .


"Pemuda, kamu tahu tidak aku siapa? Aku adalah wakil direktur dari Perusahaan Bakti, kamu tidak mengalah sebuah rumah untuk pacarku ya sudah, sekarang masih berani melawan, kamu sudah tidak mau beli rumah di Perushaan Bakti , hmm?!"


Sebagai anjing yang menjilat Kevin, Joseph juga datang, dan memarahi alif.


"Dasar, kamu ini apa, membeli rumah tidak melihat siapa yang datang duluan, masih memotong antrian!"


Perkataan ini, sangat kasar, benar-benar membuat alif meledak.


Dengan manajer marketing seperti itu, dia jual rumah apa, kalau pun yang datang dewa kekayaan juga bisa diomeli sampai pergi!


Jadi setelah itu, alif menampar Joseph dengan keras.


Tamparan itu membuat Joseph bahkan sudah tidak berdiri tegak, dia langsung merasa setengah bagian wajah itu bukan miliknya.


Kemudian, alif menunjuk ke arah Joseph dan Kevin .


"Kalian dua orang brengsek ini, tunggu saja, akan ada saatnya kalian menangis!"

__ADS_1


__ADS_2