Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
bab 42 senjata makan sendiri


__ADS_3

Setelah Johan mengangkat papan harga, wakil direktur langsung berbisik kepada dia: “Kakak Johan, harganya benar-benar melewati batas!”


Johan melihat wakil direktur dan berkata: “Apa yang kamu tahu!”


Setelah itu dia sekali lagi berkata: “Bukankah dia sudah mempermainkan aku? Sekarang aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membalasnya.”


“Tadi dia hanya menghabiskan 500 juta untuk mendapatkan tanah tersebut. Sebentar lagi aku akan merasa puas. Selagi anak muda itu masih semangat, aku akan menggali lubang untuk dia, jika dia menaikkan harga lagi, walaupun hanya menambah sedikit, aku akan langsung menyerah, biar dia yang tanggung akibatnya!”


“Rebutlah tanah ini, setelah semua proses pengembangan mungkin akan menghabiskan ratusan juta, aku akan lihat apakah ridawan to si tua itu bisa mati menanggung semua ini?”


Wakil direktur mengerti perkataan Johan dan segera memuji dia dengan kata “Kakak Johan memang hebat”.


Johan hanya tertawa, dia melihat si alif dengan tatapan yang menghina.


“Presdir To , aku tidak akan takut tantangan dari kamu, aku memiliki banyak uang.”


“Lagipula sikap aku begitu jelas, aku hanya membiarkan kamu memiliki tanah sengketa itu, selain itu, aku tidak akan mengalah!”


Perkataan Johan begitu menghina dan membuat alif semakin kesal.


Selanjutnya, alif kembali mengangkat papan harga dengan begitu tinggi.


Sewaktu papan harga berada di posisi atas, Johan mulai merasa senang karena dia tahu setiap anak muda tidak akan bisa menahan suatu kondisi yang membuat hatinya panas, si alif ini pasti terpancing.


Johan sudah membuat rencana jahat. Sewaktu alif sekali lagi mengangkat papan harga dan mengajukan harga yang lebih tinggi, dia harus menertawakan si alif ini ...


Apa-apaan ini, Johan masih belum menyerah, alif merasa kesal dan akan membiarkan dia sekali lagi terjatuh dalam perangkap!


Sewaktu hati Johan merasa senang dan semua orang juga menunggu dengan penasaran. Saat itu alif mengangkat papan harga dengan sangat tinggi dan berkata: “Aku menyerah, aku tidak berharap dengan tanah ini lagi.”


Awalnya Auctioneer merasa senang karena melihat alif mengangkat papan harga, karena dia merasa alifto pasti akan menjadi pemilik tanah tersebut.


Tetapi tidak terpikir, alif ini malah menyatakan mundur.


Auctioneer terbengong, dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan menjelaskan: “Kalau sudah menyerah, maka kamu tidak perlu mengangkat papan harga.”


alif baru mengerti: “Ternyata begitu ya, aku tidak tahu, aku pertama kali menghadiri acara lelang seperti ini, masih belum terlalu mengerti aturan...”


“Apanya yang tidak mengerti, kamu sengaja mempermainkan aku dan ingin membuat aku marah!!!”


alif belum selesai berbicara, Johan yang berada di samping sudah mulai berteriak padanya.


Awalnya dia ingin mempermainkan alif, siapa yang tahu alif lepas tangan begitu saja.

__ADS_1


Awalnya Johan hanya mengajukan harga sebesar 2 miliar rupiah, setelah itu dia masih ingin menaikkan harga dan berniat menjebak si alif. Siapa yang bisa menebak alif berhasil mempermainkan balik si Johan. Sekarang Johan harus bertanggung jawab untuk membeli tanah tersebut dengan harga 2 miliar, yang seharusnya hanya bernilai satu kurang dari 1 miliar, apakah itu tidak bodoh?


Melihat alif dan gm cecep yang sedang tertawa di samping, Johan akhirnya mengerti satu hal.


Dia sendiri sudah terjebak, gm cecep yang berumur 50 tahunan sedang bersandiwara dengan si alif. Mereka berhasil membuat ku emosi dan membiarkan dia salah membuat rencana. Ketika Johan masuk dalam perangkap, mereka akan langsung membanting harga.


Hasilnya memang sesuai dengan perencanaan alif !


Setelah mengerti permasalahan, Johan semakin marah, tatapan dia sudah berapi-api.


“Hei, alifTo, mengapa menjebak aku?!”


“Johan, apa maksud perkataan kamu, aku berbaik hati dan mengalah, kenapa kamu malah menuduh aku?”


“Persaingan dalam acara lelang seperti ini memang disesuaikan dengan kemampuan dan aku tidak sehebat dirimu. Kamu yang telah mendapatkan tanah yang begitu berharga, tentu saja aku harus mengucapkan selamat padamu!”


alif mengucapkan selamat kepada Johan dengan tatapan menyindir dan sama sekali tidak tulus.


Semua orang yang berada di sekeliling mereka mulai mengerti. dia membuat dua perangkap, dan mencelakai Johan dua kali.


Yang lain akhirnya mengaku hebat dengan Presdir muda ini dan tidak boleh menganggap remeh dirinya. aifto sanggup merencanakan segalanya, apa yang direncanakan seperti pemikiran orang yang memang sudah berpengalaman puluhan tahun lamanya, dia juga tidak mengangkat papan harga sesuai peraturan, kalau dia ceroboh, mungkin saja dia akan terjatuh ke dalam lubang yang dia gali sendiri.


Johan berdiri, dia menunjuk alif dengan emosi. Saat ini dia tidak bisa mengatakan apapun, tubuhnya terlihat gemetar.


Johan begitu kesal, lebih baik jual kembali dengan sedikit kerugian dari pada harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan tanah tersebut.


Uang jaminan 1,6 miliar hilang begitu saja, tanpa pengembalian sedikitpun.


Jordan Cao harus secepatnya membuat keputusan. Antara mengeluarkan 2 miliar untuk mendapatkan tanah tersebut atau menjual kembali dengan kerugian 1 miliar ..


Wakil direktur yang berada di samping mengatakan: “Kakak Johan, relakan saja. Kita juga tidak akan sanggup mengeluarkan uang sebanyak ini walaupun dengan menjual proyek. Pendam sakit hati ini dan jual saja. Kalau tidak kerugian kita akan semakin besar.”


Johan tentu saja mengerti, Tetapi dia tidak bisa menerima semua sindiran dari si bereng sok alif ini.


Permainan ini terlalu mengesalkan, dia ingin menjebak orang lain, malah diri sendiri yang terjebak...


Terakhir, Johan memaksakan diri sendiri untuk menerima semuanya dan mengatakan jual kembali.


“Ambil saja 1,6 miliar uang jaminan itu, tetapi kamu juga jangan berharap akan mendapatkan tanah selebihnya!”


Perkataan Johan sangat serius karena dia sudah sangat emosi.


Jika bukan karena masih berada kondisi formal seperti ini, dia mungkin saja akan langsung membunuh alif..

__ADS_1


Johan terjebak dua kali, dia benar-benar sakit hati!


Johan rela menanggung kerugian dengan menjual kembali. Kalau begitu, tanah kedua yang ditawarkan bisa dikatakan tidak terjual.


Oleh karena itu, Auctioneer langsung kembali melelangkan tanah berikutnya.


Yang tersisa hanyalah tanah biasa. alif sama sekali tidak tertarik karena tanah-tanah tersebut tidak berada dalam perencanaan perusahaan bakti..


Setelah setengah jam berlalu, akhirnya pelelangan tanah yang ketiga dimulai.


Auctioneer yang berada di atas panggung mulai memperkenalkan tanah tersebut: “Tanah ini, baiklah...”


Auctioneer memperkenalkan berbagai keuntungan dari letak geografis tanah tersebut. Johan yang berada di samping melihat alif dengan kejam. Bagaimanapun juga, dia harus mendapatkan tanah ini, tidak akan membiarkan alif mendapatkannya!


Sewaktu Johan bertekad harus mendapatkan tanah itu, Auctioneer akhirnya mengumumkan.


“Harga awal adalah 200 miliar Rupiah, ketentuan setiap penambahan harga adalah 500 juta Rupiah. Lelang dimulai dari sekarang!”


Setelah perkataan Auctioneer, Johan langsung mengangkat papan harga dan berteriak: 3 miliar Rupiah ”


Johan cukup percaya diri, dia begitu yakin bisa mendapatkan tanah tersebut.


Selanjutnya, alif langsung berkata: “Keluar kamu!”


Johan dan semuanya terbengong karena tidak mengerti maksud perkataan alif.


Pengajuan Harga dari pelelangan termasuk wajar, tetapi kenapa alif tiba-tiba mengatakan hal seperti ini.


Johan merasa tidak senang dengan perkataan alif, dia langsung melihat si alif dengan tatapan yang bengis: “Dasar bocah, apa maksud kamu? Kamu harus berikan penjelasan yang masuk akal sekarang juga!”


“Apa yang harus aku jelaskan! Baiklah, setelah aku jelaskan kamu tetap harus keluar dari sini!”


alif langsung bertanya kepada Johan: “Bahkan uang jaminan pelelangan saja kamu tidak ada, buat kamu mengangkat papan harga?”


Perkataan ini, membuat Johan semakin emosi dan tidak mengatakan apapun.


Wakil direktur yang berada di samping mengatakan: “Kami bisa memberikan segera memberikan 1 miliar sebagai uang jaminan.”


alif mengangkat tangan dan menunjuk pintu depan...


“Kamu juga keluar, batas pemberian uang jaminan adalah 5 hari sebelum pelelangan, kalau kamu berikan sekarang, buat apa peraturan dibuat?”


Johan langsung terbengong

__ADS_1


__ADS_2