Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
bab 49 Membuat rencana


__ADS_3

Alif telah bersiap-siap. Dia menyerahkan urusan bisnis kepada Gm Cecep dan menyuruh Hardi membantu masalah pribadi.


Saat ini, Hardi sedang berada dalam mobil boks modifikasi yang berada di luar restoran.


Di dalam mobil tersebut ada begitu banyak komputer, juga ada 8 hacker. Saat ini mereka sedang menyelidiki sesuatu.


Mereka melihat sebuah rekaman acara yang diadakan di restoran tersebut.


Delapan hacker itu mempunyai tugas tersendiri. Ada yang mengontrol WIFI, ada yang mengecek data ponsel dan ada juga yang langsung melihat CCTV...


Semuanya berjalan dengan sangat lancar dan tidak ada masalah.


Sambil memantau CCTV restoran, Hardi mengeluarkan ponsel dan menelepon Alif .


“Tuan Muda, semuanya berjalan sesuai rencana. Johan dan Alin sudah mulai tidak akur. Sebelumnya kamu menyuruh aku mengutus seseorang untuk menggoda Alin , dia sudah melakukan sesuai perintah dari kita. Saat ini Johan hanya bisa memendam amarah.”


Alif hanya mendengar dan langsung mematikan panggilan telepon.


Johan mencoba menahan emosi. Tetapi sekarang ini, Johan tidak akan membuat keputusan untuk bercerai dengan Alin, dia hanya bisa menerima kenyataan istrinya yang sudah mengkhianati dirinya.


Lagipula ayah dari Alin juga masih hidup. Johan masih menjaga hubungan baik dengan ayah mertua. Jika ada masalah, dia berharap ayah mertua bisa langsung membantu dia.


Seandainya Johan dan Alin sudah bercerai, maka hubungan kekeluargaan akan berakhir, dan yang bisa dia diandalkan akan semakin berkurang.


Alif tentu saja berharap Alin akan segera mengakhiri hubungan dengan Johan. Jika hubungan mereka berakhir, maka Alif lebih gampang mencari celah untuk menghadapi Johan.


Tetapi dia sama sekali tidak percaya. Walaupun Johan adalah orang yang emosional, tetapi dia masih bisa mengontrol dirinya.


Kenyataan memang begitu. Malam itu juga, Johan langsung meminta maaf kepada Alin di hadapan semua orang.


Walaupun Johan hampir tidak bisa menahan amarah, tetapi dia tetap berusaha mengontrol hatinya dan meminta maaf.


Karena Johan tidak ingin kehilangan sandaran, oleh karena itu dia harus tetap memperjuangkan Alin ....


Setelah acara, Johan langsung kembali ke rumah. Sekretarisnya sedang mempersiapkan diri untuk melayani dia!


Sewaktu sekretaris ingin mendekati dia, Johan langsung mengambil vas bunga klasik yang berada di atas meja dan melempar dia dari bagian kepala!


Tindakan selanjutnya terlihat lebih kejam. Dia mengambil pecahan kaca dan menusuk leher sekretaris tersebut.


Joham melihat wanita itu memegang lehernya yang penuh dengan darah, mulai merasa lemas dan langsung mati begitu saja. Johan langsung membuang pecahan kaca tersebut.


Setelah itu, dia menghidupkan sebatang rokok sambil memerintahkan kepada bawahan untuk mengurus mayat wanita yang tergeletak di lantai.


“Bawalah dia ke kawasan proyek pembangunan, bukankah sekarang masih dalam tahap penyemenan, lemparkan mayatnya ke dalam, aku menjamin malaikat juga tidak akan menemukan dirinya!”

__ADS_1


Setelah memerintah kepada bawahan dengan bengis, Johan kembali duduk di kursi. Dia sempat terdiam sebentar sambil memikirkan sesuatu dan sekali lagi memerintah anggota yang lain.


“Hubungi satu orang dan suruh dia segera temukan Alif , atur sebuah kecelakaan untuk menghabisi nyawanya. Ingat! Lakukan dengan waspada, jangan sampai ada kecerobohan, aku tidak mau terlihat...”


Di saat Johan masih berbicara, ada seorang pemuda yang bersembunyi di atas pohon telah merekam semua kejadian. Setelah menyimpan semua rekaman, orang itu diam-diam turun dari pohon tanpa ketahuan siapapun dan langsung beranjak dari sana.


Sewaktu sampai di tempat yang lebih aman, pemuda tersebut langsung menelepon Alif : “Presdir, semua kejadian memang sesuai prediksi kamu, Johan mengira sekretarisnya yang membocorkan rekaman tersebut. Dia telah membunuh wanita itu dan aku telah merekam semuanya.”


Alif sedang duduk di sofa kantor, dia hanya memerintahkan si pemuda untuk membawa rekaman dan langsung mematikan panggilan telepon.


Setelah Gm cecep melihat semua rekaman, dia langsung mengacungkan jempol kepada Alif.


“Presdir, kamu telah membuat rencana berantai yang cukup hebat!”


“Awalnya aku mengira tiga kali perangkap di acara lelang itu sudah termasuk akhir, tidak terpikir kamu membuat dua perangkap lagi untuk dirinya.”


“Tadi sore, aku menggunakan kejadian untuk memancing amarahnya. Malam ini, aku membuat Johan benar-benar merasa malu saat berada di acara dan terakhir aku menjebak dia membunuh seseorang sebagai pelampiasan emosi. Orang yang aku utus telah merekam semua kejadian sebagai barang bukti.”


“Kali ini Johan benar-benar tidak bisa terhindar dari maut. Jika kita menyerahkan rekaman ini kepada pihak kepolisian, maka Johan pasti celaka dan siapapun tidak akan bisa membantu dia!”


Memang sebuah kenyataan dan gm cecep telah menebak segalanya, semuanya berjalan sesuai perencanaan Alif.


Pemikiran Alif cukup sederhana, Johan adalah preman yang sangat kejam, benar-benar merepotkan jika dibiarkan hidup.


Dari pada menambah kerepotan, lebih baik jatuhkan dia ke jurang dan biarkan dia mati di sana.


Alif menggenggam flashdisk yang berisi rekaman kejadian dengan erat. Saat ini, ada sesuatu yang dia rencanakan. Alif menelepon Hardi dan menyuruhnya mengantarkan rekaman tersebut.


Alif mematikan panggilan telepon dan cecep berkata: “Presdir, aku ada kenalan di pihak kepolisian, kalau meminta bantuan pada temanku, aku merasa masalah akan terselesaikan lebih cepat...”


Tetapi Alif menolak tawaran dari Gm cecep .


“Demi berjaga-jaga saja! Siapa saja yang mengantar flashdisk ini sebenarnya sama saja, asal benar-benar bisa menyelesaikan masalah, lagi pula Johan sudah tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.”


“Tetapi bagaimana kalau terjadi sesuatu hal di luar kendali kita dan dia mengetahui kamu yang menyerahkan barang bukti ini, aku yakin dia pasti tidak akan melepaskan kamu.”


“Aku sudah terlanjur melibatkan diri, biarkan aku yang menyelesaikan semuanya, aku tidak akan membiarkan kamu terkena masalah.”


gm cecep tidak bisa membalas perkataan alif..


Sejauh ini, alif bukanlah orang yang terlalu memikirkan perasaan orang lain, tetapi perkataan alif saat ini benar-benar membuat Cecep terharu.


Walaupun Presdir begitu muda, tetapi cara dia dalam menangani masalah memang bisa diakui, dia bisa membuat pertimbangan dari berbagai pihak.


alif sangat melindungi cecep, hal ini bukan hanya membuat dia merasa terharu tetapi ada sedikit serba salah.

__ADS_1


Jika dibahas masalah umur, sebenarnya cecep yang harus melindungi Alif , Tetapi saat ini malah terbalik, dia tidak berdaya dan hanya bisa membiarkan Alif yang menanggung segala resiko.


“Presdir...”


gm cecep ingin berkata sesuatu tetapi dia tidak sanggup mengutarakan isi hatinya, dia menangis.


“Sudahlah! Kamu sudah berumur. Jangan begitu cengeng, tidak bagus kalau dilihat orang.”


alif terus menghibur cecep dan akhirnya bisa menenangkan dia.


“Presdir, aku akan setia padamu sampai akhir hayatku. Aku akan melakukan semua perintahmu dan tidak ada penolakan.”


Sejauh ini, Cecep bekerja hanya demi meraih masa depan yang lebih baik.


Tetapi sekarang ada sedikit perubahan, dia bertekad untuk mengabdi pada alif dengan tulus.


Dengan satu perkataan...


Raja telah melindungi rakyatnya, dan yang sebagai rakyat biasa tentu saja harus selalu setia dan terus berjuang untuk negara!


Setelah meninggalkan kantor, alif langsung kembali ke rumah sewaan.


Sampai di depan rumah, dia melihat pemilik rumah yang sedang mabuk karena terlalu banyak minum bir.


Pemilik rumah jongkok di depan rumah tersebut. alif mengerutkan dahi dan segera bertanya: “Bukankah aku sudah memberikan biaya sewa rumah pada kamu?”


Pemilik rumah merasa tidak enak hati dan berkata: “Aku ke sini bukan karena masalah biaya sewa. Sekarang adik ipar berada di rumahku, karena bermasalah dengan keluarga, makanya dia datang untuk mencari istriku. Istriku ingin aku mengambil kembali rumah ini, dia menyuruh adiknya untuk tinggal di sini.”


alif mengerti maksud pemilik rumah yaitu ingin dia segera pindah dari sini.


Ya sudah! Di sini sangat jauh dari perusahaan, jarak dari sekolah juga tidak dekat. Sebenarnya dari awal alif juga ingin pindah.


alif langsung menyetujui dan akan pindah dalam tiga hari.


Pemilik rumah merasa bersalah: “Bagaimana dengan biaya sewa yang sudah kamu berikan?”


“Tidak perlu kembalikan!”


Perkataan ini membuat hati pemilik rumah merasa lega karena dia bisa memakai uang tersebut untuk membeli bir.


Akhirnya alif bisa beristirahat setelah pemilik rumah beranjak dari sana. Setelah dipikirkan kembali, sudah saatnya mencarikan sebuah rumah untuk diri sendiri...


Keesokan harinya, alif pulang kampus dan berencana mencari rumah yang lebih sesuai.


Sewaktu berjalan ke arah gerbang, dia langsung dihalangi oleh Widia.

__ADS_1


“Alif , kenapa kamu mencari masalah dengan ayahku?!”


__ADS_2