Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
bab 41 perebutan tanah dalam acara pelelangan


__ADS_3

Pengajuan harga dari alif membuat semua orang memperhatikan dia.


Auctioneer (Orang dari pelelangan) langsung menganggap alif sebagai penolong, tetapi Johan dan semua orang yang berada di sana malah menilai dia adalah orang bodoh.


gm cecep juga terbengong dan merasa panik dengan perkataan alif .


“Presdir, berita tentang tanah tersebut sudah tersebar, tanah itu...”


Sebelum Gm cecep selesai berbicara, alif langsung menyenggol dia dengan sedikit kesal.


“Sekarang ini, aku atau kamu yang menjabat sebagai Presdir? Kalau aku adalah Presdir, maka akulah yang berhak, kamu diam saja!”


Perkataan alif sangat tidak menghargai gm cecep dan membuatnya merasa malu di hadapan semua orang.


Semua orang menggelengkan kepala dan tidak memedulikan alif..


Mereka melihat alif dengan tatapan menghina.


Seperti yang dikatakan Johan : “Siapa yang mendapatkan tanah ini, dia adalah orang bodoh.”


alif tertawa dengan bangga: “Apakah semua orang sama bodohnya dengan kamu? Aku sudah pertimbangkan, aku akan memindahkan Disneyland ke sini dan membangun sebuah playground yang sangat besar di tempat ini. Mungkin setiap tahun akan menghasilkan uang sekitar miliar Rupiah !”


Saat ini, alif begitu bangga, tetapi Johan malah menghina dan meremehkan rencananya.


“Ternyata Presdir to bisa mendapatkan penghasilan 1 M setiap tahun, sangat hebat!”


“Itu sama sekali tidak cukup untuk kami, yang aku inginkan adalah ratusan miliar . Kalau tidak, aku tidak akan sanggup menghidupi begitu banyak bawahan. Kami tidak seberuntung Presdir to, kamu hanya bisa mengandalkan kakek yang begitu kaya raya!”


alif masih ingin berdebat dengan Johan, tetapi saat ini Auctioneer sudah mengetuk palu.


Tiga kali penyebutan harga, jika tidak ada pengajuan untuk penambahan harga tanah, maka tanah tersebut sah menjadi milik tuan alif.


Setelah Auctioneer mengetuk palu, gm cecep yang awalnya merasa kesal, sekarang malah terlihat begitu senang.


“Presdir, kamu benar-benar luar biasa, hanya dengan sekitar 500 juta Rupiah sudah bisa mendapatkan tanah yang seharusnya berharga sekitar 5 miliar Rupiah), sungguh hebat!”


Suara teriakan gm cecep mengejutkan semua orang dan mereka sama sekali tidak mengerti apa yang membuat gm cecep begitu senang.


alif melihat dia sambil berkata: “GM cecep, jaga ekspresi kamu! Jangan sampai Predsir johan mengetahui hal yang sebenarnya, aku merasa dia akan gila mendadak karena menahan emosi!”

__ADS_1


Gm cecep tertawa terbahak-bahak: “Lebih baik dia langsung mati saja dan pergilah ke tempat di mana dia harus berada!”


Ekspresi gm cecep tidak seperti biasanya, kelakuan dia juga tidak seperti orang yang berumur 50 tahunan.


Saat ini Johan tidak lagi peduli dengan hal itu, sekarang dia malah merasa curiga apakah memang ada dalang di balik semua ini.


Oleh karena itu, Johan sengaja memancing dengan satu perkataan: “Apakah kalian benar-benar tidak tahu bahwa tanah tersebut memang bermasalah, tanah itu akan dibangun sebuah taman besar yang bersifat umum.”


alif tentu saja tahu karena dia sendiri yang mengarang cerita itu, dia juga menghabiskan sekitar 50 juta Rupiah untuk menyebarluaskan kabar angin tersebut!


Uang sebanyak itu bukan saja diberikan kepada media. Demi membuat sebuah kabar angin terlihat lebih nyata, dia memberikan uang-uang itu kepada semua penanggung jawab dari setiap departemen.


alif ingin berita tersebut bisa tersebar di semua kalangan dan menjadi rahasia umum di antara setiap orang.


Ada beberapa orang dari departemen yang bersangkutan telah memberikan penjelasan dan mencoba meyakinkan hal ini hanyalah kabar angin. Tetapi, penjelasan dari mereka tidak berguna dan membuat semua orang semakin tidak percaya. Orang-orang itu mengira mereka memakai kebohongan untuk mendapatkan keuntungan. Semuanya masih waras, tentu saja tidak akan percaya!


Dan hasilnya adalah, semua hal di luar dugaan telah terjadi di acara lelang hari ini.


Harga tanah yang seharusnya bisa mencapai 5 miliar, telah dimiliki oleh Gredy Du dengan harga yang begitu rendah.


Gredy Du melihat Johan dengan tersenyum: “Kemarin aku hanya berbicara sembarangan karena terlalu banyak minum dan sedikit mabuk. Aku juga tidak mengira hal ini akan tersebar, sehingga membuat semua orang percaya tanah ini benar-benar bermasalah.”


“GM cecep, setelah pelelangan, kita akan langsung mengambil sertifikat tanah. Aku mengubah perencanaan dan tidak ingin membangun playground, karena setahun hanya bisa mendapat 1 miliar, hasilnya tidak terlalu memuaskan. Kita bangun villa saja, keuntungannya bisa digunakan sebagai uang pensiun.”


gm cecep tertawa lebar: “Baiklah, aku sudah menghubungi yang lain, sore ini kita pasti mendapat sertifikatnya. Aku merasa... Kita perlu memberikan 1 rangkap yang telah difotocopy kepada Presdir johan itu, karena dia begitu peduli dengan kita.”


alif menganggukkan kepala dan bersikap serius: “Benar, ini harus!”


Johan yang berada di samping mulai merasa emosi melihat kesombongan alif dan gm cecep ,,.


Ekspresi dua orang ini benar-benar menyebalkan dan sangat berbeda dengan sebelumnya. Johan akhirnya mengerti bahwa mereka sedang bermain sandiwara, supaya pihak lain tidak mengambil kesempatan untuk mengajukan harga, sehingga mereka bisa mendapatkan tanah tersebut dengan harga begitu rendah.


Jorhan terus memperhatikan kelakuan mereka. Dia mengeluh dalam hati karena mengerti semua sudah terlambat, dia telah jatuh ke dalam perangkap yang mereka rencanakan.


Johan menjadi sangat emosi ketika teringat masalah ini dan juga karena kesombongan mereka.


“Brengsek, kamu sengaja membuat kabar angin untuk membohongi aku?!”


“Presdir joh , kita sama-sama orang terpelajar, janganlah saling menjelekkan. Aku hanya membuat sebuah berita palsu dan kebetulan kamu mempercayainya, aku hanya menganiayai kamu satu kali, kamu malah terjatuh ke dalam perangkap kedua, apakah tidak merasa dan tidak sadar kamu memang bodoh?”

__ADS_1


Perkataan alif benar-benar membuat Johan tambah emosi, tetapi raut wajah alif malah terlihat polos dan tidak merasa bersalah.


Johan mulai merasa sesak karena amarah yang begitu tinggi, mukanya terlihat sangat merah.


Kalau bukan ada wakil direktur yang mendampinginya, mungkin saja dia sudah mati di sana.


Auctioneer yang berada di panggung mulai mengumumkan pelelangan tanah ke dua.


Karena masih emosi, Johan bertekad harus memiliki tanah tersebut, dia tidak akan membiarkan si alif ini memilikinya!


Auctioneer membuka harga dengan sekitar 300 juta Rupiah dan Johan langsung mengangkat papan harga yang tertulis 800 juta..


Wahh... Pengajuan harga dari Jordan Cao mengejutkan semua orang.


Harga tanah yang kedua memang seharga kurang lebih sekitar satu miliar Rupiah, tetapi orang itu langsung mengajukan harga yang begitu tinggi dan membuat semua orang yang berada di sana merasa kaget.


Benar-benar di luar dugaan. Johan sekaligus mengajukan harga yang begitu tinggi dan membuat beberapa pesaing langsung kehilangan semangat.


Tetapi hal ini tidak membuat keberanian dari perwakilan Perusahaan bakti langsung menciut begitu saja.


Selanjutnya, alif mengangkat papan harga dengan tulisan 1,2 miliar Rupiah.


Gila, sebelumnya Johan sudah mengangkat papan harga dengan tulisan 800 juta dan itu sudah mengejutkan semua orang. Kali ini alif mengajukan harga yang lebih tinggi 1 kali lipat, benar-benar gila: 1,2 miliar. Tanah ini mungkin bisa mencapai harga kurang lebih nya tetapi alif mengajukan harga 1,2 miliar, apa dia sudah gila?”


“Siapa yang tahu, lagi pula dia adalah cucu Ridwan To, bukankah kamu pernah mendengar, para senior selalu bekerja keras untuk mengumpulkan harta dan keturunan mereka akan menghabiskan tanpa peduli apapun.”


gm cecep juga sekali lagi memberi nasehat kepada alif dengan suara yang keras: “Presdir To, harga ini terlalu tinggi, tidak pantas kita miliki dengan harga segitu.”


alif tidak peduli, dia malah berkata dengan lantang: “Terserah, dari harga tanah yang baru saja didapat, kita masih ada pegangan . 1 miliar Rupiah lebih. Kita juga harus mendapatkan tanah ini untuk menambah penghasilan, supaya kita semakin kaya.”


gm cecep berpikir: “Benar juga, kita harus mendapatkan tanah ini, aku akan membuat perencanaan terbaik yaitu fokus pada pembangunan lokasi yang diutamakan.”


Lelang kali ini sama sekali tidak seru tetapi cukup mendebarkan, pengajuan harga bisa saja langsung naik berlipat ganda dan hal ini benar-benar mengejutkan semua orang.


Suasana menjadi hening, Auctioneer mulai mengetuk palu dan mengumumkan harga terakhir: 1,2 miliar pertama, 1,2 miliar kedua...”


Sewaktu hampir menyebutkan hitungan ketiga, Johan sekali lagi mengangkat papan harga.


“Pengajuan harga dari aku adalah sekitar 2 miliar Rupiah tidak ada yang bisa merebut tanah ini dari aku ?”

__ADS_1


__ADS_2