
Cantika mendengarkan secara seksama semua perkataan Verrel tanpa memotongnya sama sekali. Begitulah seorang Cantika Ayundari seorang wanita yang selalu fokus dengan apa yang dikatakan oleh lawan bicara.
"Oh, ya udah Mas. Masih ada waktu beberapa jam lagi, aku mau memanfaatkan waktu untuk keliling sore ini di sekitar hotel" Cantika beranjak dari tempat tidur setelah mencium pipi Verrel.
Dan Verrel hanya menggelengkan kepalanya melihat respon dan jawaban Cantika yang terlihat biasa saja tanpa berkomentar apapun lagi.
"Mas aku ikut ya ketemu klien kamu" teriak Cantika dari dalam kamar mandi, dan Verrel hanya tersenyum dari luar, karna baru saja pikiran dan hatinya melintas tentang respon Cantika tentang cerita kliennya.
Memang selama beberapa bulan belakangan semenjak Cantika berhenti bekerja menjadi bidan, Cantika selalu saja ikut kemanapun Verrel pergi termasuk bertemu dan berkenalan dengan klien yang terkadang juga membawa istri istri mereka saat pergi bertugas.
Sebuah alasan klasik dengan dalih liburan sambil berbisnis mencari tempat yang bisa mereka gunakan untuk memperluas usaha mereka.
Dan benar saja itu terbukti setelah beberapa orang temannya terdengar membuka cabang bisnis baru di tempat pariwisata yang baru saja mereka datangi.
Cantika keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan rapih dengan hijab senada dengan gamis hitam elegan membalut tubuh mungilnya.
__ADS_1
"Mas kamu gak siap siap?" Verrel yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya menatap sekilas Cantika.
"Mas tinggal pake baju" Verrel berdiri menyimpan ponselnya kemudian memakai kaos yang senada dengan gamis yang Cantika kenakan.
"Ayo!" Verrel merentangkan tangannya untuk Cantika genggam kemudian mereka keluar kamar sambil tersenyum.
"Bunda kita mau kemana?" ucap Umaiza yang sedang berjalan mundur di depan Salsabilla.
"Kita mau jalan jalan sekitar hotel sayang, Bunda liat tadi di sekitar hotel area tamannya bagus jadi kita mampir sebentar untuk cuci mata" Salsabilla mengerlingkan satu matanya pada Umaiza.
"Iih Bunda genit" Andrian menimpali ucapan Salsabilla.
Di susul dengan Iqbal, dan Andrian "Ehab tunggu kak Rian"
"Eit" Sabilla menggenggam erat tangan Omar yang akan ikut berlari bersama dengan saudara saudaranya.
__ADS_1
"Tidak sayang- Sabilla menggelengkan kepalanya melihat netra Omar "Omar tidak boleh lari! cukup Omar bersama Bunda, nanti kita juga datang kesana bersama sama oke" Sabilla tersenyum dan merekapun berjalan beriringan menuju taman.
"Yeayyy, Bunda Omar mau bareng kakak ya?" Omar tersenyum bahagia saat mereka tiba di taman. Sabilla menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
Tak berselang lama anak anak Sabillapun bermain berbincang riang gembira kesana kemari tanpa kenal lelah, padahal sejak berangkat dari Batam sampai ke Pekanbaru di dalam pesawat mereka tidak tidur sama sekali.
Sambil melihat seluruh saudaranya bermain, Omarpun duduk di kursi dibawah pohon rindang.
"Hai Assalamualaikum" Cantika membungkukkan tubuhnya melihat wajah Omar yang sedang tersenyum.
"Boleh duduk?" Omar pun menatap Cantika dengan waspada karna didikan Salsabilla serta kakek dan neneknya yang sering mengatakan bahwa kita harus berhati hati terhadap orang asing.
Melihat anak kecil yang ada dihadapan Cantika hanya terdiam, Cantikapun berbicara kembali "Tante gak jahat kok, tante cuma mau nemenin kamu karna kamu sendirian sambil liatin temen temen yang lain" Cantika tersenyum.
"Itu Suami tante -Cantika mengarahkan jari jempolnya pada Verrel "dan tante menginap di hotel ini juga dengan no kamar X" Cantika menjelaskan, sambil sesekali Omar melihat Verrel yang sedang sibuk menelpon seseorang.
__ADS_1
Tentu saja Omar bisa melihat dengan jelas sosok badan tinggi besar yang menghadap ke arah mereka, tetapi sang penelpon sedang sibuk dengan dirinya sendiri tanpa melihatnya.
Tak berselang lama saudara saudara Omar yang lainpun menghampiri mereka karna takut terjadi sesuatu pada Omar ketika Sabilla Bunda mereka tak ada.