
Akhirnya Alif melepaskan Roy dan mengizinkan dia untuk mengambil uang tersebut, tetapi dia tetap harus menjalankan hukuman.
Hanya ada dua pilihan, apakah mempertahankan harga diri atau memilih uang?
Di hadapan semua orang, Roy langsung berlari ke depan, dia mulai merangkak dan menggonggong seperti anjing.
Semua orang mengeluarkan ponsel dan memotret dirinya, saat ini Roy langsung menjadi seekor anjing yang terkenal.
Elsa sedikit merasa cemburu sewaktu melihat Alif memegang pinggul Desy dan membawanya masuk ke dalam,.
Walaupun Elsa tidak terlalu menyukai Alif, juga belum pernah mendekati Alif, tetapi dirinya juga termasuk wanita cantik!
Teringat di malam itu, Elsa merasa takut jika Alif menyukai dirinya, tetapi sekarang dia malah merasa sedikit menyesal.
Setelah membayangkan yang menjadi pendamping Alif adalah dirinya, sepertinya... hal itu masih bisa diterima dengan akal sehat.
Tetapi semua sudah terlambat, Elsa hanya bisa menatapi mereka berdua dari belakang.
Saat ini, pelayan yang berada di samping bertanya kepada Elsa: “Asisten Manajer, bagaimana dengan uang Presdir to yang telah masuk ke dalam kartu?”
“Apakah masih perlu ditanyakan? Uang itu tentu saja harus dikembalikan! Kalau tidak, kamu antarkan kartu isi ulang ini dan berikan kepada Presdir to !”
Elsa emosi sesaat. Siapa yang begitu berani dan membuat dia merasa tidak nyaman...
Alif memegang pinggul Desy sambil mengelilingi mall.
Desy merasa canggung dan berkata: “Kamu jangan memegang pinggulku lagi, tidak enak dilihat orang.”
Alif tertawa dan bertanya: “Kenapa? Apakah kita tidak cocok? Apakah aku tidak pantas untukmu?”
Desy menggelengkan kepala dan merasa minder: “Bukan, aku yang tidak cocok untukmu, aku adalah janda dan kamu adalah Presdir dari Perusahaan Bakti, aku...”
Alif tidak memberikan kesempatan kepada Desy untuk menyelesaikan perkataan. Dia langsung mencium pipi Desy: “Aku bilang kita memang cocok!”
Perkataan Alif membuat perasaan Desy menjadi sangat berantakan dan salah tingkah.
Desy hanya berpikir, seandainya dirinya bisa bertemu dengan Alif lebih awal dan menyerahkan keperawanannya kepada Aluf, dia barulah berhak menjadi pendamping Alif. Tetapi Desy memang sudah gagal berkeluarga, hal ini...
Alif mengajak Desy mengelilingi semua tempat. Mereka jalan-jalan sambil mengamati kondisi setiap toko, melihat apakah ada yang harus dibenahi?
Semua berjalan dengan lancar, pengurus mall memang menjalankan tugas dengan sangat baik. Saat ini Desy tidak menginginkan apa-apa.
Desy bukanlah tipe wanita pemeras, dia sama sekali tidak tertarik dengan produk-produk yang mahal.
Dia hanya membutuhkan tas atau pakaian sebagai keperluan sehari-hari, tidak perlu mahal, yang penting bisa digunakan dan itu sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
Wajahnya yang cantik juga tidak pernah memakai kosmetik yang berlebihan.
Wanita yang cantik tidak perlu terlalu banyak berdandan dan Desy adalah wanita seperti itu.
Karena Desy tidak menginginkan apa-apa, sewaktu mereka melewati toko yang menjual kaus kaki, Alif membelikan sebuah stoking untuknya.
Desy terbengong dan tidak mengerti, di musim dingin seperti ini kenapa Alif membelikan stoking?
Setelah keluar dari toko tersebut, maka Desy langsung bertanya dengan penasaran.
Alif menjawab: “Aku pernah melihat wanita lain memakai kaus kaki seperti ini dan mereka terlihat menawan. Jika kamu memakainya, aku merasa kamu akan terlihat sangat cantik, bagaimana kalau malam ini kamu memakainya untukku?”
Desy merasa malu dan wajahnya mulai memerah. Apakah dia benar-benar tidak tahu apa yang akan Alif lakukan setelah menyuruhnya memekai stoking tersebut?
Dia merasa sangat malu dan tidak tahu apa yang harus dia katakan, tetapi sikapnya malah membuat Alif semakin tertarik.
Awalnya mereka berencana akan makan di sebuah restoran, tetapi Alif tiba-tiba merubah perencanaan.
Alif tidak ingin makan, dia malah tertarik melakukan hubungan dengan Desy .
Setelah sampai di rumah, Desy tidak dapat menahan diri dalam dekapan Alif yang begitu hangat, dia langsung memakai stoking yang berwarna hitam.
Sesuai permintaan Alif, Desy tidak memakai ****** *****, yang dia pakai hanyalah stoking tersebut.
Desy berkata kepada Alif dengan wajah yang merah merona,: “Aku, aku... sangat jelek.”
Hari berikutnya, Desy tetap seperti biasa dan kembali bekerja di kantor.
Sewaktu tiba, dari ruangan kantor tiba-tiba terdengar ada yang memecahkan vas bunga dan semua barang berjatuhan.
Desy terbengong karena tidak tahu masalah apa yang telah terjadi.
Teman baiknya mengatakan: “Desy, selamat yah, kamu telah diangkat menjadi Wakil Direktur, kamu benar-benar hebat!”
Desy terbengong sewaktu mendengar ucapan selamat bahwa dirinya naik jabatan. Kenapa belum menjadi Kepala Bagian tetapi langsung menjadi Wakil Direktur?
Dia merasa curiga, apakah semua orang sudah menjadi gila?
Hal ini memang kenyataan, semua masih waras dan tidak ada yang gila.
Saat ini, GM berjalan keluar dan mengumumkan Roy telah dipecat dari perusahaan karena kasus korupsi.
Karena Desy telah berjasa atas hal ini, maka dia diangkat menjadi Wakil Direktur.
Desy baru tersadar setelah beberapa saat. Masalah ini pasti berkaitan dengan Alif. Karena tidak ada alasan yang lebih tepat untuk menjelaskan semua ini.
__ADS_1
Jujur saja, sebenarnya GM ingin memperalat dirinya untuk menyenangkan hati Alif.
Hal ini membuat Desy tidak enak hati. Dia ingin menolak posisi tersebut, tetapi GM bersikeras mempertahankan dirinya.
Desy tidak berhasil menolak. Semua teman-teman malah mendorong dia untuk masuk ke dalam ruangan Wakil Direktur.
Dia melihat ruangan itu termasuk komputer di atas meja, Desy hanya terbengong tidak tahu harus melakukan apa.
Saat ini, Desy mengeluarkan ponsel dan menelepon Alif: “Lif, aku naik jabatan menjadi Wakil Direktur, bagaimana ini?”
Alif malah tertawa dan berkata: “Apa yang kamu takutkan? Aku percaya dengan kemampuan yang kamu miliki.”
“Walaupun mereka mengangkat kamu menjadi Wakil Direktur dikarenakan aku, tetapi kamu bisa mengekspresikan dirimu, buktikan dirimu bisa berada di posisi ini. Mungkin saja suatu hari kamu bisa menjadi terbaik!”
Dukungan Alif membuat Desy mulai bekerja dengan seirus.
Desy percaya, dari hasil usaha sendiri, dirinya pasti bisa mengemban jabatan ini dengan sangat baik
Sewaktu bekerja, dia sesekali juga tersenyum sendiri dan raut wajahnya sedikit memerah karena teringat, Alif memuji dirinya sangat cantik, juga memakai lidahnya...
Dia merasa malu saat berpikir sampai di sini.
Di saat Desy masih serius bekerja, Alif mulai merencanakan pertandingan tinju malam ini.
Dalam kantor, Alif dan GM cecep menandatangani sebuah dokumen.
Setelah menutup pena, Gm cecep merasa khawatir dan berkata: “Presdir To, kali ini terpakai dana perusahaan yang cukup besar!”
“Jika terjadi sedikit kekeliruan dan menyebabkan dana perusahaan ini tidak bisa berputar, maka akan menimbulkan masalah yang sangat besar.”
Alif menghentikan perkataan gm cecep, itu berarti aku sudah cukup yakin.”
“Memang jalan terbaik jika kita menggunakan sistem perdagangan untuk menggertak Johan, tetapi hal ini berjalan terlalu lambat. Ada beberapa pengusaha berdebat seumur hidup, sampai mati perdebatan mereka juga belum tentu terselesaikan dan semua mempunyai alasan tersendiri.”
“Lagipula perusahaan ini sangat besar. Jika dari pihak kita gagal, maka tetap ada bantuan dari pihak lain.”
“Kita akan bergerak dari sisi lain jika ingin secepatnya mengalahkan Johan. Kita perlu memakai sekop untuk menggali apa yang dia miliki”
“Aku percaya, asalkan kita mendapatkan kelemahannya maka Johan akan menghadapi jalan buntu!”
Melihat Alif yang sudah bertekad bulat dan perkataannya memang masuk akal, maka Gm Cecep juga tidak mengatakan apapun lagi.
Sejauh ini, Perusahaan Bakti di tangan Alif memang terus berkembang.
Maka Gm cecep bisa mempercayai Alif dengan sepenuh hati. Dia percaya tindakan Presdir akan membangkitkan sebuah mujizat untuk menghancurkan Johan !
__ADS_1
Saat ini Joohn juga sedang memikirkan hal yang sama.
“Brengsek, aku rela kehilangan harga diri demi mempertahankan kekayaan. Aku akan mempertaruhkan 200 miliar Rupiah untuk pertandingan nanti malam dan aku akan menjadi orang yang benar-benar kaya!!!”