
alif benar-benar digratiskan, yang membuat semua orang tercengang.
Sampai keluar dari Restoran bulan
Siska masih penuh ketidakpercayaan: "Tidak, apa kamu benar-benar digratiskan?"
alif bertanya sambil tersenyum: "Mengapa, menurutmu aku sendiri mau membayar struk pembayaran ini? Aku tidak punya banyak uang untuk membayarnya."
Siska masih tidak bisa mengerti: "Atas dasar apa, kamu hanya seorang yang pernah magang di sini saja, bisa begitu terhormat kah?"
Sampai-sampai alif memberitahu rahasianya yang pernah menyelamatkan kerugian di Restoran bulan yang sangat besar, baru bisa membuat Siska dengan terpasksa mempercayainya.
Namun orang-orang sekitar yang belum mengetahui masalah ini. Mereka semua dikejutkan oleh prestasi alif
"Aku tidak bisa melihatnya sama sekali. Kekuatan alif sangat besar. Hanya dengan satu kata, struk dengan harga lebih dari sekitar kuarng dari 56 juta rupiah dengan kata gratis langsung gratis, sangat keren sekali."
"Ya pastinya, kapanlah pacarku bisa mengatakan hal seperti ini, akan sangat keren sekali."
"Aku ingin tahu apakah aku harus mengejar alif dan mencoba untuk tidak mengharapkan hal lain, hanya mengharapkan membawanya ke Restoran bulan secara gratis. Betapa indahnya wajah itu. Aku senang saat memikirkannya ..."
Semua orang sangat senang, tetapi hanya Cila, karena setelah ia meninggalkan hotel, ia meninggalkan "Pasukan besar".
Dia tidak punya wajah untuk tinggal berlama-lama lagi. Pertama, mengatakan bahwa alif menjebaknya dengan mencuri peralatan makan, terakhir dia mengakuinya sendiri. Kemudian, dia kembali menyalahkan alif.
Akibatnya dengan satu kata alif, pemilik restoran dibebaskan dari pembayara.
Hari ini, wajah ini benar-benar hilang, yang membuatnya sangat malu.
Tapi semakin malu, semakin dia membenci alif : Cepat atau lambat aku akan menemukan kesempatan untuk membereskanmu dan memberitahumu akibat dari mempermalukanku !
Memikirkannya dengan sangat keras, tiba-tiba seorang pria asing muncul, sangat besar, juga sangat cuek.
Jika alif ada di sini, tentu saja, dia akan mengenali pria ini adalah Hardi, tetapi Cila tidak.
Jadi saat berikutnya, ketika dia sedang berjalan, dia tiba-tiba di cengkram oleh Hardi dan dibawa ke mobil seolah dia sedang menarik anak ayam, setelah membuatnya pingsan ia langsung membawa mobil dan pergi.
Ketika dia bangun lagi, dia merasakan mulutnya sakit. Dia ingin membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak bisa membukanya sama sekali.
Ada sebuah benda pemantul bayangan di sampingnya, jadi dia menganggapnya sebagai cermin dan melihatnya.
Saat itu, dia ketakutan dan menangis.
Karena dia menemukan bahwa mulutnya di cermin telah dijahit seluruhnya dengan benang.
Saat ini, Cila tiba-tiba teringat apa yang di katakan alif padanya di meja makan. Matanya penuh kepanikan sampai-sampai menangis-nangis.
Malam itu, setelah semua orang bubar, alif membawa sebuah mobil Poussain yang rusak dan mengirim Siska kembali ke rumah..
Dalam perjalanan, Siska berulang kali mengucapkan terima kasih kepada alif.
Dia merasa harus berterima kasih pada alif untuk urusan hari ini. Kalau tidak, dia benar-benar tidak tahu bagaimana memecahkan masalah uang dengan harga lebih dari sekitar 50 juta rupiah )
Untuk ini, alif hanya tersenyum dan melambaikan tangannya, menunjukkan bahwa itu bukan apa-apa.
Tentu saja, dia tidak akan membully yang lemah dan meminta evan untuk membayar makan malamnya. Dia telah mengatur agar seseorang mengirim uang ke evan.
Setelah selesai mengantar Siska, alif siap untuk pergi.
Namun, saat ini, ada seorang wanita muda yang cantik keluar dari koridor. Wanita muda ini terlihat biasa saja, riasannya benar-benar luar biasa, dan pakaiannya seksi.
Apa yang tidak boleh terbuka, terbuka setengahnya. Sosoknya panas. Dia bisa membuat jantung orang yang baik-baik saja mengalami serangan jantung.
Tapi dia tampak memandang Siska dengan sengaja, terlihat bermusuhan.
"Yo, Siska, akhirnya sudah punya pacar, tapi pacar kamu ini kelas bawah, jadi sopir poussain tua."
"Ngomong-ngomong, hidup kamu tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Pergi menjemput tamu ya ?
Jika memang begitu, kamu harus menemukanku. Karena dulu kita adalah teman baik. Begini saja, aku sekarang telah menjadi “mami” di Red Love, dan kebetulan aku masih kekurangan orang. Ayo kemari, aku aka menjamin kamu akan terkenal dalam sekejap saja, hanya dalam satu malam!”
Siska memandang Sophi dan tidak berkata apa-apa. Dia tampak mati rasa dan tidak peduli.
Dia berbalik dan hendak naik ke atas, tetapi Sophi tidak membiarkannya begitu saja.
"Ingin melarikan diri ya? Kamu belum memberitahuku. Berapa biaya kamu untuk sekali sambut tamu? Jika sesuai, aku ingin memperkenalkan kalian berdua..."
Sambil menarik lengan Siska, Sophi mengejeknya di depan gedung, yang membuat wajah Siska cukup malu.
Dengan keras melemparkan tangannya dan mendorong Sophi ke samping. "Kamu cukup. Jangan tidak ada habisnya. Tidak semua orang jahat seperti kamu !!
Begitu dia selesai berbicara, Sophi bergegas ke depan dan melambaikan tangannya ke mulut besar Siska.
"Keparat, kurang apalagi aku, masih berani membentakku? Kamu tidak melihat diri kamu sendiri yang masih banyak kekurangan !
Dengan marah-marah, Sophi melambaikan tangan ingin menampar nya lagi, tetapi kali ini lengannya terangkat, karena alif mendatanginya dan menangkap lengannya.
Sophi menoleh dan memandangi alif dan berkata sambil mencibir: "Kamu pahlawan ya. Bocah kecil terlihat keren juga.
Saat berikutnya, dia bergegas ke pelukan alif, dengan sengaja menggunakan tubuhnya dan menggesek-gesekan tubuhnya di badan G
Alif untuk menggodanya.
"Ayolah, sayang, bukankah kamu suka menyelamatkan wanita cantik? Bantu aku. Aku sedang dalam masalah besar sekarang."
__ADS_1
Orang yang tidak tahu malu ini,
Alif benar-benar tidak tahan, hanya dapat dengan cepat mengusir pergi Sophi .
Tapi begitu kaki depannya ingin pergi, Sophi berbalik, “Piak” tamparan besar ke wajah Siska .
Setelah selesai memukul, dia juga menoleh dan memandang alif secara tajam:
"Ayolah, bukankah kamu menjadi pahlawan? Ayo selamatkan dia lagi."
Dia sangat arogan dan merajalela. Dia juga seorang gadis yang kejam, sama sekali tidak sebanding dengan cila.
alif ingin membantu Siska untuk menampar wajah Sophi , tetapi Sophi langsung menarik pakaiannya di tubuhnya. Yang pada awalnya pakaian yang telah terbuka setengah, menjadi lebih terbuka lagi. Tiba-tiba, dia berkata: "Aiya, tolong, tolong aku. Aku telah dipaksa olehnya. Oh, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, aku akan....”
alif sangat marah, dia belum pernah melihat wanita yang begitu kurang ajar, dan caranya cukup licik seperti ini.
Tidak bisa melawan, tidak bisa memarahi, benar-benar menjelaskan sepenuhnya apa yang disebut dengan: Orang licik yang tidak ada bandingannya!
Siska yang berada di sebelahnya, dengan segera meraih tangan alif dan membawa alif ke atas. Ketika dia sampai di rumah, dia menutup pintu. Ini adalah tempat untuk menghindari penghinaan Sophi.
Kemudian, Siska menghela napas lama, ia pun menceritakan semua masalah di antara mereka berdua.
Mereka berdua adalah penyewa di lingkungan ini. Mereka berada di sekolah menengah atas yang sama dan di kelas yang sama. Mereka adalah teman yang sangat dekat.
Sophi selalu menyukai satu orang pria yang paling tampan disekolah itu, semua jenis cinta dan pengejaran, tetapi pria itu hanya menyukai Siska.
Kemudian, demi mendekati Siska, berpura-pura dekat dengan Sophi dan menjadi pacarnya, mengambil kesempatan untuk mendekati Siska .
Sophi tidak tahu. Dia tahu bahwa suatu hari dia melihat pacarnya menarik paksa tangan Siska, dan kemudian berpikir bahwa Siska telah mengkhianatinya dan merampok pacarnya, jadi dia bergegas dan menamparnya.
Tapi dari awalnya pria idamannya itu sama sekali tidak suka pada Sophi, ia pun juga ditampar oleh pria idamannya itu, jadi kebencian Sophi terhadapnya dimulai sejak saat itu.
"Kemudian, Sophi putus sekolah dan langsung keluar ke kehidupan bermasyarakat. Dia menjadi seperti sekarang ini."
"Dia sekarang bekerja sebagai “mami” di Red Love, dengan membawa sejumlah wanita muda dan dia cukup kaya, jadi setiap hari saat dia melihat aku, dia akan mengejek dan menyerang aku untuk menunjukkan keunggulannya di depan ku.
Siska dengan tak berdaya menggelengkan kepalanya, masalah seperti itu, membuat ia menjadi terbiasa, tapi juga membuat nya sangat sedih sampai merasa hati dingin.
alif mengulurkan tangannya dan membelai wajah merah Siska. "Siska, aku tidak mengizinkan siapapun untuk menindasmu, jadi malam ini, aku akan membuatnya sadar berapa biaya yang harus ia bayar karena sudah mengganggumu!"
Red Love adalah sebuah tempat karaoke. Itu telah dibuka beberapa tahun lalu.
Pada awalnya tempat ini tidak dipanggil dengan nama ini, tapi kebetulan dia berada di bagian barat Red Bridge, jadi semua orang suka menyebutnya Red Love. Secara bertahap, bos pun mengubah nama toko menjadi Red Love, sampai pada saat ini.
Saat ini, Sophi sedang berbicara dengan wanita muda di toko untuk membuat mereka memperhatikan pakaian mereka dan sebagainya.
Setelah selesai bicara, Sophi mengirim mereka kembali ke ruang tunggu, sementara dia pergi ke ruang aula untuk menunggu para tamu.
Mendengar suara parkir di luar, Sophi segera menunjukkan tampang licik di wajahnya, dan dengan sengaja melepaskan pakaiannya. Itu memiliki semacam pesona dan bukan rasa vulgar. Itu memang benar-benar pas dan tidak terlihat terlalu sembrono.
Ketika semuanya sudah siap, Sophi menunggu para tamu datang.
Namun, orang yang datang ke pintu setelah itu, bagaimanapun, membuat ekspresi wajahnya sangat tidak nyaman.
"Bagaimana mungkin bisa kamu?"
Tamu yang datang adalah alif bukan orang lain.
Setelah menyelesaikan kalimat untuk Siska di rumahnya tadi, alif siap untuk datang bersama Siska yang wajahnya memerah dan hatinya melompat kesana-kemari seperti kelinci itu.
Tapi Siska masih belum merespon sama sekali, jika dipikirkan lagi, bagaimanapun ini adalah tempat bagi pria untuk bermain, para gadis pasti tidak memiliki sesuatu yang pantas dilakukan di sini.
Jadi alif sendiri menyetir kemari, dia adalah orang yang melakukan apa yang dia katakan.
Sama seperti saat dia menjahit mulut Cila yang suka berbicara sembarangan itu, dia berkata bahwa jika Sophi harus membayarnya pada malam ini, dan dia benar-benar melakukannya.
Sesudah datang ke depan wajah Sophi,
Alif bertanya: "Mengapa, membuka pintu untuk berbisnis, apakah kamu ingin menolak pelanggan untuk bosmu?"
Sophi mendengus:"Oh ternyata begitu. Kamu di sini untuk mencari masalah ya hari ini."
alif melambaikan tangannya: "Aku tidak berani mengatakan itu. Aku datang untuk memberikan uang. Kamu menjual dan aku membeli, bukan itu hal yang wajar?"
alif benar-benar berpenampilan sebagai seorang tamu, yang membuat Sophi tidak dapat berhadapan dengannya lagi.
Bagaimanapun, ini bukan di luar, itu di dalam toko. Cara yang dia gunakan sebelumnya tidak mudah digunakan dan tidak dapat digunakan di sini.
Jadi dia hanya bisa dengan perasaan membenci, berjalan mundur ke belakang, pada saat yang sama menatap pelayan untuk memimpin jalan, mengisyaratkan untuk dengan kejam membereskan dia.
Pelayan itu memberi isyarat OK dan membawa alif ke kamar pribadi.
Hasilnya pada saat baru masuk ruangan, sebelum dia merekomendasikan beberapa anggur asing yang berharga mahal itu untuk membereskan alif, alif langsung memerintahkannya untuk mengambil mesin POS.
Tanpa bertanya apa yang mau dibeli, alif sendiri langsung menggesek uang sebanyak ( sekitar 100 juta rupiah).
"Ayo, beri aku pelayanan sesuai uang ini dulu. Kamu bisa melayani apapun yang menurutmu sesuai dengan harga itu.
Pelayan itu bingung. Melihat jumlah uang sekitar 100 juta ) di struk tersebut, dia tidak tahu harus berbuat apa.
Ada beberapa anggur asing yang mahal di toko, tetapi bagaimanapun hanya bisa mengandalkan pelayanan wanita muda KTV ( tempat karaoke ), namun yang paling mahal hanya sekitar 6 juta/10 juta rupiah ) dan tidak mungkin hanya menaruh anggur saja di meja kan?
Harga sepiring buahnya pun tidak murah, masing-masing sekitar 240.000 rupiah )
__ADS_1
Di bandingkan dengan sekitar 100 juta rupiah itu, harga sepiring buah yang hanya 120 rubu itu adalah biji wijen kecil saja bagi nominal itu, yang tidak dihitung sama sekali. Jadi para pramusaji terpaksa keluar dan tidak tahu bagaimana harus mengantarkan barang.
Setelah melihat pelayan itu keluar, Sophi dengan cepat memanggilnya ke depan ruangan, "Bagaimana, sudah beres? Berhasil mendapat berapa?"
"Kakak Sophi, sudah beres, dia langsung memberikan sekitar 100 juta rupiah)." kata pelayan itu
"Berapa banyak?!"
Sophi terkejut saat itu. Dia pikir telinganya bermasalah dan bertanya lagi.
Kemudian pelayan berkata lagi: "Dia menggesek sekitar 100 juta rupiah), dan dia meminta sendiri untuk menggeseknya. Struk kecil itu masih ada di sini!"
Sophi mengambil alih struk itu dan melihat bahwa itu adalah 100 juta rupiah).
Melihat Poussain yang rusak di depan pintu, lalu melihat lagi struk kecil seharga sekitar 100 juta rupiah di tangan. Sophi ingin menangis tanpa air mata.
Cara macam apa ini? Dia dengan sengaja membawa poussain tua, tapi berani menggesek kartu sekitar 100 juta rupiah ), bukankah sangat membingungkan!
Mengetahui alif memiliki daya beli seperti itu, dia belum pernah menargetkan alif sebelumnya.
Tetapi setelah dia pikir dan pikir lagi, bagaimanapun, dia telah berhadapan dengannya, dan sekarang tidak ada gunanya mengatakan apa-apa lagi, hanya bisa dengan cepat-cepat menyajikannya!
Di sebelahnya, pelayan itu bertanya pada alif bagaimana cara menyajikan barang-barang di kamar pribadinya. Sophi berpikir:
"Antarkan Wanita muda !
Bajingan, barang mempunyai harga sedangkan wanita muda tak ternilai, 300 sampai 1 juta rupiah untuk satu jam. Itu hal yang pasti. Tidak ada standar harga yang konstan di kota ini,
jadi Sophi memikirkannya. Dia memiliki 12 wanita muda dan setiap wanita muda per jamnya dengan harga sekitar 10 juta rupiah .
Satu jam menghabiskan sekitar 60 juta rupiah , dasar bajingan kamu, aku akan membuat kamu kehabisan uang!
Saat berikutnya, Sophi memanggil semua gadis yang ada di sana, dan kemudian melemparkan mereka ke dalam ruangan alif
Ketika alif melihat begitu banyak Kupu-kupu malam muncul, dia langsung tertegun.
Dasar bajingan. Sophi sangat pandai bermain. Ternyata menyuruh wanita muda untuk turun tangan.
Jadi alif sekali lagi menggesek kartu itu, dan 100 juta lagi.
Sophi tidak hanya makan uang sendiri saja, jadi dia meminta gadis-gadis dari “mami” lainnya untuk datang.
Dari awal sampai akhir, alif telah menggesek empat kali kartunya yang setiap kalinya digesek sebanyak 100 juta , dan akhirnya tidak ada wanita lain lagi di toko itu.
Kali ini, Sophi terkejut dengan wajah bodoh dan melihat struk kelima dengan harga 100 juta Apakah kamu masih ingin menggesek, keparat? Berapa sebenarnya yang kamu punya?"
Benar-benar tidak ada wanita muda lagi dan dia tahu itu tidak akan berguna, jadi dia sendiri harus naik ke sana secara langsung.
Pada saat yang sama, dia mengerti bahwa dia telah salah mencari masalah dengannya, jadi dia ingin menebus kesalahannya.
Dengan membawa anggur, dengan cangkir, mengganti pakaian yang lebih seksi yang banyak lubang, Sophi datang ke ruangan alif.
Begitu dia memasuki pintu, dia bahkan hampir tidak punya tempat untuk kakinya. Penuh dengan wanita muda!
"Baiklah, kalian semua keluar, aku akan menghibur pria ini."
"Mengapa, ini adalah uang yang aku keluarkan, apa kamu yang harus buat keputusan? Berdiri di sana. Masing-masing dari kalian setidaknya harus berdiri dua jam sebelum kamu pergi. Hari ini, kalian semua akan dihukum untuk berdiri di sana. Jika kalian tidak berdiri dengan sesuai standar, tidak akan kuizinkan. "
Kata-kata alif , membuat kerumunan wanita muda itu merasa tertekan.
Orang-orang berdesakkan di sana, dan mereka harus berdiri tegak. Mereka sangat lelah dengan sepatu hak tinggi.
Sama sekali tidak tahu apa yang salah dengan orang kaya hari ini. Bagaimana mereka suka membuat wanita muda melakukan latihan militer ?
Mereka sangat tertekan.
Masalahnya di sana juga sangatlah panas, satu per satu pengap penuh dengan keringat.
Sophi melihat bahwa dia saat ini tidak bisa melakukan apapun. Dia telah salah menyinggung orang!
Jadi dia datang sambil tersenyum dan berkata: "Tuan ini, aku ..."
"Aku tidak ingin bicara denganmu. Tampang kamu jelek sekali. Kulihat aku akan muntah ketika melihat wajahmu. Kamu pengganggu. Cepat keluar!"
Singkatnya, Sophi sama sekali tidak mengeluarkan sepata kata pun.
Dia mengenakan gaun berlubang. Dia wanita dengan tampang biasa saja, tapi dia berpenampilan sangat mempesona setelah make up. Kenapa orang itu bisa seperti ini berbicara dengannya?
alif sampai berkata seperti ini, bahkan lebih memberi isyarat bahwa dia ingin muntah ke wajah Sophi, jadi Sophi takut dan lari keluar.
Dia pun duduk di sofa di aula sana, wajah Sophi berwarna kuning pucat, dan bahkan bubuk make-up di mukanya tidak dapat menutupinya.
"Bajingan! Kamu berani tidak memberiku wajah? Aku juga tidak akan memberimu wajah. Kamu bisa duduk sendiri di kamar sana."
Pada awalnya, Sophi berpikir demikian, tetapi kemudian dia tidak berpikir demikian.
Karena toko terus kedatangan tamu, tapi ketika tamu memesan wanita muda, tidak ada satu pun.
Ini membuat Sophie Lin mulai panik. Sudah tidak ada wanita muda lagi pasti akan dilaporkan oleh pelanggan, dan beberapa kenalan langsung menghubungi bosnya.
"Sophi, sialan kamu. Di mana kamu menempatkan semua gadis di toko? Temukan mereka dengan cepat!"
Di saat ini, Sophi benar-benar merasa panik.
__ADS_1