
FerLi cukup percaya dengan kecantikan diri sendiri. Jika dia menikah hari ini, itu hanya sebatas riasan ringan saja.
Hal ini bisa membuktikan, kecantikan wanita itu memang luar biasa.
Saat ini, FerLi hanya membayangkan dirinya adalah istri Presdir karena hal itu mungkin saja terjadi.
Dia begitu elegan dan tubuhnya juga sangat seksi, setiap pria yang melihat dia pasti tidak dapat menahan diri untuk menyukai dia.
Tetapi tidak terpikir, alif malah mengatakan hal itu kepadanya...
Wanita itu masih berdiri di samping mobil dan tidak tahu harus bagaimana. alif hanya memperhatikan dia menundukkan badan dan belahan dada yang terlihat begitu jelas.
alif sedikit kehilangan pengendalian diri, dia teringat kemesraan saat bersama Widia yang begitu nyaman.
Muncul sisi gelap di hatinya. Sekarang ada FerLi di depan mata dan hal ini tentu saja memancing dia untuk melakukan sesuatu yang tidak benar.
Selanjutnya, alif membuka pintu mobil: “Aku bercanda. Bagaimana mungkin aku membiarkan wanita cantik seperti dirimu berdiri di pinggir jalan?”
Sebentar mematahkan hati dan tiba-tiba memuji, ini adalah perasaan FerLi.
FerLi langsung tersenyum. Dia bisa menebak alif tidak akan membiarkannya begitu saja.
Oleh karena itu, FerLi langsung naik ke mobil alif.
Sebenarnya FerLi tidak ingin naik mobil Puossian rongsokan seperti ini karena dia masih menjaga identitas.
Tetapi hari ini berbeda, dia merasa senang dan puas karena pemilik mobil ini adalah alif.
Sewaktu di dalam mobil, FerLi terus-terusan meminta maaf kepada Alif
“Maaf, sebelumnya aku telah dibodohi oleh si Hans, makanya aku bersikap tidak sopan dengan kamu...”
Tidak menunggu FerLi mengutarakan semua alasan bodohnya, alif langsung melambaikan tangan dan berkata: “Tidak masalah, hanya hal sepele.”
“Bukankah ada yang sudah mengatakan, jika wanita cantik melakukan kesalahan sebesar apapun, seluruh dunia ini juga pasti memaafkan, karena tidak ada yang rela menyalahkan dia.”
Perkataan alif membuat FerLi merasa tidak enak hati, dia berkata dengan manja: “Mana ada, aku sama sekali tidak cantik.”
alif mengulurkan tangan, dia memegang tangan FerLi yang berada di atas paha mulusnya.
“Kenapa merasa tidak cantik? Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui.”
Perkataan gombal seperti ini langsung membuat hati FerLi berbunga-bunga. FerLi merasa dirinya sudah hampir berhasil mendapatkan posisi di hati Presdir to. dia sudah semakin dekat dengan alif.
__ADS_1
Kelihatannya memang seperti itu, karena alif langsung membawa FerLi yang masih menggunakan gaun pengantin ke dalam sebuah hotel.
“Apa yang ingin kamu lakukan? Aku bukan wanita murahan yang seperti kamu bayangkan.”
Sebenarnya FerLi sangat senang, tetapi dia berpura-pura dan bertingkah seperti wanita polos yang tidak tahu apa-apa.
alif memberi penjelasan yang cukup masuk akal. alif mengatakan FerLi tidak cocok memakai gaun pengantin, dalam mobil ada pakaian biasa dan menyuruh dia ganti di hotel.
Setelah masuk ke dalam hotel, FerLi melihat alif dan berkata: “Kenapa kamu juga ikut masuk ke dalam kamar? Apakah kamu membawa pakaian ganti?”
FerLi cukup pintar berpura-pura, tetapi alif sudah tidak tahan dengan kondisi ini: “Aku akan memberikan baju baru yang mahal untuk kamu.”
Perkataan alif sekali lagi membuat FerLi merasa senang. Apakah itu adalah pakaian untuk permaisuri?
Muka FerLi memerah, dia memukul dada alif dengan manja: “Benci kamu!”
Alif bertanya: “Apakah kamu benar-benar membenci aku? Jika kamu membenci aku, aku akan segera pergi dari sini.”
FerLi mana berani membenci Alif, dia masih berharap bisa menjadi istri Presdir!
Dia mengulurkan tangan yang mulus dan merangkul leher alif . Raut wajah FerLi mulai memerah, dia tidak membiarkan alif pergi dari sana.
alif berpura-pura tidak mengerti: “Kenapa menahan aku di sini?”
FerLi merasa malu dan berkata dengan manja: “Dasar...”
Tetapi alif malah tidak mempergunakan kesempatan itu, dia berkata kepada FerLi: “Kamu mandi dulu, setelah itu kita akan...”
alif tidak melanjutkan perkataan, tetapi FerLi mengerti maksud alif. Sebelum melakukan hal seperti itu, biasanya harus menjaga kebersihan, maka FerLi langsung menyetujui permintaan Alif.
Sewaktu FerLi melepaskan baju di hadapannya, alif langsung berkata: “FerLi, kamu mandi dulu, aku akan mengambilkan baju untuk kamu, memakai gaun pengantin memang kurang nyaman. Sewaktu aku kembali, mungkin kamu sudah siap mandi...”
“Baiklah!”
FerLi sangat senang, dia mencium alif dan masuk ke dalam kamar mandi.
alif langsung tersenyum jahat ketika melihat FerLi dari belakang. Setelah itu, dia langsung meninggalkan kamar hotel dengan membawa semua barang FerLi.
Walaupun Alif terkadang bisa kehilangan pengendalian diri, tetapi dia tidak pernah sembarangan memungut sampah seperti FerLi!
Sewaktu berjalan ke arah parkiran, Alif melihat sebuah tong sampah, dia langsung membuang gaun dan ponsel FerLi.
Saat ini, FerLi masih membersihkan setiap tubuhnya dalam kamar mandi.
__ADS_1
FerLi sudah pikirkan semuanya. Dia tidak akan mau jika alif membawakan baju murahan. Dirinya sudah hampir menjadi istri Presdir to. Pastinya harus memakai pakaian yang bermerek dan mahal. LV atau Channel barulah sepadan dengannya.
Dia juga perlu sebuah mobil. Mungkin dirinya lebih sesuai dengan mobil BMW Benz, kalau tidak mendapatkan mobil sebegitu mahal itu, setidaknya Porsche atau Ferrari. Pokoknya harus seharga minimal 600 juta Rupiah, jika harganya di bawah itu, dia akan merasa dirinya tidak dihargai sebagai istri Presdir.
Mengenai tempat tinggal...
Sementara ikuti alif. Masih bisa diterima jika dia tinggal di villa, kalau tinggal di rumah biasa, dia akan langsung menolak. Dirinya adalah istri Presdir, tentu saja harus tinggal di rumah yang lebih mewah!
FerLi juga sudah mempertimbangkan urusan pekerjaan. Tidak baik kalau terus-terusan di rumah, wanita harus memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri.
Bagaimana kalau menjadi Wakil Presdir di Perusahaan Bakti, tetapi tidak tahu apakah ada posisi Wakil Presdir?
“Tidak peduli, yang penting mulai hari ini, aku harus mengejar kesempatan ini dan mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri. Saat itu, aku akan memperhitungkan setiap hal pada semua orang yang pernah menindas aku. Benar! pemikiran ini memang sangat masuk akal!”
FerLi mandi selama kurang lebih setengah jam, sekarang tubuhnya sudah sangat bersih. Setelah keluar dari kamar mandi, FerLi melihat alif masih belum kembali. Saat ini dia masih merasa tenang, FerLi masih terus membayangkan hal yang menyenangkan hatinya.
Lagi pula jarak dari tempat ini ke kota juga lumayan jauh. alif juga butuh waktu untuk membeli barang-barang yang bermerek seperti LV atau Channel.
FerLi berbaring di atas tempat tidur, dia menyelakan televisi sambil menunggu alif.
Sewaktu menonton televisi, sesekali dia juga tertawa sendiri karena membayangkan kehidupan dirinya ketika sudah menjadi istri Presdir. Dia akan merasa bangga dengan tatapan orang lain yang begitu iri hati dengannya...
Waktu berjalan dengan cepat, sudah dua jam berlalu.
Dia melihat ke arah jendela dan melihat hari sudah mulai gelap. Kenapa alif masih belum kembali?
FerLi mulai merasa panik dan saat ini baru teringat harus menelepon Alif.
Dia mencari di seluruh kamar tetapi tidak menemukan ponselnya. Apakah ketinggalan di mobil alif ?
FerLi mencari sekali lagi. Dia menyadari gaun pengantin yang dia pakai juga tidak ada dan pakaian dalam juga tidak ketemu.
FerLi sangat panik dan ingin menangis, dia mempunyai firasat yang tidak baik.
Jantungnya berdetak dengan cepat dan berharap Tuhan menjaga impiannya.
Semakin dia berdoa maka pemikiran dia semakin berantakan, FerLi berpikir mungkin Alif meninggalkan dirinya begitu saja.
FerLi merasa ketakutan dan merasa takut impiannya akan hilang begitu saja, karena sebelumnya dia pernah bersalah pada alif.
Satu jam berlalu, saat ini FerLi berani memastikan keadaan terpuruk ini adalah sebuah kenyataan.
“aliiiF! Bajingan! Kamu mempermainkan aku, kamu mengambil pakaian dan ponsel aku, aku akan membuat perhitungan dengan kamu!!!”
__ADS_1
Selesai berteriak, tiba-tiba terdengar suara ketuk pintu, juga terdengar suara yang begitu akrab...
“Apakah kamu memarahi Alif to ?”