Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Panti Asuhan 2


__ADS_3

Oek oek oek


Suara tangisan bayi yang baru saja mereka temukan begitu nyaring dan kencang. Ada yang ditugaskan untuk melapor ada pula yang ditugaskan untuk membuat susu formula.


Bahu membahu saling tolong menolong serta memiliki kesadaran dari dalam diri mereka sendiri, membuat Bu Ajeng sedikit banyaknya tertolong oleh kerja keras penduduk sekitar juga.


Para Ibu, bapak bapak dan warga sekitar sangat antusias dalam hal kebaikan, terlebih saat panti ini dalam keadaan bermasalah. Tak jarang mereka pun membantu dengan tenaga bahkan harta mereka.


Bukankah harta yang bermanfaat adalah harta yang bisa bermanfaat untuk orang banyak begitulah pendapat sebagian orang.


off


"Sejak saat itulah nak Verrel, kami semua di sini merawat Cantika" Ucap Bu Ajeng menerawang jauh melihat Cantika yang masih nyaman bermain bersama dengan anak anak panti.


Verrel tersenyum "Apa kedua orangtua saya salah satu donatur di sini?" Verrel bertanya menatap Bu Ajeng mencari ekspresi wajah Bu Ajeng.


"Alhamdulillah Nak Verrel, Bu Sukma dan Pak Firman adalah orang orang baik di sini, mereka adalah salah satu donatur tetap di panti ini Nak!" Bu Ajeng tersenyum melihat Verrel.


"Alhamdulillah, terimakasih infonya Bu" Tak lama kemudian datanglah salah satu penghuni panti yang membutuhkan bantuan Bu Ajeng.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Bu Ajeng pergi meninggalkan Verrel yang masih setia duduk di depan ruang administrasi yang menyimpan begitu banyak dokumen dokumen penting semenjak panti asuhan itu berdiri.


Flashback on.


Brak


Bu Sukma menyimpan dokumen dengan kasar saat Verrel dan Sabilla sedang menikmati sarapan pagi mereka.


Setelah menyimpan tehnya Verrel bertanya."Apa ini bu?" Verrel mengambil dokumen yang Bu Sukma simpan di samping tangan kirinya.


"Itu beberapa data perempuan yang akan kamu nikahi lagi"


Sekilas Verrel pun melihat Sabilla yang tenang tanpa ada ekspresi wajah marah ataupun cemburu. "Bu Verrel masih punya Salsabilla!" Ucap Verrel lembut yang tidak mau terjadi pertengkaran di pagi hari.


"Lalu kamu mau mempertahankan perempuan mandul ini, hah iya?" Bu Sukma menunjuk Salsabilla dengan dagunya yang lancip selancip mulutnya yang pedas.


"Bu..."


"Mas aku berangkat kerja dulu ya" Tanpa mendengar kelanjutan uacapan Verrel terlebih dahulu, Salsabilla pun pamit kepada Verrel dan juga ibu mertuanya.

__ADS_1


Setelah kepergian Salsabilla Verrel dan Bu Sukma pun terlibat perdebatan sengit diantara mereka.


"Kalo kamu gak mau menceraikan perempuan mandul itu, maka menikahlah dengan wanita pilihan Ibu lagi"


"Bu, ibu itu sama sama perempuan kenapa sih? tidak menghargai perempuan lain. Verrel kasihan sama Sabilla Bu, yang selalu ibu sindir bahkan terkadang ibu cela hanya karna belum ngasih Verrel keturunan!" Ucap Verrel dengan lembut mencoba menahan amarah yang sudah bersarang di dalam dadanya.


"Sampe kapan? ya sudah bujuk dia biar mau di poligami" Ucap Bu Sukma dengan kesal, karna Verrel belum juga menuruti perintahnya.


Verrel memejamkan netranya.


off.


"Mas!" Suara lembut Cantika membangunkan lamunan Verrel yang sedang terpejam.


Verrel tersenyum melihat Cantika sejenak, ternyata tadi itu hanyalah mimpi bayangan sementara yang masuk melalui ingatan memorinya.


Verrel pun tersenyum melihat wanita yang disayanginya kini berada tepat di depan netranya.


Dan Verrel berjanji di dalam hatinya bahwa dia tidak akan melepaskan seorang Cantika Ayundari.

__ADS_1


__ADS_2