
Gaji tahunan 2 miliar Rupiah adalah jumlah yang cukup besar!
Jika dibagi rata, maka 1 hari sekitar 4 juta Rupiah gaji ini benar-benar gila!
Edward sangat tertarik dan langsung menjalankan perintah dari alif ..
“Revolusi tidak melihat tinggi rendahnya martabat seseorang, pekerjaan juga tidak memandang jabatan yang diemban. Bukankah negara kita juga tidak terlalu memperhatikan masyarakat? Aku terima pekerjaan ini!”
“Aku akan melakukan apa saja asal bisa bekerja untuk Perusahaan Honeycom. Di mana aku dibutuhkan, maka aku siap membantu!”
Astaga, perkataan ini membuat alif terpaku.
alif merasa bocah ini memang tidak tahu diri dan benar-benar tidak tahu malu. Perusahaan Bakti memang tidak pernah membutuhkan orang seperti ini, dia malah berperan sebagai pahlawan yang tidak pernah menyerah.
alif kembali melihat Julia: “Beritahu aku! Dari mana kamu mendapat orang seperti ini?”
“Presdir, kenapa kamu menghina aku lagi, aku...”
Tidak menunggu Edward selesai berbicara, Julia langsung menahan dia dan menceritakan semuanya.
“Sebenarnya, pagi tadi sewaktu mengurus beberapa masalah di perusahaan pusat, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan gm cecep. Aku tahu Siska menghilang dan kamu merasa tidak tenang. Maka aku menyuruh dia untuk menjadi lelucon di sini.”
“Orang ini adalah tukang batu yang kutemukan di pasar. Upah setengah hari adalah 100 ribu Rupiah, akulah yang menyediakan pakaian itu untuk dia. ”
alif dari awal sudah menebak ada yang aneh, makanya dia terus melirik Julia
Tetapi memang harus diakui, karena ulah Edward membuat perasaan alif lebih membaik.
Sebenarnya dia cukup berterima kasih kepada Julia atas niat baiknya.
Bagaimana dengan Edward ?
Saat ini, Edward langsung menyalahkan Julia: “Kenapa kamu menceritakan semuanya? Bagaimana dengan gaji tahunan aku sebesar 2 miliar itu?”
Julia tertawa: “Kamu menganggap semua benar adanya? Presdir hanya bercanda dengan kamu, apakah kamu layak menerima gaji tahunan sebesar itu?”
Edward masih ingin berdebat, alif langsung memukul meja: “2 miliar itu perlu kamu harapkan lagi, tetapi 400 juta Rupiah masih ada untuk kamu. Kamu boleh menjadi sekretaris aku.”
“Hah?!”
Perkataan ini langsung membuat Julia dan Edward terbengong.
__ADS_1
Awalnya mengira semua ini akan berlalu tanpa jejak dan tidak akan mendapatkan apapun. Tidak terpikir alif akan memberikan gaji yang begitu tinggi.
Walaupun jauh dari 2 Miliar, tetapi 400 juta bagi dia adalah jumlah yang sangat besar.
Julia yang berada di samping bertanya: “Presdir, apakah kamu bercanda?”
Menurut penilaian Julia, bocah ini hanya layak menerima 200 ribu perhari.
Tetapi alif tidak merasa begitu: “Dia sangat berbakat dan cukup berguna, hanya saja apakah kita akan mempercayai dia atau tidak? Aku merasa dia cocok menjadi sekretaris aku!”
Perkataan alif membuat Edward terharu.
Dia sendiri juga tidak pernah membayangkan, suatu hari bisa bekerja di Perusahaan Bakti bahkan mendapat posisi sebagai sekretaris, benar-benar luar biasa...
Setelah makan siang, Edward langsung menjalankan tugasnya sebagai sekretaris. Dia membukakan pintu ruangan juga membukakan pintu mobil untuk Alif.. Melayani dengan kesungguhan hati dan cukup bersemangat.
Sewaktu masuk ke dalam mobil, dia duduk di sebelah Alif dan berkata: “Aku tidak bisa mengendarai mobil!”
alif langsung memberikan uang sebanyak 5 juta dan berkata: “Pergilah belajar mengemudikan mobil, aku menggaji kamu untuk menjadi sekretaris, apakah aku harus menjadi supirmu?”
Sewaktu Edward pergi, alif juga bersiap-siap beranjak dari sana.
Saat ini, Julia berjalan mendekati alif dan membicarakan tentang 40 juta Rupiah yang telah di pinjam Carmel temanku.
“Barang Carmel masih berada di dalam kantong celana, apakah kamu mau ikut denganku pulang ke rumah untuk mengambilnya?”
Julia tidak merasa heran, dia langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping Alif..
Sewaktu mobil melaju ke arah tempat tinggal alif, Julia juga mengungkit tentang Carmel .
Carmel sebenarnya adalah pekerja di panti jompo. Kemarin dia berusaha meminjam uang juga karena ingin membantu salah satu orang tua dalam kondisi darurat.
alif tidak akan melakukan hal seperti ini, tetapi bukan berarti dia tidak mengagumi orang seperti Carmel .
Terutama setelah mendengar bahwa panti jompo sedang kekurangan donatur, alif langsung membuka mulut dan menyumbangkan sekitar 10 miliar Rupiah.
Perkataan ini membuat Julia semakin senang, dia harus segera memberi kabar kepada Carmel .
Carmel terharu dengan berita ini dan meneteskan air mata, dia terus berterima kasih kepada alif.
Kebetulan sore ini mereka tidak sibuk, maka setelah mengambil barang Carmel, mereka langsung mengunjungi panti jompo.
__ADS_1
Dalam perjalanan, sewaktu melihat kaca spion kanan. Alif merasa Julia terus memperhatikan dirinya.
Julia menyadari tatapan alif dan langsung memalingkan wajah ke arah lain karena merasa canggung.
Beberapa kali terulang, alif langsung bertanya: “Apakah kamu menyukai aku?”
Karena isi hatinya sudah ditebak dan Julia mulai salah tingkah: “Tidak Presdir To, jangan sembarangan menebak!”
Melihat wajah dan telinga Julia yang memerah karena panik, alif langsung memastikan 90% hal ini memang benar adanya.
Hal ini juga membuat alif merasa tidak enak hati, walaupun kesannya terhadap Julia masih lumayan, tetapi hal seperti ini...
Benar-benar sulit di jelaskan, hatinya masih sangat berantakan karena masalah Siska .
Maka Alif tidak lagi melanjutkan pembahasan, begitu juga dengan Julia.
Tetapi Julia sesekali masih melirik Alif, sambil tertawa sendiri dan seperti orang bodoh.
Walaupun alif menyadarinya, tetapi dia hanya bisa berpura-pura tidak tahu. Akhirnya mereka tiba di panti jompo.
Kebetulan pemilik yayasan panti jompo yang bernama Emak sedang mengkhawatirkan masalah keuangan panti jompo.
Walaupun mendapat sedikit bantuan dari negara, tetapi benar-benar tidak cukup untuk menyediakan semua kebutuhan orang tua yang berada di sana.
Yang paling mengkhawatirkan adalah, belakangan ini mereka telah menyinggung Johan, maka dia menggunakan kesempatan ini menghentikan semua sponsor, bahkan biaya rumah sakit untuk para orang tua di panti jompo juga dihilangkan.
Emak yang sudah berumur 50 tahunan sedang melihat ke arah luar jendela sambil memikirkan hal ini.
Walaupun cuaca sangat cerah tetapi hati Emak begitu sayu: “Apakah hanya bisa berharap kepada Johan ?”
Saat itu, Carmel berlari dan menghampirinya.
“Ibu Emak, ada kabar gembira!”
“Apakah kamu masih ingat, sewaktu di rumah sakit aku pernah bertemu dengan orang baik? Tidak terpikir, ternyata dia adalah Presdir To dari Perusahaan Bakti dan dia berjanji akan mensponsori dana sebesar 10 Miliar untuk panti jompo ini.”
Emak terlihat lebih bersemangat setelah mendengar kabar baik ini.
“Orang baik. Di dunia ini masih banyak orang baik!”
“Carmel, panti jompo ini telah mendapat bantuan...”
__ADS_1
Sewaktu Emak merasa senang, tiba-tiba ada 20-an preman yang ingin mencari masalah dengannya.
Mereka membawa senjata dan terlihat begitu jahat!