Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup
Surabaya


__ADS_3


Surabaya kota ke dua terbesar setelah Jakarta ini memiliki banyak sekali kenangan untuk seorang Cantika Ayundari. Berat, pastinya sangat berat ketika seseorang harus pergi meninggalkan tempat Ia dibesarkan.


Begitupun dengan Cantika, setelah beberapa minggu yang lalu Verrel mengajaknya pergi untuk beberapa tahun kedepan. Entah sampai kapan? karna Verrel sendiri belum bisa memastikan kapan akan kembali ke kota Surabaya lagi.


Meskipun menampilkan wajah yang ceria, bahagia tanpa beban, tetapi tetap saja tidak bisa menyembunyikan hati kecil Cantika yang juga merasakan kesedihan yang mendalam saat akan meninggalkan kota Surabaya kota tempat Cantika dibesarkan.


Setelah selesai dengan raja dan ratu sehari Yoga - Anggita. Verrel membawa pergi Cantika untuk sekedar berjalan jalan keliling alun alun di kota Surabaya.



"Malam ini, milik kamu! dan esok kita akan pergi ke panti untuk menghilangkan rasa rindumu sayang" Verrel tersenyum melihat sejenak Cantika kemudian memusatkan kembali pada kendaraan yang sedang Verrel kendarai.


Cantika yang sedang melamun melihat ke luar jendela seketika menoleh mendengar ucapan Verrel.

__ADS_1


"Coba ulangi lagi Mas" Verrel tersenyum melihat sejenak Cantika.


"Kita turun dulu yuk! minum teh di angkringan kayaknya enak" Verrel mematikan mesin kendaraannya kemudian mengajak Cantika agar keluar.


Setelah Verrel keluar dan tidak juga melihat Istrinya keluar, Verrel membuka kembali pintu kendaraannya.


"Kenapa? ayo turun!" Verrel menundukkan tubuhnya untuk berbicara dengan Cantika. Cantika yang diam belum juga merespon ucapan Verrel.


"Sayang ayo! kok melamun" Verrel seolah bingung dengan keadaan istrinya yang hanya diam saja.


"Mas kitakan baru aja makan! kenapa ngajak aku ke tempat makan lagi" Cantika masih terdiam duduk di atas kursi kendaraannya sambil menatap Verrel.


Cantika hanya menggelengkan kepalanya masih menatap Verrel.


Verrel membuang nafasnya kasar, sudah Ia duka Cantika melamun sejak tadi. Raganya ada bersama Verrel tetapi pikirannya sedang terbang entah kemana.

__ADS_1


"Mas ngajak kamu minum teh di angkringan langganan kamu sayang!"


Tanpa menjawab Cantika segera keluar dari kendaraan yang dia tumpangi. Setelah keluar dengan sempurna Verrel mengulurkan tangannya untuk Cantika genggam, dan merekapun memasuki angkringan dengan bergandengan tangan saling melempar senyuman satu sama lain.


Tanpa Cantika sadari, Verrel bisa merasakan beberapa perubahan pada sikap Cantika, setelah dirinya mengatakan bahwa mereka berdua akan pindah sementara ke Riau.


Dan untuk menebus rasa bersalahnya, malam ini Verrel akan membawa Cantika berkeliling kota Surabaya untuk mengukir kenangan yang akan mereka ingat sampai kapanpun di kota kesayangan istrinya tersebut.


"Kamu kok melamun sayang" Verrel bertanya setelah mereka duduk sempurna di sebuah angkringan yang menyediakan tempat lesehan untuk mereka yang suka dengan duduk tanpa kursi.


Cantika tersenyum "Gak kok Mas, mungkin itu hanya perasaan kamu aja" Cantika masih menyembunyikan perasaannya.


Verrel menatap lekat netra Cantika "Kamu belum bisa menyembunyikan perasaan kamu sayang, Mas tahu kamu menyimpan masalah kamu sendiri. Mas minta maaf jika itu ada hubungannya dengan Mas, sayang!" Verrel membelai pipi Cantika lembut.


"Kamu ini bicara apa sih Mas, aku bener gak papa kok" Cantika tersenyum masih kuat dengan pendiriannya untuk tidak bercerita.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian pesanan merekapun tiba, Cantika tersenyum dan berterimakasih kepada pelayan yang melayani mereka berdua.


"Oke, kamu nikmati dulu malam ini. Tapi setelah itu kamu harus cerita apapun yang kamu rasakan"


__ADS_2