
Untuk menghadapi Johan , alif sudah menyiapkan dua hal.
Tetapi baik dari pihak Hardi maupun Cecep membutuhkan waktu tertentu.
Untungnya dia tidak di buru waktu. Masih ada 7 hari menjelang pelelangan. Cukup untuk mematangkan rencana terselubung .
Maka dari itu, beberapa hari ke depan, alif terlihat biasa-biasa saja. Pagi hari dia sekolah, malam hari dia pulang ke Perusahaan dan belajar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bisnis bersama gm cecep , sambil mencermati perkembangan tata letak. Segalanya terlihat normal-normal saja.
Sore itu, alif sedang membereskan barang-barangnya dan bersiap pergi dari sekolah. Lalu dia menerima telepon dari Siska dan pergi ke Klub Yonkert.
Di dalam Klub Yonkert, alif bertemu dengan Siska. Dia juga bertemu dengan banyak pria tampan dan wanita cantik yang menjadi anggota di Klub Yonkert.
Dia menyapa orang-orang yang dia kenal sambil menghampiri Siska. “Ketua Klub yang terhormat, Mengapa Anda mencariku orang kecil ini?”
Sapaan seperti ini membuat Siska merasa segan. Dia menggenggam kepalan tangan dan meninju alif dengan ringan.
“Kamu jangan sembarangan bicara. Apanya yang orang besar orang kecil?”
Kemanjaannya membuat orang suka padanya. Lagipula gerakan-gerakan kecilnya yang mesra membuatnya terlihat seperti pacar yang manja.
Orang-orang di sekitar mereka yang melihat hal ini pun bersorak:
“Duh, Ketua klub kami yang cantik sedang jatuh cinta. K cantik ini akhirnya digerogoti babi juga ( perumpamaan: wanita cantik berpasangan dengan pria yang biasa-biasa saja ).
“Ketua Klub, kapan kalian berencana untuk menyebarkan undangan. Kita harus mulai menyiapkan angpao…”
Suara orang-orang itu bergemuruh, membuat Siska makin merasa segan dan malu. Mukanya menjadi sangat merah. “Kalian jangan bicara sembarangan!”
“Sudah, sudah. Kalau kalian masih bicara sembarangan juga, setelah ini kita tidak jadi makan bersama. Langsung bubar saja!
Setelah Siska bicara seperti itu, baru yang lainnya berhenti mengatainya.
Kemudian dia mulai menjelaskan kepada alif Anggota-anggota Klub Yonkert memintanya mengadakan acara makan bersama untuk merayakan dia diangkat sebagai Ketua Klub yang baru dan untuk merayakan Perusahaan bakti yang bersedia untuk lanjut mensponsori Klub Yonkert.
“Meskipun makan-makan dengan menggunakan uang sponsor dari Perusahan bakti terkesan kurang pantas, tetapi anggap saja aku yang meminjamnya. Akan segera aku kembalikan.”
Siska takut alif salah paham dan mengira dia serakah dan senang memanfaatkan uang bersama demi kepentingan sendiri. Dia cepat-cepat menjelaskan.
Dia tidak tahu bahwa alif ada hubungannya dengan Perusahaan bakti . Tetapi hal seperti ini menyinggung harga diri. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman.
alif tertawa: “Sudah seharusnya. Bukan masalah besar. Tetapi untuk apa kamu memanggilku ke sini? Aku kan bukan anggota Klub Yonkert.”
Siska menjelaskan: “Karena berkatmulah Klub Yonkert dapat berhasil memperoleh investasi dari Perusahaan bakti. Tentu saja aku harus mengundangmu.”
Baiklah, lagipula makan di manapun sama saja. Makan bersama pria tampan dan wanita cantik sebanyak ini juga bukan sesuatu hal yang buruk.
Setelah itu, mereka semua bersama-sama berjalan keluar dari sekolah.
Tadinya di sepanjang jalan banyak yang saling mengobrol dengan senangnya. Tetapi ada seorang wanita bernama cila yang muncul di belakang Siska . Atmosfirnya langsung berubah.
cila juga merupakan anggota dari Klub Yonkert. Dia mempunya hubungan yang tidak jelas dengan mantan Ketua Klub Budi. Semua orang tahu akan hal ini.
Tetapi ini adalah masalah pribadinya sehingga tidak ada orang yang memedulikannya.
Sekarang dia malah memunculkan diri di sebelah Siska dan mulai menceramahinya.
“Ketua Klub, bukannya aku ingin menceramahimu, tetapi kamu sungguh bodoh!”
“Kamu bisa mencari siapa saja untuk dijadikan pacar, mengapa kamu harus mencari orang malas seperti alif ?”
“Tidakkah kamu tahu, tidak sedikit pria-pria keturunan orang kaya yang menanyakan tentang dirimu kepadaku. Beri tahu aku, kamu suka yang seperti apa. Banyak uang? Tampan? Lembut? Keren? Kamu mau yang seperti apapun ada. Kamu, kamu malah memilih mahluk seperti ini. Yang benar saja.”
“Kalau aku boleh sarankan, sebaiknya cepatlah kamu tendang pergi saja dia. Jangan sampai terlambat, nanti menghambat masa depanmu yang cerah!”
cila ini sama sekali tidak memandang alif. Saat dia bicara seperti itu, alif ada di sebelahnya.
Mengenai apa reaksi alif mendengar kata-katanya, cila sama sekali tidak peduli. Jelas-jelas tidak menghargainya sama sekali.
Dia tidak menghargai alif tidak berarti Siska juga tidak menghargai alif.
Mendengar kata-kata cila , jelas sekali bahwa Siska merasa sangat tidak senang.
cila Kita sama-sama teman sekolah. Perhatikan kata-katamu kalau bicara!”
cila terkejut. Lalu dengan memelas berkata: “Ketua Klub, memang hatimu terlalu lemah dan kamu sangatlah lemah dan pemalu. Maaf.”
“Kalau begitu baiklah. Tunggu saja. Serahkan hal ini padaku, aku akan membantumu!”
Jelas sekali bahwa cila salah menangkap maksud Siska. Tetapi saat ini sudah terlambat bagi Siska untuk menghadangnya.
cila menolehkan kepalanya ke arah alif Tatapan matanya dipenuhi hinaan, seperti melihat pengemis bau.
alif, kita semua setidaknya pernah menjadi teman sekolah. Aku rasa sesama teman sekolah seharusnya saling membantu. Karena kemampuanmu terbatas, aku tidak akan menyalahkanmu. Tetapi kamu juga jangan membebani Siska dan menghalangi kemajuannya, benar tidak?”
“Apa lagi, zaman sekarang yang penting bukan lagi kelebihan seseorang. Apa itu kelebihan seseorang? Sekarang ini yang paling penting adalah kelebihan uang!”
“Jangan menyalahkan aku karena aku sangat realistis, karena ini juga merupakan realita di komunitas masyarakat kita sekarang ini. Kedudukan wanita seperti kita sudah meningkat cukup tinggi.
__ADS_1
Sekarang kita bukan lagi sekedar aksesoris milik pria. Maka dari itu kita perlu menggunakan perias wajah yang berkelas tinggi untuk menjaga diri kita, dan kita juga memerlukan baju dan tas-tas bermerek untuk menjaga kesan kita.”
“Kamu? Apa yang kamu miliki? Kemisikinan?”
cila masih ingin melanjutkan kata-katanya, tetapi Siska sudah tidak tahan mendengarnya. Saat itu dia sangat marah.
“Cukup! cila kamu sangat keterlaluan!”
Amarah Siska betul-betul mengejutkan cila.
Dia menatap Siska tidak percaya: “Ketua Klub, aku bicara seperti ini demi kebaikanmu. Mengapa kamu begitu galak terhadapku?”
“Sini. Kamu lihat baik-baik bajuku, tasku dan sepatuku. Kalau kamu total-total, harganya bisa lebih dari 2 juta
“Kamu? Hanya wajahmu saja yang lebih cantik dan bentuk tubuhmu lebih bagus. Tetapi kamu hanya mengenakan barang-barang diskon dari pinggir jalan, sama seperti si alif ini . Apakah kamu tidak merasa sayang? Aku saja merasa sayang melihatmu seperti itu.”
“Aku sudah mengatakannya kepadamu. Ada berapa banyak pria-pria keturunan keluarga kaya yang mengantri untuk menjadi pacarmu!”
“Ketua Klub, dengarkan aku. Terserah kamu pilih yang mana saja, mereka lebih kuat ribuan kali, tidak, jutaan kali lipat dibandingkan Perusahaan bakti …”
cila masih saja sibuk membujuknya, terdengar seolah itu semua demi kebaikan Siska.
Tetapi alif tidak merasa seperti itu. “Apakah pria-pria keturunan orang kaya itu menjanjikan sesuatu padamu ?
Asalkan kamu berusaha dengan berbagai cara menjadi germo demi keberhasilan mereka, mereka akan memberikan keuntungan untukmu. Tas yang kamu bawa itu, apakah itu adalah jaminan sementara dari mereka?”
Kenyataannya memang seperti itu. Maka dari itu, karena dirinya tertangkap basah, rasa malu Cila menjadi amarah.
“Omong kosong! Siapa yang kamu sebut germo. Aku sama sekali tidak menerima keuntungan apa-apa dari mereka. Aku benar-benar memikirkan kepentingan Ketua Klub!”
“Jelas-jelas karena kamu miskin, tidak punya uang. Maka dari itu kamu sengaja menuduhku!”
“Orang miskin seperti dirimu, jangankan makan bersama dengan kami. Bernapas di udara yang sama saja aku takut tertular penyakit miskinmu! Tebal sekali mukamu, berani-beraninya menuduhku. Apa kamu sudah tidak punya rasa malu?”
cila masih ingin lanjut memarahinya, tetapi Siska angkat bicara: “Cukup. cila, kalau masih ingin kamu teruskan, aku akan mengusirmu dari Klub Yonkert!”
Melihat Siska benar-benar marah, akhirnya Cila menutup mulutnya.
Tetapi sebelum dia menutup mulutnya, dia tidak dapat menahan diri untuk menambahkan satu kalimat.
“Ada seseorang yang tak tahu malu, hari ini ikut dengan kami sehingga mendapat keuntungan dan dapat makan enak di Restoran bulan bersama kita malam ini. Cih!”
Mulut rombeng itu pintar sekali bicara.
Baiklah. alif ingin melihat, makanan enak apa yang akan mereka dapatkan di Restoran bulan malam ini!
Wanda adalah gadis yang sangat cerdas, dan sangat termotivasi. Hanya dalam beberapa hari, dia telah terbiasa dengan sistem manajer shift, dan pekerjaannya luar biasa baik. Bos evan sangat senang, dan berpikir alifti membantunya menemukannya seorang yang berbakat.
"Seperti yang diharapkan dari Presdir To, bisa melihat bakat dari dirimu. Tentu saja, ini tidak terlepas dari upaya pribadi kamu, jadi Wanda, kamu harus bekerja keras, aku sangat optimis tentang dirimu!"
"Terima kasih bos!"
Setelah evan pergi, di dalam hati Wanda sangat senang, dan dia sangat bangga dan senang bisa mendapat pujian dari seorang bos.
Namun, dia sangat berterima kasih kepada alifto, jika tidak ada alif, maka sampai sekarang dia masih akan tetap menyajikan hidangan saja!
Memikirkan alif , kegembiraan wajah di Wanda perlahan menghilang, dan dia tidak tahu apakah dia akan memiliki kesempatan untuk bertemu lagi kelak.
"Manajer wanda, Manajer wanda, banyak tamu datang di depan, tiga puluh atau empat puluh orang, mereka berkata mereka akan makan malam bersama".
Mendengar teriakan dari walkie-talkie, Wanda segera memperbaiki suasana hatinya dan pergi ke lobby dengan senyum hangat.
Baru saja masuk, dia melihat alif sekilas di kerumunan.
Sebelumnya dia masih bertanya-tanya apakah dia masih bisa melihat alif lagi, tetapi alif muncul di depannya saat ini, dan ini sangat membuatnya terkejut senang.
Tetapi pada saat berikutnya, dia melihat alif mengedipkan mata padanya.
Dia malu. Dia sangat malu dirinya digoda di depan orang banyak.....
Tetapi kemudian dia tiba-tiba menyadari bahwa alif tidak menggodanya sama sekali, tetapi menyuruhnya untuk tidak mengungkapkan identitasnya.
Setelah memahami ini, Wanda sangat malu sehingga diam-diam dia memarahi dirinya sendiri karena tidak tahu malu.
Wanda menyapa dengan hangat dan telah mengatur dengan baik.
Hanya saja ada suara yang sangat sumbang di antara kerumunan tersebut, cila berteriak dan berfoto selfie, serta meminta orang-orang disekitar untuk membantunya mengambil gambar.
Tipe orang yang sangat membosankan, yang ingin pergi ke toilet dan segera mengambil foto untuk membuktikan bahwa dia telah menggunakan toilet yang mewah.
Wanda, sebagai manajer, memiliki kewajiban untuk mengingatkan tetapi tidak mengingatkan.
Pada waktu memesan makanan, sikap cila sangat buruk.
Ketika dia berada di toko orang, para penjual menggangapnya seperti raja, tetapi dia memperlakukan orang lain seperti kotoran.
Ketika melihat bahwa satu set peralatan makanan yang sangat bagus, dia diam-diam memasukkan ke dalam tasnya.
__ADS_1
Dia pikir tidak ada yang melihatnya, Wanda hanya menghormati alif jadi dia tidak mau mengukapkannya.
Ketika alif keluar untuk merokok, dia bertemu dengan alif :
"Presdir To, gadis bernama cila itu memiliki sikap yang sangat tidak baik, kami telah menerima banyak keluhan pelanggan karena dia".
"Lalu kenapa kamu tidak mengikuti aturan toko? Aku tidak kenal dia".
Wanda awalnya merasa sedikit tidak enak, karena takut hal ini akan membuat alifl kesal.
Setelah memikirkannya, alif berkata bahwa dia tidak mengenalnya, dan Wanda tahu apa yang harus dilakukan.
Setelah kembali ke rumah, aluf terus makan, dan sementara cila terus mengejek.
"Ada apa, pergi ke toilet untuk mengosongkan perut, kemudian kembali lagi untuk mengisi perut kembali?"
"Cepat dan makanlah makananmu. Tidak banyak kesempatan untuk makan di tempat seperti ini. Ini mungkin makanan terakhir dalam hidupmu!"
cila mengolok-olok terus menerus, dan alif tidak repot-repot mengatakan apapun padanya dari awal sampai akhir, alif menganggap dia seperti seekor anjing yang sedang menggonggong saja.
Siska melirik cila , dia benar-benar sedih, Bagaimana bisa ada orang rendahan seperti itu?
Selanjutnya, cila terus-terusan mengejek, dan suaranya tetap nyaring.
Semakin gembira dia berteriak di sini, dan semakin membuat dia merasa sangat hebat.
Bahkan saat pelayan datang untuk mengingatkan sampai dua kali saja, dia tetap tidak peduli.
Kemudian sampai ketiga kalinya pintu ruangan tersebut dibuka, dan bukan pelayan yang masuk, tapi Wanda bersama satpamnya.
"Para tamu yang terhormat, kami benar-benar minta maaf. Sebagai perusahaan dalam bidang makanan, penting untuk menjamin rasa kenyamanan dalam bersantap makanan di sini, dan juga merupakan kewajiban untuk memberikan kenyamanan para tamu".
"Tapi sekarang beberapa tamu mengeluh tentang Nona cila ini , mengeluh bahwa dia berisik sekali, dan sangat mempengaruhi situasi makan mereka sehingga menjadi sangat tidak enak".
"Jadi toko kami memutuskan, Nona cila untuk tolong segera keluar, kami tidak menginginkan kamu berada di restoran kami!"
Ketika kata-kata ini diucapkan,cila, yang awalnya cukup senang, langsung tercengang.
Lagi pula dia tidak menyangka, restoran ini berani mengusir tamu!
Setelah tertegun, cila menjadi marah dan berteriak dengan panik.
"Aku adalah tamu, aku berhak makan dengan bebas, aku akan pergi ke Asosiasi Konsumen untuk menuntut kamu!"
Tidak hanya mengecilkan suaranya, bahkan malah sebaliknya, suaranya semakin besar dan tidak memedulikan siapapun.
Tetapi kenyataannya tidak demikian, dan Wanda tidak perlu lebih keras darinya.
Kemudian, Wanda melambaikan tangannya, dan satpam masuk ke ruangan untuk menarik orang, dan dengan paksa menarik Cecil Feng dari meja makan.
Pada saat itu, cila Feng mulai melolong dan menjerit seperti tikus.
"Restoran bulan ini menindas orang, restoran ini menindas seorang tamu, dan mengusir tamu....."
Segala macam omong kosong telah menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.
cila juga mengharapkan semua orang membantunya berbicara, jadi dia berteriak lebih keras dan lebih bersemangat.
"Menurutmu kalian restoran macam apa kalian ini, piring-piringnya rusak, dan piring serta sumpitnya tidak di desinfeksi, semuanya kotor!"
Dia mengatakan hal yang tidak baik, dan membuat wajah Wanda pucat.
"Oke, apakah kamu memfitnah kami? Tadi aku masih menganggapmu sebagai seorang perempuan dan memberimu sedikit harga diri. Sekarang kamu tidak tahu malu, maka jangan salahkan kami karena bersikap tidak sopan!"
Kemudian, Wandamengambil tas dari cila secara langsung dan membukanya di depan umum.
Setelah mengeluarkan satu set peralatan makan yang sangat indah dengan tanda Restoran bulan dari dalam, Wanda langsung menunjukkannya kepada semua orang.
“Semua lihat, ini yang dia katakan piringnya rusak dan piringnya tidak didesinfeksi. Jika kamu tidak melihat peralatan makan semacam ini, mengapa kamu bisa memasukkannya ke dalam tasmu, karena peralatan makan kami harganya sekitar 640 ribu rupiah per set ? "
"Tadi aku melihatmu memasukan barang itu ke dalam tasmu, aku tidak enak untuk membuatmu malu, aku khawatir kamu akan malu di depan begitu banyak teman sekelas, tapi kamu bahkan dengan berani memfitnah kami!"
Kata-kata Wanda dan barang-barang yang ditemukan di tas Cila membuat wajah Cila memerah, dan membuat orang-orang di sekitarnya, termasuk teman-teman sekelasnya, mencibir padanya:
"Orang macam apa itu, aku pernah mendengar seseorang mengambil tusuk gigi, tapi ini pertama kalinya aku melihat ada orang yang mengambil peralatan makan. Aku tidak menyangka ada seseorang yang memiliki perilaku jelek seperti ini!"
"Cila, aku sangat malu menjadi teman sekelasmu, semua orang keluar untuk makan malam bersama, dan kamu mencuri peralatan makan!"
"Sialan, aku baru ingat, jam tangan baru yang kubeli tahun lalu menghilang setelah menunjukkannya kepada Cila Awalnya aku mengira jam itu diambil oleh seseorang yang lewat ... Cil, apa kamu yang mencuri jam tanganku!!!"
Terkepung oleh kata-kata semua orang, Cila tidak bisa bersilat lidah lagi. Selain itu, dia benar-benar mengambil barang-barang itu. Bagaimana dia bisa membela dirinya.
Pada saat ini, dia sangat malu sehingga dia tidak dapat berbuat apa-apa.
Tetapi ketika dia melihat alif matanya bersinar dan dia punya ide--
"Itu dia. Dia yang meletakkan peralatan makan di tasku. Orang yang benar-benar menjebakku adalah pria miskin ini!"
__ADS_1