Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Bab 15 Orang baru


__ADS_3

"Pak Hati hati! Kalau nyetir." Ucap Andrew kepada sopir ketika mendadak


ngerem.


"Ini tuan ada orang yang nyeberang sembarang an." Sopir pun mengatakan alasan nya mengapa diri nya ngerem mendadak.


Seorang ibu dan anak putrinya seperti sedang ada masalah, Ibu nya tiba tiba mengetuk ngetuk kaca mobil belakang.


"Tolong... Pak tolong kami." Ucap seorang ibu yang mengetuk ngetuk kaca belakang yang ditumpangi Andrew, Seperti nya orang tersebut merasa ketakutan, serta mengendong anak nya...


"Tolong kamu bukak jendela." Intruksi andrew kepada sopir, Karena melihat seorang ibu yang mengetuk ngetuk kaca jendela.


"Baik tuan."Setelah kaca jendela terbuka. ibu itu langsung meminta pertolongan pada Andrew.


"Pak tolong bukak Bantu saya! Tolong pak."


"Andrew?" Ucap Seorang ibu tersebut.


"Dea..."


"Ndrew tolong aku ndrew Dan anak ku." andrew membukakan pintu mobil kepada dea dan anak nya yang sedang menangis.


Dea merupakan mantan andrew pada masa sma nya dulu, Dengan raut wajah ketakutan. Dea lalu masuk ke dalam mobil setelah itu memeluk erah tubuh andrew, Andrew sempat di buat bingung karena perlakuan dea yang secara tiba tiba memeluk.


"Ndrew tolong aku. Ndrew Hiks Hiks Hiks." Tangis dea yang sedari tadi belum Berhenti.


"Iya... Pak jalan pak." Andrew pun memberi Intruksi kepada sopir nya untuk menjalankan mobil nya. Dirinya membiar kan dea menangis di pelukan nya.


Karin yang melihat ibu nya menangis diri nya juga Menangis di pangkuan andrew, Mereka berdua meluap kan perasaan an nya bersama. Andrew Yang melihat dea serta anak nya karin seperti nya prihatin.


"Tenang kan diri mu." Ucap Andrew sambil memberikan satu kotak tisu yang berada di mobil nya.


Tetapi dea masih saja memeluk andrew, Sampai andrew di buat risih dengan nya. Andrew mulai menyingkirkan tangan dea secara pelan pelan. Jas yang di pakai andrew juga mulai basah karena air mata dra yang terlalu deras.


"Berhenti sebenar pak." Setelah mobil andrew sedikit menjauh,

__ADS_1


"Ndrew tolong bantu aku ndrew, Tadi aku hampir di bunuh sama suami ku Hiks Hiks Hiks." Ucap dea yang mulai memohon kepada andrew.


"Maaf... Gue juga gak bisa bantu lo."


"Tolong ndrew... kali ini aja tolong, Aku juga mau kamu jadiin pembantu! Gak di bayar pun gapapa intine tolong bawa aku pergi dari sini." Dea memohon sambil menangis se jadi jadi nya ke pada Andrew.


"Iya om? Bantu in mamah Saya. Soal nya mamah tadi mau di pukul sama papah." Karin yang tidak kuat melihat mamah nya menangis, Diri nya pun ikut menangis.


Andrew yang tidak tega melihat sikap karin Memohon, Ia pun dengan terpaksa membawa pulang dea dan karin ke apartemen nya.


"Pak jalan ke apartemen."


"Siap tuan." Mendengar Intruksi dari majikan nya, Sopir itu segera menjalan kan mobil nya menuju apartemen.


"Makasih ndrew kamu udah bantu aku."


Andrew yang mendengar sikap dea, Hanya membalas nya dengan anggukan.


Di dalam mobil menuju apartemen andrew hanya Diam, Diri nya tetap bersikap angkuh di dalam mobil.


Sesampai di apartemen, Andrew Membuka pintu mobil sambil menggendong karin serta dea yang mengekor di belakang andrew.


Mereka bertiga naik lift menuju lantai apartemen nya, Setelah sampai di tujuan nya Andrew. Di depan pintu Apartemen nya andrew langsung Masuk membuka kode pada pintu nya.


Pintu pun terbuka Setelah itu ia menurun kan karin untuk duduk di sofa lalu menemui glory.


Glory duduk di kursi diri nya tetap fokus menghadap pada layar laptop nya, Sementara andrew datang menemui nya lalu memeluk glory dari Belakang.


"Baru datang ya." Sapa glory yang merasa ada yang memeluk nya dari belakang. Andrew memeluknya sambil menaruh kepada nya di pundak glory.


"Ada yang ingin aku bicara kan sama kamu."


"Tentang."


Andrew berjalan menuju tempat tidur diri nya mulai duduk di pinggir kasur nya,Sedang kan glory mengikuti andrew lalu duduk di samping nya.

__ADS_1


"Sayang Aku mau ngomong sama kamu, Kamu jangan marah ya." Bujuk andrew kepada glory sambil Mengelus pucuk kepala glo Setelah itu mencium nya.


"Tumben banget! Kalau mau ngomong, Ngomong aja kali." Jawab Glo di serta i senyum tipis di bibir nya.


"Gini! Tadi mas kan ketemu sama orang di jalan."


Andrew mulai ber cerita panjang lebar tentang Awal bertemu nya dengan dea dan karin sampai dia harus di bawa nya ke sini, Tetapi andrew hanya mengatakan bahwa dea merupakan teman nya waktu sekolah. Diri nya tidak mengatakan bahwa dea merupakan mantan nya saat sma dulu.


"Kalau itu mau kamu aku setuju setuju aja, Tapi nanti dia sama anak nya mau tidur di mana?kan ruang di apartemen kamu juga terbatas."


"Nanti dia bisa tinggal di apartemen sebelah, Gimana." Ucap andrew kepada glory, Saat ini andrew memang memiliki beberapa apartemen dan villa.


"Baiklah Kalau begitu." Ucap glory dengan senyum sedikit mengembang du bibir nya.


"Kamu gak keberatan kan."


"Enggak! Lagian sendiri an juga gak enak, Nanti kan dia bisa nemen ni aku." Ucap Glory lagi sambil Memajukan bibir nya, Andrew pun yang sedikit gemas kepala glo, Mencium bibir glo.


"Udah ah! Kamu itu!" Ucapa Glory yang sedikit menghindar karena perlakuan andrew, Tetapi andrew dengan sigap memegang pinggang glo sampai glo tidak bisa lari ke mana mana.


"Bentar! Kalau sama suami itu manggil nya gimana."


"Emmmm, Iya mas! Udah puas kan."


"Nah anak pintar."


"Udah dong nyium nya, Kasihan dea udah nunggu di depan." Glory mulai sedikit melepas tangan andrew, andrew pun juga begitu ia kembali melepaskan tubuh glo. Lalu pergi ber sama ke ruang tamu untuk menemui dea dan karin.


Dea yang melihat glory dan andrew sudah keluar dari kamar, Diri nya mengulurkan tangan kepada glo. Glo pun juga begitu dengan segera ia menerima uluran tangan dari dea.


"Duuuh! Andrew pasti belum menikah bukti nya dia se rumah dengan adik nya. Gak mungkin lagi dia mov on sama gue, Gue kan cinta pertama nya." Ucap dalam hati dea di sela sela berjabat tangan nya dengan glory, Ia pikir glo adalah adik dari andrew. Di lihat dari tubuh nya yang mungil serta wajah yang sedikit polos andrew dan glo bukan nya bak seorang suami istri, Melainkan Adik kakak.


"Silahkan duduk Lagi Kak." Ucap glory dengan sopan kepada dea.


Sesudah bertemu dengan dea, Glo berjalan menuju dapur untuk menyiap kan minuman. Di dalam dapur glory sempat bingung harus menyajikan minuman untuk dea dan karin ahkirnya ia mengambil 1 sachet coklat yang berada di atas kulkas lalu menyeduh nya dengan air panas yang sudah ada di dispenser

__ADS_1


__ADS_2