Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Drama


__ADS_3

Dokter maya pun datang ke ruangan lyra dan langsung memeriksa ke adaan lyra, Karena ada max di hadapan nya lyra pun merasa malu untuk mengatakan nya. Melihat ekpresi lyra yang terlihat begitu takut membuka mulut nya, Secara langsung max mengatakan kepada dokter maya.


Dokter maya pun mengangguk paham dan menyuruh lyra untuk membuka celana sedikit untuk di periksa, Lyra pun menolak perintah dokter untuk membuka celana nya. Karena max yang masih berdiri tegak di hadapan nya membuat lyra begitu merasa malu.


"Maaf dok kalau nanti gimana meriksa nya." Tolak lyra dengan suara pelan, Dokter maya pun hanya tersenyum menanggapi ucapan lyra.


Dokter maya yang sudah paham dengan wajah lyra yang terlihat merah merona, menandakan bahwa Orang nya begitu merasa malu. di depan seorang pria yang menurut nya merupakan suami nya berusaha untuk meyakinkan nya.


"Memang sering terjadi bahwa seorang istri sering merasa malu di hadapan suami nya." Dokter maya yang menjelaskan nya pada lyra.


Max yang mendengar penjelasan dari Dokter maya merasa bingung harus mengatakan apa pada lyra, Dirinya nya yang tadi nya ingin menemani lyra untuk memeriksa luka nya. Memilih pasrah keluar dari ruangan tersebut dan meninggal kan Dokter maya dan lyra berdua di dalam ruangan.


Lyra yang juga mendengar penjelasan dari Dokter maya juga merasa tampak bingung.


"Suami istri apa maksud nya ini!"


"Maaf... Sepertinya istri saya merasa begitu malu, Baiklah kalau begitu saya akan keluar." Pamit max kepada dokter maya, Dokter maya pun hanya mengangguk kan kepala nya.


"Ok Baiklah, Nanti saya akan mengabari anda tentang ke adaan bu Lyra." Ucap Dokter maya sebelum melihat max keluar dari ruangan nya, Max pun segera melangkah keluar ruangan tersebut.


Sementara lyra yang melihat interaksi antara Dokter yang akan memeriksa nya Dengan pria yang berada di hadapan nya masih merasa bingung. Dan mencerna satu persatu perkataan yang di katakan pria tersebut dengan Dokter maya.


"Jadi dia mengatakan bahwa diri ku adalah istrinya." Batin lyra yang sudah merasa kesal dengan pria yang baru ia temui semalam.


Tanpa berbasa basi lagi, Dokter maya pun segera memeriksa ke adaan lyra dan mengecek **** ********** lyra.


Lyra pun membuka celana nya Dengan pelan, Lalu menunjukkan nya pada Dokter maya. Dokter maya pun langsung memeriksa nya. Setelah selesai memeriksa luka di bagian bawah lyra segera keluar dari ruangan tersebut dan menemui max yang ia anggap merupakan suami dari pasien.

__ADS_1


"Sepertinya ini luka nya terlihat begitu parah, Hingga menyebabkan iritasi." Ucap Dokter maya Setelah memeriksa luka lyra, Lalu berjalan keluar menuju ruangan tersebut.


Di depan ruangan lyra, Sudah ada max yang sedari tadi menunggu untuk mengetahui ke adaan lyra. Dokter maya pun segera menyuruh max untuk ikut ke ruangan.


"Sepertinya anda melakukan nya terlalu kasar Dengan istri anda, Hingga menyebabkan memar pada area tersebut." Jelas Dokter maya pada max, Max pun mulai mengingat ngingat kejadian pemaksaan nya kepada lyra.


"Sepertinya begitu." Jawab max yang sudah merasa pasrah.


"Baiklah saya akan memberikan obat pereda sakit, Dan Setelah ini sebaik nya anda melakukan nya Dengan pelan kepada istri anda." Dokter maya yang memberikan saran pada max, Max pun menerima resep dokter dari Dokter maya dan segera keluar dari ruangan Dokter maya.


"Baiklah terima kasih."


*---------*


"Sudah... Apakah kou sudah merasa puas." Ucap andrew dengan sombong nya dan meminta mira untuk segera menjelaskan nya.


"Ya karena aku mencintai mu." Jelas mira sambil mengalungkan ke dua tangan nya di leher andrew, Andrew pun segera mendorong tubuh mira Hingga membuat nya terjatuh di lantay.


"Auuuuh sakit." Rintih mira yang merasa kesakitan karena andrew yang telah mendorong nya hingga terjatuh di lantay apartemen nya.


"SIAL..." Decak mira dan segera berdiri memegang tangan andrew.


"Ndrew aku benar benar mencintai mu ndrew, Kamu lah seorang pria yang selalu ada dalam hidup ku dan Kenapa kamu tega meninggal kan ku? Hiks Hiks Hiks." Mohon mira bersujud kepada andrew.


"Kamu mencintai ku kan..." Tanya andrew masih dengan sorot mata tajam nya.


"Iya aku mencintai mu... Aku mencintai mu Hiks Hiks Hiks." Jawab mira Dengan Tegas membuat andrew menyeringai tipis.

__ADS_1


Andrew pun memegang dagu mira Dengan lembut, Mira yang merasakan sentuhan lembut andrew. Merasa sedikit tenang, Karena ia mengira andrew yang tidak akan marah kepada nya.


"Kalau kamu mencintai ku tinggal kan aku sekarang! menjauh lah dari ku dan jangan mengganggu kehidupan ku." Tegas andrew yang langsung berdiri dari tempat duduk nya menuju pintu apartemen untuk keluar.


Mira yang di abaikan oleh andrew, Segera berdiri dan memeluk tubuh andrew dengan erat dari belakang.


"Aku tidak akan meninggal kan mu, Karena aku sangat mencintai mu." Ucap mira mencegah langkah andrew untuk keluar dari apartemen nya.


"Aku mohon jangan tinggal kan aku, Aku sangat mencintai mu, Hiks Hiks Hiks." Imbuh mira kembali.


Andrew yang merasa kan sentuhan mira pada pinggang nya, Melepas nya Dengan pelan. Kali ini dirinya tidak mau berbuat kasar kepada mira, Karena Mengingat dulu nya mira yang mau menemani nya di saat diri nya membutuh kan seorang teman.


Andrew pun memutar tubuh nya, Menatap bola mata Mira yang terlihat begitu sembab Karena akibat menangisi dirinya. Entah dirinya saat ini sedang melakukan drama nya atau tidak tetapi saat ini andrew begitu merasa kesakitan ketika melihat sikap mira Seperti ini, yang menurut nya terasa sangat berlebihan.


"TINGGAL KAN AKU, Karena melakukan hal konyol seperti ini akan menghabiskan waktu mu! Cari lah sese Orang yang benar benar mencintai mu." Andrew yang berusaha memberi pengertian pada mira, Karena menurut nya berbuat kasar kepada nya hanya membuat mira semakin mengejar nya.


"Tapi aku mencintai mu, Hiks Hiks Hiks." Mira yang bersikeras mengucapkan kata cinta nya kepada andrew, Meskipun andrew yang juga tetap menolak ucapan cinta dari mira.


Meskipun andrew yang terus mengabaikan nya, mira tetap meminta andrew untuk menerima cinta nya. Meskipun hal itu tetap percuma Karena status andrew yang sudah memiliki istri.


"Aku akan melakukan apapun untuk dirimu, Waktu ku hanya lah untuk mu dan aku tidak mau meninggal kan mu sampai diriku benar benar memiliki mu Hiks Hiks Hiks." Mira yang masih memohon kepada andrew, Melihat raut wajah andrew yang terlihat begitu tidak nyaman membuat mira tersenyum licik.


"Sebentar lagi."


Bersambung.


...Jangan lupa like dan komen nya ya kak, Makasih udah mau Mampir....

__ADS_1


__ADS_2