
Di dalam kamar, Lyra segera membuka paket tersebut. Beberapa botol minuman penggugur kandungan sudah ada di tangan Lyra. Dengan cepat Lyra langsung membuka segel botol tersebut.
"Sayang maaf pin mommy ya..." Ucap Lyra mengelus perut yang masih terlihat sangat rata sebelum meminum obat penggugur kandungan tersebut.
Glek....
Satu botol sudah di habis kan lyra dengan cepat, Kini membuka segel botol ke dua Untuk di minum nya kembali.
Glek...
"Auuuuh sakit... Ya tuhan ini sakit sekali." Rintih Lyra merasa kesakitan akibat meminum dua botol langsung minuman penggugur kandungan.
"Sakit... Hiks Hiks Hiks." Melihat darah yang mengalir di bagian bawah nya membuat lyra menangis kesakitan.
Tok Tok Tok...
"Sayang ini ada temen papah yang mau ketemu sama kamu." Ucap sarah yang baru datang Untuk memanggil putri ke sayangan nya.
"Auuuuh sakit.... Hiks Hiks Hiks mah sakit." Teriak Lyra kesakitan.
Sarah yang mendengar teriakan putri nya, Langsung membuka pintu kamar lyra. Melihat putri nya merintih kesakitan dan mendapati darah yang mengalir di kaki lyra. Membuat sarah semakin panik.
"Pah... Lyra pah..." Teriak sarah memanggil suami nya.
"Mah sakit... Lyra gak kuat mah... Hiks Hiks Hiks."Rintih Lyra menahan rasa Sakit pada bagian perut nya.
David yang baru datang melihat ke adaan putri nya yang sudah tidak sadar kan diri dalam ke Adaan yang sangat mengenaskan, Segera menggendong tubuh putri nya menuju rumah sakit.
Melihat raut wajah panik satu keluarga, Roy langsung membukakan pintu mobil dan membantu Lyra untuk masuk ke dalam mobil.
"Biar saya saja pak yang mengemudikan mobil." Ucap roy membantu rekan kerja nya david yang terlihat begitu panik.
"Baiklah, Makasih nak roy." David yang langsung memberi kan kunci mobil nya kepada roy, Karena dirinya juga tidak mungkin menyetir dalam ke Adaan Seperti ini.
__ADS_1
Rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, David segera memanggil suster untuk membantu putri nya. Para sustet pun langsung datang dengan mendorong brankar yang sudah di siap kan nya untuk membawa tubuh Lyra menuju ke dalam ruangan agar segera di tangani.
"Bapak sama ibu silahkan menunggu di depan, Dokter akan segera menangani nya." Perintah suster dengan ramah kepada david dan sarah.
David dan sarah pun Mengangguk, Mereka berdua menunggu Lyra di depan ruangan ugd untuk di tangani.
"Pah...! Nanti kalau ada apa apa dengan lyra Bagaimana." Sarah yang merasa sangat panik kepada putri nya.
"Tenang mah, Lyra gak akan Kenapa napa." Ucap David berusaha menenangkan putri nya.
Roy yang melihat kejadian tersebut merasa begitu prihatin, Dirinya memcoba menyuruh rekan kerja nya yaitu david untuk duduk tenang bersama istri nya. Dengan patuh david pun langsung duduk bersama istri nya Kemudian berterima kasih kepada roy.
"Makasih nak roy, Kamu sudah membantu saya dan putri saya tadi." Ucap David dengan sangat iklas kepada roy.
"Bukankah kita sesama manusia harus saling menolong."Ucap roy tersenyum ramah, Beberapa menit menunggu ahkirnya Dokter yang sudah menangani Lyra ahkirnya keluar juga.
"Bagaimana ke adaan putri saya dok." Ucap Lyra yang sangat cemas dengan ke adaan Lyra.
"alhamdulilah, Ibu dan janin nya selamat, Untung kalian membawa pasien ke sini dengan cepat." Dokter yang memberikan penjelasan kepada sarah dan david.
Sarah dan david yang belum paham maksud dari Dokter hanya saling menatap, Sementara roy terus menyimak penjelasan dari Dokter.
"Janin...! Maksud Dokter apa saya tidak paham" Tanya sarah yang belum mengerti penjelasan dari Dokter.
"Pasien saat ini tengah hamil, Saat ini usia kandungan nya memasuki minggu ke tiga. dan saya periksa tadi ibu lyra sudah meminum obat penggugur yang dosis nya sangat lah tinggi." Jelas Dokter.
Sarah yang mendengar penjelasan Dokter, meneteskan air mata nya. "Pah. Kenapa Lyra berbuat senekat ini pah." Sarah yang merasa sangat prihatin kepada putri nya yang dengan tega membunuh bayi yang tidak berdosa di dalam kandungan nya.
"Tetapi kalian tenang saja, Kami sudah membersih kan racun racun tersebut dan memberikan nya obat penahan kandungan, Untung saja janin yang berada di kandungan ibu lyra sangat lah kuat. Mungkin hanya menimbul kan efek kesakitan karena racun nya juga belum sepenuh nya keluar." Jelas Dokter lagi panjang lebar, Sarah yang mendengar penjelasan dari Dokter tampak merasa lega Meskipun dirinya yang baru mengetahui bahwa putri nya sekarang hamil, Tapi menurut tidak apa apa yang terpenting sekarang adalah putri nya dalam ke adaan sehat.
"Apa kita boleh menjenguk nya dok." David yang meminta izin kepada Dokter terlebih dahulu sebelum menjenguk putri nya.
__ADS_1
"Boleh... Tapi Setelah pasien di pindah kan ke ruang rawat, Saya pergi dulu pak. Kalau ada apa apa silahkan segera panggil pihak rumah sakit." Pamit Dokter dengan ramah.
"Baik dok, Terima kasih."Ucap sarah berterima kasih.
David yang melihat roy berada di samping nya ikut menyimak ke adaan putri, Meminta maaf pada rekan kerja nya tersebut. Karena sudah merasa tidak nyaman dengan tingkah anggota keluarga nya." Maaf nak roy, Saya minta maaf karena sudah membuat nak roy merasa tidak nyaman."
"Tenang saja, Seharus nya saya yang minta maaf kepada bapak david. Karena terlalu ikut campur urusan bapak david."
"Tidak apa apa, sekali lagi saya minta maaf." Ucap David yang sangat merasa bersalah, Dirinya yang ingin memperkenal kan anak nya pada anak dari teman nya tersebut merasa sangat tidak enak. Karena putri nya yang secara mendadak di kabar kan tengah hamil.
"Apa saya boleh melihat ke adaan putri anda." Tanya roy meminta izin.
"Silahkan."
Ruangan Rawat Lyra.
Di dalam ruangan, Lyra yang merasakan sakit pada bagian perut nya membuka mata nya pelan. Rasa Sakit yang ia rasakan sekarang tidak sesakit tadi Sehingga membuat nya sedikit bisa menahan nya.
Melihat ada mama nya yang berada di hadapan nya dengan berurai air mata, Membuat Lyra semakin syok.
"Mah apa dirinya sudah keluar mah." Ucap Lyra ber tanya tanya kepada mamah dan papah nya.
"Sayang! Tenangkan dirimu." Sarah yang mencoba menenangkan Lyra.
"Mah...! Lyra tanya mah, Apa dia sudah mati."
"Bayi kamu Selamat Sayang, Dia masih hidup. Dia sekarang dalam ke adaan sehat." Sarah yang berusaha tegar menjelaskan kepada putri semata wayang nya.
"Nggak mungkin...! Nggak mungkin mah, Hiks Hiks Hiks. Aku gak mau hamil. Aku gak mau hamil." Tangis Lyra sudah mulai pecah di pelukan mamah nya, Lyra pun memukul perut nya dengan kencang. Sehingga david mencoba menghentikan tindakan gila Putri nya.
Bersambung...
...Jangan lupa like dan komen 😊....
__ADS_1