
"Gak usah bi... Mandi aja." Jawab glo sambil berjalan menuju kamar mandi, Melihat glo yang akan masuk ke kamar mandi Novi pun tersenyum ramah kepada glory lalu glo membalas senyum Novi.
Bi Ijah berjalan di samping glo membantu glo untuk berjalan, Setelah berada di dalam kamar mandi bi ijah menutup pintu kamar mandi lalu membantu glo melepas kan pakaian nya.
(Tok tok tok)
Mendengar suara pintu di ketuk yang berasal dari pintu kamar mandi, Dengan segera glory mengambil bathrobe nya lalu memakai nya di tubuh nya Setelah itu menyuruh bi ijah untuk membukakan pintu nya.
"Apa glory Udah mandi..."
Bi ijah membukakan pintu ternyata yang datang adalah suami dari majikan perempuan dengan senyum kaku nya bi ijah memjawab pertanyaan Andrew.
"Ini mau baru mau mandi tuan." Jawab bi ijah kepada andrew.
"Ya Udah..." Andrew yang sudah menghirup nafas lega.
"Biar saya saja yang menemani istri saya... bibi kerjakan tugas lain saja." Mendengar jawaban dari Andrew bi ijah segera keluar dari kamar glory meninggalkan Andrew yang sudah menutup pintu kamar mandi nya.
Sementara glory yang Mendengar suara Andrew mendengus kesal.
"Andrew mau ngapain." Gerutu glory yang melihat Andrew di balik kaca bathup sedang menutup pintu kamar mandi.
Andrew yang melihat glory duduk di pinggir bathup dengan jubah mandi nya mendekat kan tubuh nya.
"Jangan mandi dulu ya... Soal nya tadi Dokter hans nelphon, Luka nya belum boleh kena air dulu." Bujuk Andrew kepada glo dengan senyum di bibir nya.
"Aku mau Mandi soal nya badan ku terasa lengket." Ucap glo dengan andrew manja.
"Di seka aja dulu." Andrew yang berusaha tetap membujuk glory sementara glo mengangguk pastrah...
"Baiklah." Setelah Andrew menggendong tubuh glo dan menaruh nya di kursi yang berada di kamar mandi lalu keluar dari kamar mandi mengambil handuk di dalam almari nya Setelah itu membantu glo menyeka badan nya.
"Mau kenapa." Tanya glo yang melihat Andrew membawa handuk di tangan nya sambil mengernyitkan dahi nya.
"Mau melakukan nya dengan mu agar tidak berantakan aku bawa kan handuk." Goda Andrew kepada glo Yang membuat glory ketakukan menatap Andrew.
__ADS_1
Andrew yang melihat ekpresi glory menyunggingkan bibir nya sambil Menatap glo.
"Sayang... aku hanya menyeka badan mu,Lagian masih terlalu sore untuk melakukan nya sekarang."Ucap Andrew lagi kepada glo hingga membuat pipi glo merona karena malu dan takut Yang menjadi satu.
Glo yang sudah Beberapa kali melakukan hubungan suami istri dengan andrew masih terasa sangat malu.
"Aku mau menyeka nya sendiri." Jawab Glo menarik handuk dari tangan Andrew, Andrew yang sudah tahu dengan gerakan tangan glo mengangkat tangan nya ke atas. Glo yang tidak mendapatkan handuk dari Andrew mendengus kesal.
"Aku suami mu, Bukan orang lain." Jelas Andrew sambil memsejajarkan tubuh agar sejajar dengan tubuh glo yang masih duduk di kursi.
"Bukan nya begitu."
"Diamlah." Lalu Andrew melepas jubah mandi yang di pakai oleh glo, Andrew yang melihat tubuh glo semakin berisi menelan saliva nya. Se akan akan di bagian bawah nya ada Yang berdiri lalu andrew berusaha menenangkan diri nya agar tidak terbawa oleh nafsu.
"Nanti malam ya." Batin Andrew yang berusaha menenangkan diri nya
Lalu glo Menutup jubah mandinya kembali.
"Nanti aku aja yang menyeka bagian badan ku sendiri untuk kamu kaki dan tangan saja." Ucap glo pada Andrew sambil mencengirkan bibir nya menatap Andrew.
Andrew pun mengalah memilih mengiyakan ucapan glo, Melihat nya saja bisa membuat Andrew terbawa suasana apa lagi menyentuh nya.
*---------*
Sementara novi yang melihat bi Ijah turun dari kamar majikanya merasa heran.
"Kok cepet banget, Gak ada teriakan atau apa di dalam." Ucap Novi sambil terus menatap ke arah bi ijah.Dari pada Novi merasa bingung dengan hanya menatap bi Ijah dirinya memilih untuk bertanya kepada bi Ijah.
"Bi kok cepet banget mbantu nona glo mandi." Tanya Novi ramah kepada bi Ijah.
Lilis menatap ke arah Novi karena mendengar pertanyaan nya kepada bi ijah sambil mengernyitkan dahinya.
"Tumben kamu ngurusin kerjaan bi Ijah." Tanya lilis kepada novi dengan tatapan tidak suka.
Novi pun menatap lilis dengan raut wajah tidak suka juga.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu kali."
"Seperti nya kamu mempunyai rencana baru untuk Mendekati tuan Andrew, Jangan mimpi deh kamu Novi... ingat tuan Andrew itu udah punya nona Glo! Kalau tuan Andrew bujangan juga gak bakal milih kamu deh."Sindir lilis kepada novi, Novi yang mendengar sindiran lilis yang membuat naik darah mendorong lilis hingga terjatuh.
Lilis yang merasa Novi mendorong nya berusaha untuk berdiri membalas Novi, Sementara Novi yang membuat lilis terjatuh tersenyum penuh kemenangan.
Bi Ijah yang melihat pertengkaran mereka berdua berusaha untuk melerainya.
"Kalian itu... Ini bukan rumah kalian berdua ini rumah majikan kita, disini kita hanya bekerja sebagai pembantu." Bentak bi Ijah kepada novi dan lilis,Lilis pun mendengus kesal menatap bi Ijah, Bagaimana tidak diri nya yang ingin membalas perbuatan Novi secara tiba-tiba di cegah oleh bi Ijah.
"Kamu juga ingat Novi, Tuan Andrew benar benar tulus mencintai nona glory jadi apapun yang kamu perbuat tidak akan membuat tuan Andrew jatuh cinta kepada mu." Bi Ijah yang memperingatkan Novi, Sementara lilis menatap Novi dengan senyum remeh nya.
"Ingat kou tidak akan mengalahkan kecantikan nona glory." Ucap lilis setelah itu langsung pergi meninggal kan Novi dan bi Ijah.
Sementara Novi yang merasa di remehkan menatap bi Ijah dengan tatapan tidak suka setelah itu menghentakkan kakinya meninggal kan bi Ijah.
Bi Ijah yang melihat sikap Novi dan lilis hanya menghela nafas.
"Untung kamar tuan Andrew dan nona glory ada di lantai tiga,Kalau tidak pasti mereka akan memecat mereka berdua." Ucap bi Ijah sambil mengelus dada nya dengan tangan kanan nya.
*-------*
Andrew yang sudah menyeka kaki dan tangan glory tersenyum menatap glory.
"Sudah selesai sayang..." Ucap Andrew sambil mencubit pipi glo gemas.
"Ya udah kamu boleh pergi." Glo yang mengusir Andrew sambil memegangi pipi kanan nya yang sudah di cubit oleh Andrew.
"Akan ada pemandangan indah di sini kenapa aku harus menyia nyia kan nya." Andrew yang menatap area dada glo sambil tersenyum mesum.
"Dasar..." Glo pun melempar handuk yang tadi di buat menyeka Andrew ke tubuh Andrew.
Andrew lalu menatap glo dengan tatapan dingin nya lagi.
"Yaudah deh... yaudah kalau kamu Suruh pergi, Gak kembali aku." Goda Andrew kepada glory dengan wajah yang pura-pura marah.
__ADS_1
"ihhhh."
Bersambung.