
"Aku mau sama papa Mama aja... Hiks Hiks Hiks Aku gak mau jauh dari papa dan mama..." Seketika tangis glory pecah di ruangan tersebut...
Glory berusaha memohon pada Gisella mama nya Dirinya terus menarik narik tangan Gisella...
"Kalau mama gak mau sama glory... aku sama papa aja...! Glory udah berubah kok ma glory gak kayak dulu lagi Hiks Hiks Hiks... Papa ke mana..." Glory menatap ke tiga sahabat bergantian. Andrew yang merasa di abaikan oleh glory mengusap wajah nya kasar.
Semua orang yang berada di ruangan saling menatap, Andrew pun sangat merasa bersalah karena dirinya yang sudah membela Dea...
"Sayang... Kamu udah punya suami! Jadi tinggal lah dengan suami mu." Gisella yang berusaha menenangkan glory lalu mendekatkan Andrew kepada glory untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.
Glory yang baru mengingat kejadian terakhir dirinya mendapat kan kabar bahwa papa nya mengalami koma, Berusaha untuk mengangkat tubuh untuk berdiri...
Andrew yang melihat sikap glory berusaha untuk menenangkan glory, Dirinya mencoba meraih tangan glory pelan...
"Sayang... Kamu baru sadar dari koma, Istirahatlah." Ucap Andrew pelan membujuk glory istrinya.
"Aku mau ketemu papa... apa papa sudah sadar, Ma anter aku ke ruangan papa." Glory yang tetap memaksa untuk turun dari ranjang nya.
"Sayang... Sebaik nya kamu Istirahatlah terlebih dahulu." Andrew yang tetap berusaha membujuk glory.
Gisella yang mendapat pertanyaan dari glory air mata nya Menetes.
"Glory tenangkan dirimu sayang..." Imbuh Gisella kepada glory.
"Kenapa... Kenapa aku tidak boleh menemui papa... Ma aku ini anak nya." Karena merasa di halang halangi Glory merasa sangat emosi.
"Kalau kalian tidak mau mengantar kan ku ke ruangan papa... Aku akan ke sana sendiri." Imbuh glory lagi yang berusaha menurunkan kaki nya di lantai, Glory yang merasa kakinya ke sakit Tan membuat tubuhnya hampir terjatuh tetapi dengan sigap Andrew menopang tubuh glory agar tidak terjatuh.
"Papa udah gak ada... Hiks Hiks Hiks..." Seketika tangis Gisella pecah, Gisella mendekat kan tubuh nya ke glory dan langsung memeluk glory...
Glory yang tidak percaya dengan perkataan Gisella mama nya melepaskan pelukan mama nya...
__ADS_1
"Mama jangan bercanda..." glory menetes kan air matanya lalu mengusap dengan tangan nya pelan.
"Papa udah meninggal... Hiks Hiks Hiks." Lirih Gisella menatap kepada glory...
"Aku gak mau kehilangan papa Hiks Hiks Hiks... Aku mau sama papa... Hiks pa jangan tinggalin glory sendiri." Seketika tubuh glory merasa lemas dan membuat nya terjatuh ke lantai, Ke tiga teman glory yang melihat reaksi glory juga ikut menangis...
Andrew memeluk tubuh glory erat Untuk menenangkan Glory, Glory yang merasakan pelukan hangat dari Andrew merasa sedikit tenang. Hati nya berusaha untuk menolak keberadaan Andrew tetapi tubuhnya tidak bisa berbohong. glory merasakan kenyamanan pada saat di Peluk Andrew.
"Aku pengen sama papa ma... Hiks Hiks Hiks." Lirih glory dan langsung tidak Sadar kan diri kembali...
Andrew pun menatap Jerry yang terdiam di ruangan tersebut memberikan isyarat untuk memanggil kan dokter Jerry dengan langkah cepat keluar dari ruangan Glory untuk memanggil dokter, Setelah itu Andrew membopong tubuh glory lalu menaruh nya kembali di atas ranjang...
Gisella yang melihat glory pingsan merasa kan cemas karena dirinya takut kalau glory mengalami koma kembali, Sementara ke Tiga Sahabat glory yang melihat Gisella mama glory cemas berusaha untuk menenangkan nya.
"Sebaiknya diriku tidak mengatakan hal itu langsung kepada Glory... Hiks Hiks Hiks..." Gisella yang merutuki ke salahan nya karena sudah mengucap kan hal tersebut kepada glory.
"Cepat atau lambat kita akan mengatakan nya kepada glory ma, Sebaiknya jangan salahkan mama." Andrew yang juga berusaha menenangkan Gisella mama glory.
Gisella lalu menatap Andrew dengan tatapan sendu...
"Ke adaan nya sudah semakin membaik dan besok dirinya sudah bisa pulang Sebaiknya jangan terlalu membuat pasien berinteraksi berlebihan kepada pasien itu akan membuat nya semakin drop." Jelas dokter panjang lebar setelah itu pergi.
Semua keluarga dari glory pun tersenyum, Mendengar keadaan bahwa glory di perbolehkan besok untuk pulang.
"Andrew terima kasih sudah merawat glory..." Gisella pun tersenyum menatap Andrew...
"Sama sama ma..." Setelah selesai berbicang Andrew berfikir tidak mungkin membawa glory pulang ke apartemen nya karena suasana di dalam apartemen tampak sangat sepi dan tidak ada assisten Rumah tangga di apartemen nya karena kamar apartemen nya yang terbatas.
Andrew pun memanggil Jerry untuk membersihkan rumah pribadinya yang sudah lama tidak di tempati dan menyewakan beberapa pembatu nanti untuk merawat keperluan glory, Jerry pun mengangguk paham dan segera menjalan kan tugasnya.
Gisella yang merasa lelah berada di rumah sakit berpamitan untuk pulang mengistirahatkan tubuh nya, Andrew dan ke tiga sahabat glory mengiyakan nya.
__ADS_1
Andrew pun berjalan masuk menuju kamar glory, Ke tiga sahabat glory juga berpamitan untuk pulang karena harus berangkat kuliah. Karena merasa takut dengan sikap dingin Andrew, Ke tiga sahabat glory saling dorong mendorong untuk berpamitan kepada Andrew. Andrew yang menyadari ke tiga sahabat glory menatap nya.
"Kak saya izin pulang ya kak, Mau berangkat kuliah." Ucap lyra dengan suara bergetar menahan takut.
"Pulanglah..." Jawab Andrew cuek dan langsung masuk ke dalam kamar glory.
Melihat Andrew dengan sikap dingin nya masuk ke dalam kamar glory, Ke tiga teman glory saling menatap satu sama lain.
"Gila kita di kacangin." Lyra menatap ke dua teman nya.
"Baru pertama kali kita di abaikan sama laki laki..." Michel membalas pertanyaan lyra.
"Ini bukan klub beb... Ini rumah sakit jadi beda..." Nisa yang menjawab ke tiga sahabat nya lalu pergi duluan meninggal kan ke dua teman nya yang masih bengong.
Di dalam ruangan glory, Andrew berjalan menuju ranjang glory lalu menemani glory ia duduk di samping ranjang glory sambil memegangi tangan glory.
Dret Dret Dret...
Seketika telpon Andrew bergetar muncul nama mira di layar hp nya.
Andrew pun langsung menolak panggilan telephone dan memblokir nomer mira.
"Sial berani berani nya dia Mengabaikanmu. Ingat Andrew aku akan buat kamu menyesal karena telah mengabaikan ku." Ucap mira di dalam mobil dengan senyum licik nya.
*------------*
Glory yang baru sadar kembali menggerakkan tubuh nya.
"Sayang kamu udah bangun... Mau aku ambilin makan." Bujuk Andrew kepada glory.
Glory menatap andrew dengan mata yang sudah berkaca kaca. Andrew yang menyadari tatapan glory balik menatap glory.
__ADS_1
"Sayang kenapa."
Bersambung