Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Selamat


__ADS_3

"Hallo."


"Apa, Gue akan Segera pulang." Andrew yang baru melakukan panggilan berjalan cepat menuju keluar ruangan, Lalu ia mengambil kunci mobil kantor dan mengendarai sendiri menuju rumah nya.


(Flasback on)


Jerry yang langsung masuk ke rumah Andrew mendengar suara teriakan dari arah kolam renang.


"Tolong... Tolong..."


Jerry pun berlari cepat menuju kolam renang, Melihat glo yang tercebur di kolam renang rumah Andrew, Jerry dengan cepat melepas jas lalu meloncat masuk ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan glo.


"Tooooo... loooong."Glo yang sebenar nya bisa berenang tidak bisa menggerakkan kaki nya di karena kan kaki nya yang masih terasa sakit.


Seketika tubuh glo terasa lemas hingga membuat nya tidak sadar kan diri, Jerry yang sudah mencebur ke dalam kolam renang. Membopong tubuh glo dan mengangkat nya ke pinggir kolam renang.


"Bik... Bik." Ucap Jerry memanggil assisten rumah tangga di rumah Andrew.


Salah satu assisten rumah tangga yang bernama inah pun datang, Dirinya yang melihat Jerry membopong glo ke dalam ruangan menunjukkan wajah paniknya.


"Iya tuan."


Lalu Jerry berjalan menuju kamar Andrew dan glory Setelah itu menjatuhkan tubuh glo di atas ranjang.


"Kamu gantikan baju nona glory saya akan memanggil dokter hans ke mari." Titah Jerry kepada pelayan bi inah dengan raut wajah cemas nya.


Setelah menghubungi dokter pribadi keluarga mahardika yaitu dokter hans,Jerry pun segera menghubungi Andrew untuk memberi kabar tentang glory.Beberapa menit kemudian dokter hans datang dan langsung memeriksa glory.


(Flasback off)


Andrew yang baru datang dari kantor nya menuju rumah berjalan cepat untuk masuk ke dalam rumah, lalu berjalan dengan langkah yang cepat menuju kamar nya.


Andrew lalu menemui Jerry yang berdiri di samping ranjang glory dengan Dokter hans yang sedang memeriksa glory, Jerry yang melihat Andrew datang mengusap punggung Andrew agar tidak merasa cemas.

__ADS_1


Dokter hans yang sudah memeriksa glory, Bersalaman dengan andrew lalu memberi tahu tentang ke adaan glory.


"Istri mu tidak mengalami luka parah, Cuma luka yang di kaki nya agak membesar tetapi saya sudah mengobati nya, sebentar lagi ia juga sadar."


"Baiklah." Andrew yang masih bersikap dingin dengan Dokter hans.


"Rupanya dia juga tidak berubah." Gerutu hans dalam hati.


Setelah memberi tahu tentang keadaan glory, Dokter hans keluar dari kamar glory dengan di antar oleh Jerry.


"Terima kasih hans." Hans Merupakan anak dari hotsman yang juga Dokter pribadi keluar mahardika, Diri nya juga sangat akrab dengan jerry dan andrew,


"Sama sama..."


"Nanti gue kirim lewat No rekening lo." Setelah itu hans berpamitan untuk pulang kepada Jerry, Jerry pun mengangguk paham dan mengizinkan hans untuk pulang.


Di dalam kamar Andrew manatap wajah Glo dengan tatapan intesn, Seketika Andrew memebelai pipi glory pelan dirinya tidak tega melihat ke adaan glory saat ini.


Glo pun mengerjap kan matanya pertanda ia sudah sadar dari pingsan nya, Andrew yang melihat glory sadar tersenyum menatap glo.


"Aku pengen sama kamu terus hiks... hiks hika..." Pinta glory kepada andrew, Andrew pun tersenyum merasakan sikap manja Glory baru kali ini istri kecil nya bersedia selalu berada di samping nya.


"Tanpa di suruh pun aku akan selalu menemanimu." Ucap Andrew sambil mengelus rambut panjang Glo.


Glo yang sudah merasa tenang tertidur di dalam pelukan Andrew, Andrew yang menyadari nafas glory sudah mulai kembali beraturan melepaskan tubuh glo lalu menidurkan nya pelan di atas ranjang.


Setelah itu Andrew berjalan ke luar kamar glory, Memanggil kepala assisten yang berada di rumah nya untuk memanggil semua assisten yang berada di rumah nya.


"Ada apa tuan." Tanya pak jang kepala assisten di rumah Andrew Setelah mendengar suara bunyi bel yang pertanda bahwa tuan nya sedang memanggil nya.


Pak jang yang sudah tahu dari bi Inah bahwa nona glory jatuh di dalam kolam renang merasa ketakutan, Diri nya yang baru pertama kali menjalankan pekerjaan nya harus kehilangan pekerjaan nya lagi karena kecerobohan nya membiarkan nona glory yang sedang sakit sampai terjatuh di kolam renang.


"Apa tuan nanti akan memecat saya, Karena kecerobohan saya membiarkan istrinya berkeliaran di kolam renang hingga terjatuh." Batin pak jang dalam hati.

__ADS_1


Andrew menatap pak jang dengan tatapan dingin.


"Ulangi perkataan mu tadi, Apa saat ini dirimu merasa tidak bersalah." Tanya Andrew kepada pak jang dengan memasukkan ke dua tangan nya di saku celana nya.


"Saya sangat merasa bersalah tuan." Pak jang pun menunduk kan kepala lemah.


"Kalau begitu beri tahu itu apa kesalahan mu." Ucap Andrew tegas.


"Karena saya membiarkan nona glory di area kolam renang hingga membuat nya terjatuh."


"Kalau begitu cari tahu kenapa istri saya bisa terjatuh di kolam renang, Dalam waktu tiga hari kalau dirimu tidak menemukan apa sebab Istri saya terjatuh di kolam renang... Maka Bersiap siap lah kehilangan pekerjaan mu." Andrew yang memberi peringatan kepada pak jang


"Kumpulkan semua assisten rumah tangga dirumah ini."Imbuh Andrew lagi memerintah.


"Si si..ap pak." Jawab pak jang gugup karena menahan takut lalu pak jang segera menuju telfon yang di sambungkan di lantai bawah.


"Cepat ke sini tuan Andrew memanggil kalian semua." Setelah melaksanakan tugasnya pak jang berdiri di depan Andrew yang masih berdiri tegap menatap nya.


Ke lima assisten rumah tangga yang berada di rumah Andrew pun berbaris rapi di samping pak jang dan di depan Andrew.


Bi Inah,Bi Ijah,lilis dan Evi merasa sangat ketakutan ke empat assisten rumah tangga itu hanya menunduk kepala di depan Andrew Terkecuali Novi yang sangat berani menatap Andrew. Dirinya memanfaatkan kesempatan ini Agar Andrew meliriknya.


"Rambut ku udah tertata rapi belum, Lipstik ku luntur gak ya." Ucap Novi dalam hati.


"Apa kalian aku bayar untuk bersantai santai saja." Andrew yang dengan tegas memberi pertanyaan kepada assisten rumah tangga nya yang sudah berdiri di depan nya.


"Saya akan potong gaji kalian dan Kalau kalian ceroboh lagi tidak segan segan saya memecat kalian semua nya." Setelah itu berjalan menuju kamar glory.


Semua assisten rumah tangga langsung saling menatap satu sama lain, Bahkan ada yang sudah berkaca-kaca matanya.


"Gimana ini kalau gaji saya di potong, Spp di sekolah anak saya sangat mahal."lilis yang menatap ke bi Ijah lalu bi Ijah berusaha untuk menenangkan lilisnya.


Novi pun hanya menghentakan kaki nya di lantai bukan karena di potong gaji nya melainkan Andrew yang sama sekali tidak melirik nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2