
David yang menerima tawaran roy, Masih tetap meyakinkan istri nya agar mau memberi kan restu kepada Lyra untuk menerima lamaran roy. Karena istri nya lah yang mampu meyakinkan putri nya untuk menerima pernikahan itu.
"Baiklah... Aku Akan menerima roy sebagai menantu ku." Mendengar jawaban yang keluar dari mulut istri nya, Membuat David ikut senang. David pun berbicara kembali pada istri nya untuk meyakinkan kan putri nya menerima pernikahan tersebut. Dengan sedikit ragu sarah hanya menganggukan kepala, berusaha yakin untuk menerima keputusan dari suami nya.
*--------*
"Apa bapak suami nya." Tanya Dokter yang baru selesai memeriksa ke adaan glo.
"Iya dok saya suami nya." Jawab andrew, Dokter yang sudah memeriksa glo. Menyuruh andrew untuk menemui dirinya di ruangan nya. Dengan segera andrew berjalan menuju ruangan Dokter untuk menemui dokter tersebut.
Melihat andrew yang sudah duduk di kursi khusus pasien atau keluarga pasien, Dokter cantik itu pun langsung mengeluarkan kertas hasil pemeriksaan nya tadi.
"Selamat... Anda akan menjadi seorang ayah." Ucap Dokter tersebut dengan antusias sambil mengelurkan tangan kanan nya.
Andrew yang masih belum paham itu pun mengulangi pembicaraan kembali, " Maksud Dokter istri saya hamil." Ucap andrew di iringi dengan senyum ke bahagiaan.
"Iya Dan sekarang usia kandungan nya sudah memasuki dua minggu." Jelas Dokter kembali.
"Dan sekali lagi ibu hamil tidak boleh terlalu setres karena akan berakibat fatal bagi janin yang ada di kandungan nya, Jadi harus di jaga dengan baik." Andrew yang sudah paham dengan penjelasan Dokter mengiyakan kan nya dan berlalu meninggal kan ruangan tersebut.
"Terima kasih dok." Pamit andrew yang juga mengulurkan tangan kanan nya.
Ruangan pemeriksaan glo...
Glo yang sudah sadar, berusaha Membangkitkan tubuh nya untuk berdiri. Ingatan nya kembali di mana terahkir kali diri nya mendengar ucapan seorang wanita yang mengaku telah hamil anak andrew suami nya.
Andrew yang baru datang melihat istri nya yang sudah sadarkan diri, Berjalan ke arah ranjang dengan langkah gontai. "Sayang kamu sudah sadar." Andrew yang baru datang melihat istri nya sudah sadar.
Glo yang melihat andrew datang menepis tangan andrew dengan kasar, Dirinya tidak mau mendengar penjelasan dari andrew kembali. "Lepaskan aku, Jangan sentuh aku lagi." Glo yang melihat wajah andrew semakin emosi Dengan sikap Andrew yang menurut nya sangat keterlaluan.
"Aku tidak mungkin menghamili nya sayang percaya lah dengan ku." Andrew yang terus berusaha memberi keyakinan kepada glo untuk percaya kepada nya.
"Terus dirinya hamil dengan siapa, Tidak mungkin kan hamil dengan kucing."Sentak glo yang masih menahan air mata nya agar tidak terjatuh.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu." Jawab andrew jujur. " Sayang percaya lah dengan ku, Aku mencintai." Ucap andrew dengan raut wajah penyelasan.
"Ceraikan aku dan menikah lah dengan nya." Tegas glo yang langsung berdiri dari duduk nya, Hati nya se akan akan remuk mendengar Bahwa ada seseorang yang telah hamil anak dari suami nya selain dirinya.
Andrew yang mendengar perkataan glo, Menahan tangan glo. Agar tidak pergi dari hadapan nya. "Aku tidak akan mencerai kan mu, karena saat ini diri mu lah yang mengandung anak ku."
Deg...
Tesss...
Glo menghentikan langkah nya, Menatap andrew. Seketika air mata nya yang ia tahan terjatuh karena Ucapan andrew.
"Kenapa... Kenapa semua nya jadi begini, Hiks Hiks Hiks." Dengan erat andrew memeluk tubuh istri nya untuk menenangkan nya.
"Aku tidak akan mencerai kan mu." Glo pun kembali melepas pelukan andrew dengan kasar.
"Lalu apa yang kamu lakukan dengan wanita tadi, Apa kamu akan membunuh nya." Tanya glo dengan sorot mata tajam nya yang tidak henti henti nya mengeluarkan kan air mata.
"Buktikan kepada ku kalau dia tidak mengandung anak mu." Tegas glo.
"Dan apabila dirinya memang hamil anak mu ceraikan aku menikah lah dengan nya." Imbuh glo kembali dan langsung pergi meninggal kan andrew.
Andrew yang mendengar peringatan dari glo, Mengusap wajah nya Dengan kasar. "Gimana aku bisa membuktikan nya." Teriak andrew yang sudah mulai kesal dengan meninju ke udara.
Glo yang sudah keluar dari rumah sakit, Melambaikan tangan nya untuk menghentikan taksi. Dirimu memilih untuk pulang ke apartemen nya menenangkan pikiran nya.
Di dalam taksi glo tidak henti henti nya menumpah kan air mata, Kenapa dalam ke adaan Seperti ini dirinya bisa hamil. Kenapa...?
Entah perasaan apa yang saat ini glo rasakan, Bahagia atau sedih. Dirinya merasa sangat bingung dengan nasib nya sekarang.
"Kenapa kamu kok jahat banget sih ndrew... Hiks Hiks Hiks."
Dengan pelan glo mengusap air mata nya yang saat ini membasahi pipi nya, Kepala terasa begitu pusing di saat diri nya Mengingat kejadian di kantor tadi.
__ADS_1
Setelah sampai di apartemen nya, Glo segera menyerahkan uang pembayaran kepada sopir taksi. Kemudian berjalan masuk ke dalam apartemen nya.
Dengan keras glo menutup pintu Apartemen nya, Berlari menuju kamar dan meluapkan segala isi kepala nya di dalam kamar nya.
"Kenapa kamu sejahat itu, Kenapa... Hiks Hiks Hiks." Glo pun memukul mukul bantal nya untuk meluapkan isi kepala nya.
"Hiks Hiks Hiks." Di saat Dirinya tengah menangis meratapi nasib nya, Ponsel tiba bergetar menandakan bahwa ada yang menghubungi dirinya kali ini.
Dret...
Dret...
Dret...
Merasakan getaran pada ponsel nya, Glo segara membuka tas nya dan melihat siapa yang menelphon nya. Melihat nama mama di layar ponsel nya, Dengan cepat glo mengusap air mata nya dan berusaha menetral kan diri nya agar mama nya tidak curiga nanti nya.
Glo yang berusaha menegakkan tubuh nya, Bersandar di hash board tempat tidur dan mulai melakukan panggilan kepada mama nya.
"Hallo Sayang... Kamu di rumah gak." Tanya mama glo gisella yang melihat layar ponsel sudah terhubung dengan sambungan telpon nya.
"Hallo mah... Glo lagi di kampus. Ada apa mah." Gisella yang mendengar suara glo tampak sedikit sumbang tampak merasa bingung, Sebagai seorang ibu. Gisella sudah sangat hafal dengan sifat putri satu satu nya itu, Glo mungkin bisa menutupi masalah nya Dengan Orang lain tetapi tidak dengan diri nya.
"Sayang apa kamu sakit."
"Enggak mah... Glo gak sakit, Jadi mama Jangan khawatir." sela glo yang tidak mau mama nya mengetahu apa masalah diri nya, Pertanyaan mama nya itu membuat mata glo Seketika ber kaca kaca. Dirinya sangat ingin berbagi masalah hidup nya Dengan mama nya, Tetapi dirinya juga tidak ingin menambah beban mamah nya Dengan memikirkan masalah hidup nya saat ini.
"Sayang jawab jujur kamu di mana sekarang." Tindas Gisella agar anak nya mau berkata dengan jujur, Dirinya yang sudah tahu bahwa putri nya saat ini tidak ada kelas di kampus memilih menanyakan nya.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen.....
Komen nya donk buat lyra dan roy kira kira cocok gk...
__ADS_1