
Suasana di meja makan tampak sangat canggung karena kedatangan Dea dan karin. Sementara glo hanya mengiyakan ucapan Andrew. Dea yang merasa teguran Andrew memilih bersikap diam.
"Kamu glo bisa bahagia sekarang! tapi entah nanti, Lihat saja Andrew kamu akan kembali ke pelukan ku." Ucap Dea dalam hati Setelah itu menendang kaki karin untuk memulai drama sekarang.
Karin yang Merasa kan tendangan di kaki nya meringis kesakitan lalu menatap ke arah Dea mama nya, Dea yang di tatap oleh Karin Hanya membelalakkan matanya, Karin pun mengangguk paham.
"Ini semua demi hidupku dan Mama nanti." Ucap Karin dalam hati.
"Gatal ma! Ma gatal bangel kulit Karin." Karin yang memulai drama di meja makan.
"Kenapa kamu sayang." Dea yang ber pura pura menatap Karin, Sambil mengelus kulit Karin yang merasa gatal.
Sementara Andrew dan Glory yang melihat Karin kesakitan, Mendekat kan Dirinya ke tubuh Karin.
"Om gatal... Hiks Hiks Hiks! Dada ku sesak sekali." Ucap Karin manja kepada Andrew, Andrew yang merasa cemas pada Karin mengambil kan minum.
Sementara glo berjalan untuk mengambil saleb dan langsung mengobati goresan pada tubuh Karin, Dea yang melihat ke Andrew dan glory sangat cemas dengan putri nya karin tersenyum licik.
"Bersiap siap lah glo sayang...!"
"Udang! Glo apakah kou sengaja meracuni anak saya dengan memasukkan udang di nasi goreng Karin." Ucap Dea menatap ke wajah glory dengan tatapan tajam dan ekspresi marahnya.
"Apakah Karin alergi udang." Tanya Andrew kepada Dea.
"Iya Mas Karin alergi udang! Dan aku pun juga sudah bercerita kepada glo, Jangan kasih Udang nanti di nasi goreng karin" Ucap Dea panjang lebar menjelaskan kepada Andrew.
"itu tidak benar! Aku tidak memasukkan udang ke nasi goreng Karin." Jelas glory kepada Andrew.
"Tante! Apa Tante tidak suka Dengan aku, Mungkin Tante marah dengan perkataan ku kemarin. Tapi gak gini juga tan.... Hiks Hiks Hiks." Karin pun membalas penjelasan glory dengan liciknya sambil memegangi dada nya.
"Apa tadi Tante tidak ingat! Kalau mama udah bilang jangan kasih Udang. Sakit Om Hiks... Hiks.. Hiks..." Ucap Karin lagi.
Andrew pun menatap glory dengan mata tajam Sambil membopong tubuh Karin menuju mobil, Sementara glory yang di acuhkan oleh Andrew berusaha untuk menjelaskan kepada Andrew.
"Ndrew! Beneran aku nggak ngelakuin hal itu." Ucap glory kepada Andrew, Andrew pun hanya menatap glory sekilas lalu melangkah kan kakinya menuju mobil.
Sementara Dea yang melihat pertengkaran suami istri di depan mata nya tersenyum bangga, Dea pun menatap glory dengan remeh nya. Sementara glory berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menetes.
"Sebelum melakukan hal bodoh seperti ini, Sebaik nya pikirkan terlebih dahulu apa resikonya." Ucap Andrew kepada glory setelah itu pergi meninggal kan glo.
"Aku tidak akan memaafkan mu! Apabila terjadi apa apa dengan putri ku." Setelah berbicara kepada glory Dea pun juga Mengekor di belakang Andrew, menuju mobil untuk pergi bersama ke rumah sakit.
__ADS_1
Glory yang ikut kwatir kepada Karin mengambil kunci mobil lalu mengikuti mobil Andrew dari belakang, Secara tiba-tiba air mata yang di tahan oleh glory pun lolos.
"Kenapa jadi kayak gini, padahal gue gak masukin udang di nasi goreng Karin." Ucap glory memukul kemudi nya.
Di dalam mobil Andrew, Karin merintih kesakitan karena perbuatan nya sendiri. memang Karin juga alergi udang karena demi memisahkan glory dan Andrew Karin pun nekat untuk makan udang demi mama nya Dan juga dirinya yang sangat ingin hidup kaya seperti teman-teman nya.
"Om sakit... Dada Karin sakit Om." Rintih Karin kepada Andrew.
"Tenang sayang, Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit." Ucap Andrew yang berusaha menenangkan Karin.
Karena tidak kuat Karin pun pingsan di dalam mobil, Dea yang melihat Karin pingsan merasa sangat cemas. Kecemasan nya se olah olah datang sendiri karena perbuatan nya.
"Mas cepetin kalau nyetir mobil."
"Iya ini hampir sampai." Andrew pun juga tak kalah cemas.
Setelah sampai di rumah sakit Andrew pun menggendong tubuh Karin, Setelah itu memanggil suster untuk membantu Karin. Para suster pun datang dengan membawa brankar lalu memanggil dokter, Setelah itu Karin di masukkan ke ruang IGD Untuk di periksa.
Dea yang merasa sangat cemas dengan ke adaan Karin menangis, Sementara Andrew yang tidak tega dengan Dea mendekat kan tubuhnya ke Dea lalu memeluk tubuh Dea untuk menenangkan dea.
"Tenanglah." Ucap Andrew lembut kepada dea, Dea yang merasakan pelukan Andrew tersenyum menatap Andrew.
"Aku takut terjadi apa apa dengan Karin."
Mereka berdua pun menunggu di depan ruang IGD bersama.
*---------------*
Di meja makan nya Dea yang melihat glory masuk ke dalam kamar berjalan Pelan menuju dapur, Karin pun mengawasi dari meja makan untuk melihat glory dan Andrew yang akan keluar dari kamar nya.
"Sayang Sebelum makan udang! Terlebih dulu kamu minum obat alergi ini, Agar nanti alergi nya tidak terlalu parah." Ucap Dea kepada karin sambil menyodorkan pil ke Karin.
"Siap mah." Karin pun menerima pil pemberian mama nya dan langsung memakannya.
"Ingat Kalau ini gagal...! Kita bisa di usir dari sini. Maka kerjakan tugas mu dengan baik."
"Siap ma, Apapun demi mama dan Karin pasti akan Karin laksanakan."
Setelah itu Dea menuju dapur untuk menaruh udang ke dalam nasi goreng yang akan di berikan Karin, Setelah itu berjalan menuju meja makan kembali dengan santay nya. Dea pun menunjukkan jempol ke Karin mempertandakan semua sudah beres dan Karin pun mengangguk paham.
Setelah itu keluar lah glo dan Andrew dari kamarnya untuk melaksanakan makan malam.
__ADS_1
*----------------------*
Mira yang sudah ada di Depan apartemen Andrew, Yang saat ini berada di dalam mobil menyelidiki siapa wanita yang sudah bersama Andrew saat ini.
Melihat wanita dengan ekspresi cemas keluar dari apartemen Andrew membuat Mira marah besar, Mira pun memukul kemudi nya dengan sangat keras.
"rupanya dia yang berani berani merebut Andrew dariku, Dasar wanita jalang." Mira pun menatap wajah glory dengan sangat tajam.
Karena lampu di depan gedung apartemen Andrew yang tidak begitu terang membuat Mira susah mengenali wanita tersebut, Wanita itu pun masuk ke dalam mobil. Mira lagi lagi memperhatikan wajah wanita tersebut dengan sangat teliti dan....
"Gue kayak nya pernah bertemu dengan dia tapi dimana."Ucap Mira mengingat ngingat.
"Oh ya di klub! bukan nya dia yang menemui Andrew di klub, Waktu Andrew mabuk berat." Imbuh Mira lagi setelah mengingat Wanita tersebut di klub.
Mira sampai tidak sadar bahwa mobil yang di tumpangi wanita tersebut sudah melaju, Mira pun berusaha untuk mengikuti mobil tersebut. Sambil menyiapkan rencana licik nya Dirinya juga dengan segera menghubungi anak buahnya.
*Skiiiiip.....*
Di dalam mobil glo melajukan mobilnya dengan sangat kencang, Serta air mata yang tidak henti-hentinya menetes.
Glo Yang mobil nya melaju dengan kencang secara tiba-tiba ada mobil yang menghadang di depan mobilnya,Dirinya pun mengerem mobil nya mendadak sampai membuat kepala nya kebentur di kemudi.
Seorang lelaki dengan tubuh kekar keluar dari mobil, Menuju mobil glo. Glo yang merasa jendela mobil nya di ketuk membuka nya.
"Turun dari mobil atau aku akan membunuh mu." ancam pria tersebut.
"anda siapa." Pria tersebut membuka pintu mobil glory dengan paksa lalu mendekat kan wajah nya dengan wajah glo.
Glo pun memundurkan tubuhnya karena merasa ketakutan.
"Cantik juga gadis ini."
"Maaf pak Anda mau ngapain." Ucap glo ketakutan. Setelah melaksanakan tugasnya pria tersebut berjalan keluar menuju mobilnya.
Glo pun hanya diam di mobil, Karena mengingat Karin di rumah sakit glo melupakan kejadian tadi dan melajukan mobil nya kembali menuju rumah sakit.
Pria tersebut menemui mira.
"Ini untuk mu sekarang kamu boleh pergi, Kalau ada tugas lagi aku akan menghubungi mu kembali."
"Siap boss, Bolehkah wanita tadi untuk saya." Ucap pria tersebut kepada mira. Mira pun hanya menatap nya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Boleh tapi nanti! Setelah aku selesai ber main main dengan nya, Sana pergi." Jawab Mira mengusir lalu berjalan menuju mobil nya.
Jangan lupa like nya ya kak. Supaya saya lebih bersemangat untuk up nya☺