
Gisella yang sudah sampai di depan halaman apartemen glo segera masuk ke dalam apartemen milik anak semata wayang nya, Dirinya yang sudah mempunyai acces card milik Apartemen glo langsung segera masuk menerobos ke dalam kamar glo. Melihat putri nya yang duduk meringkuk di atas ranjang dengan berderai air mata membuat Gisella langsung mendekat kan diri nya ke arah putri nya.
"Sayang." Ucap Gisella yang langsung memeluk glo dengan erat, Dirinya sangat tidak tega melihat ke Adaan glo yang sangat begitu putus asa Seperti ini merasa begitu sangat sedih.
Glo yang merasakan pelukan mamah nya, Membalas pelukan nya Dengan sangat erat. Dirinya mulai menumpah kan air mata nya di pundak mamah nya.
"Mah... Hiks Hiks Hiks." Gisella yang merasakan tangis putri nya sangat lah pecah saat berada di pelukan nya, Mencoba menenangkan nya dengan mengusap bahu anak nya pelan.
Setelah sedikit tenang glo melepaskan pelukan mamah nya pelan, Gisella yang merasakan putri nya sudah tampak sedikit tenang menangkup wajah putri nya Dengan ke dua tangan nya. "Sayang... Ada apa, Ceritalah kepada mamah." Tanya Gisella kepada putri nya.
"Mah... Hiks Hiks Hiks."
"Sayang... Jika kamu belum siap bercerita mamah tetap menggumu sampai dirimu sudah siap." Gisella yang masih terus memberi dukungan kepada putri nya, Glo yang mendengar kan nasehat Mama nya hanya menggeleng kan kepala nya. Pertanda dirinya akan menceritakan tentang masalah hidup nya kepada mamah nya Sekarang.
Dengan pelan, Glo mengusap air mata nya untuk kembali menetralkan perasaan." Mamah." Lirih glo pelan dengan sedikit isakkan.
"Iya Sayang." Ucap Gisella dengan mengusap air mata glo pelan.
"Aku akan bercerai dengan mas andrew." Ucap glo Dengan sambil menundukkan Kepala nya.
"Apa kamu yakin nak... Jangan bertindak gegabah terlebih dahulu, Pikiran dengan baik baik." Gisella memilih menasehati putri nya, Dirinya tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga putri nya. Biar lah itu menjadi urusan pribadi putri nya serta suami nya, Dirinya sebagai orang tua hanya mampu menuntun putri nya untuk berjalan ke arah yang benar.
"Semua masalah pasti akan ada jalan keluar nya sayang... Pikir kan terlebih dahulu sebelum bertindak, Karena yang nama nya penyelasan akan datang di ahkir." Mendengar nasehat mamah nya membuat glo mulai mendongakkan kepala nya.
"Mah... tapi."
__ADS_1
"Bicara lah kepada suami mu dengan baik baik... Bila sudah tidak ada yang bisa di perbaiki lagi lakukan! ambilah keputusan itu."
Entah mengapa Setelah mendengar nasehat mamah nya, Perasaan glo menjadi semakin sedikit tenang. Dirinya tidak akan bertindak gegabah terlebih dahulu. Dirinya akan memilih untuk memberikan kesempatan kepada Andrew untuk membuktikan semua nya terlebih dahulu.
*------*
"Aku gak mau mah..." Lyra yang merasa sangat emosi kepada ke dua orang tua nya,Yang tanpa sepengetahuan nya menerima keputusan untuk menikahkan nya kepada seseorang yang baru pertama kali bertemu dengan nya.
"Sayang... Apa kamu mau anak kamu itu lahir tanpa adanya seorang ayah." Sarah yang mulai memprovokasi Lyra untuk menerima pernikahan tersebut, Sebenar nya dari lubuk hati sarah yang paling dalam Dirinya tidak mau menerima pernikahan itu. Tetapi karena desakan suami sarah memilih mengiyakan kan nya dan berusaha untuk meyakinkan Lyra agar mau menerima pernikahan nya Dengan roy.
"Aku akan membesarkan nya sendiri." Tegas Lyra kepada sarah, Air mata nya seketika menetes Mengingat pemaksaan dirinya pada saat berada di klub waktu itu.
Sarah yang melihat kondisi Lyra, Semakin di selimuti rasa bersalah. Sebagai seorang ibu Dirinya tidak mau putri nya melakukan tindakan gila lagi yang akan mengancam nyawa putri nya dan cucu nya nanti.
David yang mendengar tolakan Lyra, Berjala mendekat ke ranjang putri nya. " Sayang... Jika kamu tidak mau tidak apa apa, Tetapi pikir kan dengan matang matang sekali lagi." Melihat raut wajah kecewa pada papah nya, Membuat Lyra semakin di selimuti rasa bersalah karena kelakuan nya kali ini.
"Akan akan menikah dengan nya mah." Lirih Lyra pelan menatap ke dua orang tua nya Dengan bergantian, Sarah dan david yang mendengar jawaban putri nya hanya saling menatap seakan akan tidak percaya dengan jawaban yang di sampaikan oleh putri nya.
"Apa kamu yakin Sayang." Tanya Sarah memastikan.
"Iya mah aku yakin." Jawab Lyra dengan senyum yang tampak di paksa kan.
David yang mendengar jawaban putri nya, Segera mengambil ponsel nya dan menghubungi roy untuk memberi tahu roy bahwa putri nya bersedia menerima dirinya sebagai suami nya.
"Mah... Setelah pulang dari sini. Roy akan melamar putri kita. Jadi siapkan semua nya untuk berkemas." Perintah David pada istri nya sarah.
__ADS_1
"Pah kok secepat ini." Kata Sarah yang tampak kaget dengan ucapan david suami nya, Karena dirinya juga tidak mungkin menyiapkan semua dalam waktu beberapa jam ini.
"Tenanglah mah... Papah sudah menyuruh assisten rumah tangga di rumah untuk menyiap kan nya." Jawab david dengan santay, Lyra yang memandang ke dua orang tua nya tampak bahagia dengan pernikahan nya nanti ikut merasa bahagia, Meskipun sedikit ada rasa keterpaksaan pada dirinya nya.
Setelah selesai membantu putri nya berberes, Sarah dengan segera membantu Lyra berdiri menuju mobil. David yang memastikan anggota keluarga nya berada di dalam mobil dengan aman, segera berjalan menuju kemudi untuk mengemudikan mobil nya.
Rumah Lyra...
Sesampai di rumah, Sarah segera membantu Lyra untuk berdandan. Karena mamah dan papah roy yang akan datang hari ini membuat ke dua nya segera menyiapkan keperluan yang di perlukan untuk orang yang akan mengadakan lamaran.
"Sayang maaf pin mamah ya, Kalau kamu tidak setuju dengan pernikahan ini... Kamu boleh menggagalkan nya sayang, Karena ini juga untuk kedepan nya." Sarah yang tampak mulai ragu dengan acara pernikahan putri nya, Memang dirinya yang sudah membujuk putri nya tadi untuk melakukan pernikahan ini.tapi dirinya juga tidak mau suami nya roy akan menyalah kan putri nya nanti di saat sudah berumah tangga.
"Mamah... Lyra gak papa kok, Mamah tenang saja." Bujuk Lyra agar tidak membuat mamah nya semakin bimbang.
" Yaudah Sayang mamah keluar dulu ya."
"Iya mah."
Tesss....
Air mata lyra mulai menetes di saat mamh nya sudah keluar dari kamar nya.
"Lyra kamu gak boleh nangis, Ini semua nya untuk kebahagian ke dua orang mu." Lyra yang mencoba menahan tangis, Membuat nya semakin berderai air mata.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen