Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Menghindar


__ADS_3

Melihat jerry yang bukan pergi dari kamar nya, Melainkan malah menutup pintu dan mengunci pintu kamar nya membuat mira kembali di hadang rasa ketakutan. Seketika senyum man yang tadi ia pancar kan menjadi surut karena jerry yang berjalan mendekat ke arah tubuh nya kembali.


"Baiklah berapa yang kamu minta." Tanya jerry sambil tersenyum menyunggingkan bibir sebelah nya.


"Apa aku harus memberimu apartemen atau mobil." Imbuh jerry kembali, Meskipun jerry hanya seorang assisten perusahaan, Kekayaan yang ia dapat juga hampir sebanding dengan milik andrew.


karena Kerja keras lah nya yang membuat jerry bisa membeli apapun itu, Mendengar tidak ada jawaban yang keluar dari mulut mira. Membuat jerry mengeluarkan kertas cek dan bolpoin di dalam sakut celana nya.


Setelah menulis di dalam kertas cek tersebut, Jerry pun menyodorkan kan kepala mira.


Mira yang melihat nomimal pada cek tersebut langsung menelan saliva nya Dengan kasar, Diri nya yang saat ini ter skak oleh ucapan nya sendiri hanya terdiam tidak menjawab ucapan dari jerry.


"Seratus juta..." Batin mira yang sudah bingung harus melakukan apa.


"Cepat ambil, Mari kita bersenang senang baby." Jerry yang mencoba memulai permainan nya.


Jerry pun memulai permainan nya Dengan memegang bibir mira pelan, Mira yang merasa kan sentuhan dari tangan jerry menggerakkan kepala dengan kasar ke kanan.


"lo mau ngapain, Aku hanya ingin bermain dengan andrew bukan lo." Teriak mira Dengan memundurkan tubuh nya.


"Mira kamu gak boleh tergoda oleh nya mira."


Karena mira yang terlalu memundurkan tubuh nya, Membuat nya harus terjatuh di ranjang nya sendiri. Membuat jerry dengan mudah menjamah nya.


Jerry pun langsung menjatuh kan tubuh nya di atas tubuh mira Setelah itu ******* bibir mira Dengan kasar, Mira yang tidak terbiasa dengan serangan dadakan memukul mukul dada bidang jerry dengan kasar.


Emmmmm.


Setelah puas dengan bibir mira, Jerry pun melepas bibir nya dengan kasar. Setelah itu mengangkat tubuh nya di atas tubuh mira dan mengambil kemeja nya yang sempat ia buang tadi.


Mira yang tidak merasa kan berat di atas tubuh nya, Membuka mata nya pelan. Melihat jerry yang sudah tidak ada di atas tubuh nya Membuat mira mendirikan tubuh nya pelan.


"Tenang saja,Aku tidak akan meminta lebih darimu." Ucap Jerry yang langsung keluar dari kamar mira dan mengunci pintu kamar mira dari luar kamar.


Mira yang melihat jerry keluar kamar sambil mengunci pintu kamar nya, Buru buru turun dari tempat tidur nya untuk mengejar jerry.

__ADS_1


"Dasar assisten tengil, Berani berani nya ya lo mengunci pintu nya." Teriak mira dari dalam kamar.


"Bukak in." Teriak mira lagi yang sudah mulai kesal.


Jerry yang mendengar Teriak kan mira dari dalam kamar merasa bodoh amat, Dirinya pun mulai membopong tubuh andrew yang sudah tidak sadar kan diri untuk keluar dari apartemen mira. Menuju parkiran mobil.


*------------*


Di dalam ruangan rumah sakit, Lyra merasa bingung harus melakukan apa agar bisa terhindar dari pria yang sudah melencehkan nya semalam.


"Aku harus pergi dari sini." Lyra yang mencoba mencari jalan keluar Untuk pergi dari rumah sakit.


Lyra pun mencoba menurun kan tubuh nya Dengan pelan, Kali ini dirinya mencoba melahkah kan kaki. Menahan rasa sakit di bagian bawah nya.


Melihat tidak ada siapa siapa di depan kamar nya, Membuat lyra lebih mudah melarikan diri. Dengan cepat lyra keluar dari kamar nya menuju luar rumah sakit.


Sesampai di luar rumah sakit, Melihat ada taksi yang lewat di jalanan lyra pun langsung menghentikan taksi tersebut.


"Taksi." Teriak Lyra dengan melambaikan tangan nya.


"Jalan pak." Titah Lyra yang sudah masuk di dalam Taksi.


Merasakan ngilu kembali pada bagian bawah nya membuat Lyra kembali menangis, Seburuk buruk nya dirinya dan teman teman nya. Membuat nya masih tetap mempertahan kan harga dirinya.


Bagaimana tidak bersedih mahkota yang selama ini ia jaga, Sudah di renggut oleh seorang pria yang sama Sekali tidak ia kenal.


Hiks Hiks Hiks...


"Dasar anak muda jaman sekarang, Kalau gak mau sakit hati jangan mengenal cinta." Gerutu supir taksi pelan sambil menggelengkan kepala nya yang melihat penumpang nya Menangis sesegukan dari atas kaca spion nya.


"Neng mau kemana ini." Tanya sopir taksi kepada Lyra yang belum di beri tujuan mau kemana.


Lyra yang mendengar suara sopir taksi, Langsung mengusap air mata nya Dengan kasar menghadap jendela.


"Ke apartemen kuningan pak." Jawab Lyra ramah.

__ADS_1


"Baik neng." Sopir taksi itu pun langsung mengemudikan mobil nya menuju apartemen kuningan.


Sesampai di depan apartemen, Lyra pun berbicara kepada sopir taksi untuk menunggu nya masuk ke dalam mengambil uang pembayaran, Mengingat dompet dan ponsel nya yang masih ketinggalan entah kemana. Mungkin juga di dalam klub.


"Maaf pak saya boleh ambil uang dulu di dalam apartemen."


"Silahkan neng."


Lyra pun langsung membuka pintu mobil taksi dan berjalan menuju apartemen nya untuk mengambil uang pembayaran.


*-------*


Dirumah sakit juga, Max yang sudah menebus obat Lyra berjalan kembali menuju kamar rawat Lyra.


"Di mana dia." Max yang tidak mendapati lyra di dalam kamar nya bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Max pun mencoba untuk lebih masuk ke dalam mencari keberadaan Lyra.


Tok tok tok,


Max yang mencoba mengetuk pintu kamar mandi, Mendengar tidak ada suara di dalam nya membuat max membuka pintu kamar Mandi dengan pelan.


"Di Mana dia." Ucap max yang tidak mendapati lyra di dalam kamar mandi, Max pun mengusap rambut dengan kasar.


"Di mana dia, Aku harus menemukan nya." Max pun langsung berjalan keluar mencari perawat yang bertugas hari ini untuk menanyakan keberadaan Lyra.


Max yang sudah bertanya tanya keberadaan Lyra pada pihak rumah sakit berjalan menuju luar untuk pulang, Dirinya yang sudah mulai kesal karena tidak mengetahui keberadaan Lyra memukul kemudi nya Dengan kasar.


"Sial... Di mana dia sekarang."Karena ke adaan yang sudah tidak karuan, Membuat max tidak jadi pulang. Melainkan menuju apartemen mira. Hanya mira lah yang menurut nya bisa menenangkan nya kembali.


Di depan apartemen mira, Max bersimpangan dengan andrew dan jerry.


"Kalian habis ngapain." Tanya max pada sahabat nya jerry, Melihat andrew yang saat ini tengah di bopong oleh jerry membuat max merasa heran habis ngapain ke dua teman nya tersebut.


Jerry yang melihat max berada di hadapan langsung memberikan tubuh andrew pada max.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like dan komen nya nih, Biar author tambah semangat untuk up nya.


__ADS_2