
"Gue udah lupa teory teory yang udah gue serap dulu." Glo yang merasa kesal karena Michel yang mengingat kan kelakuan bejat nya.
"Kalau lo lupa, Nih gue kirim! Di hafal kan lagi ya nak."Goda Michael sambil mengelus pucuk kepala glo.
"Hem."
Sementara di luar ruangan glory, Andre dan Jery sedang duduk di kursi depan ruangan glory sambil berbincang mengenai penyelidikan yang di lakukan Jerry.
"Gimana apa Lo udah tahu siapa orang yang selama ini mengganggu istri gue"Tanya Andrew kepada Jerry.
"Belum... tapi kemarin gue nemuin ini di pinggir kolam renang apa ini milik glo." Jawab Jerry sambil menunjukkan cincin yang dirinya temukan di pinggir kolam renang. Andrew pun meraih nya dari tangan Jerry, Ia menatap cincin tersebut dengan teliti.
"Bentar..." Ucap Andrew yang mengingat cincin tersebut.
"Besok Lo ikut gue." Imbuh Andrew lagi sambil memasukkan cincin tersebut di saku celananya setelah itu berjalan menuju kamar glory, Sementara Jerry hanya menggeleng kan kepalanya kesal karena Andrew yang langsung pergi dari hadapan nya tanpa memberitahu nya.
"Udah di kasih tau, Langsung pergi." Gerutu Jerry yang melihat Andrew masuk ke dalam ruangan glo, Jerry pun juga ikut masuk ke ruangan glo.
jeglek.
Michael dan glory yang melihat Andrew masuk bersama Jerry menghentikan percakapan nya.
"Ya udah glo gue balik dulu ya." Ucap Michele berpamitan karena merasa tidak enak kepada Andrew.
"Ya udah hati hati ya."
"Lekas sembuh." Michael yang menautkan pipi kanan kiri nya bergantian dengan glory.
"pulang dulu ya kak." Michael yang juga bergantian berpamitan kepada Andrew.
"Baiklah." Jawab Andrew sedikit menarik bibir nya.
Melihat Michael berpamitan, Jerry pun juga ikut berpamitan kepada Andrew dan glory.
"Gue balik dulu ndrew... Glo..."
"Hem." Jawab Andrew dengan ekspresi datar nya, Glo pun tersenyum menatap Jerry.
__ADS_1
"Ya udah hati hati." Ucap glo tersenyum, Michael dan Jerry pun berjalan keluar kamar glory untuk pulang.
Setelah Jerry dan Michael keluar dari kamar glo,Andrew berjalan mendekat menuju ranjang glo.
"Udah agak mendingan sayang." Tanya Andrew sambil mengelus kepala glory.
"ini yang masih sakit."Jawab glo sambil memegang bibir nya,Andrew yang sudah paham dengan kode yang di berikan glo dengan cepat menyambar bibir glo dan langsung ******* nya, Glo pun membalas perlakuan Andrew dengan lembut. Andrew yang merasakan glo membalas perlakuan nya lebih semangat untuk melakukan nya.
Setelah cukup lama melakukan pertukaran Saliva, Andrew pun melepas kan bibir nya dari bibir glo.Membuat nafas glo terengah-engah.Andrew pun tersenyum menatap glo.
"Terima kasih." Ucap Andrew lagi sambil mengecup bibir glo,Melihat Andrew yang sama sekali tidak kehabisan nafas sama sekali membuat glo tampak bingung.
Setelah melakukan nya saja glo seperti lari memutari lapangan berkali-kali tapi kenapa Andrew sama sekali tidak kehabisan nafas.
Andrew yang di tatap dengan sorot mata tajam oleh glo, Mengernyit kan dahi nya heran.
"Kamu kenapa sayang." Tanya Andrew sedikit merasa heran.
"Duh... Kamu gak kenapa napa apa." Jawab glory dengan nafas yang masih ngos ngos san.
"Itu belum seberapa sayang, Kalau kamu mau yang lebih ayo." Goda Andrew sedikit memajukan kepala nya menatap bibir glo,Membuat glo memundurkan kepala nya.
"Kalau suami minta gak boleh nolak Lo yank."
"Bukan nya nolak, Apa kamu gak kasih an apa sama aku."
"Ok Ok hari ini aku maaf kan. Tapi lain kali gak."Ucap Andrew membuat glo bergidik ketakutan.
"Udah Jangan di pikir dulu, Mikir nya besok malam aja sekalian persiakan juga tubuh mu karena aku juga butuh obat penenang sayang." Andrew yang juga menaikkan tubuh nya di samping ranjang glo yang luas. Setelah itu memeluk pinggang glo erat sambil memejamkan matanya.Glo yang merasakan dengkuran dari mulut Andrew ikut memejamkan matanya juga.
*---------*
Setelah cukup lama larut dalam mimpi, Glo pun menggeliatkan tubuh nya yang merasa berat karena pelukan dari Andrew yang membuat dirinya membuka matanya.Melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi membuat glo segera membangun kan suami nya.
"Sayang bangun..."Glo yang membangunkan Andrew sambil menepuk nepuk pipi Andrew pelan.
Andrew yang merasa sentuhan di pipi nya langsung membuka mata nya pelan, Melihat istrinya yang berada di samping nya membuat Andrew langsung mencium bibir glo pelan.
__ADS_1
"Good morning Sayang."
"Morning... Sayang pengen pulang."Rengek glo kepada Andrew membuat Andrew sedikit gemas kepada istri nya.
"Pengen pulang." Tanya Andrew lagi memastikan.
"Tadi kan aku udah bilang..."
"Sini sun dulu." Ucap Andrew sambil menunjuk bibir nya, Bukan Andrew nama nya yang tidak bisa memanfaat kan suasana. Glo yang mendengar perintah Andrew seketika membuat pipi nya merona merah karena menahan malu.
Andrew yang paham istri nya merasa malu, Mendekat kan bibir nya lalu mencium bibir glo dengan buas nya. Glo pun membalas kembali ciuman Andrew, Setelah selesai Andrew langsung berdiri dari tidur nya sambil membersihkan bibir glo dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara glo menunggu Andrew di atas tempat tidur sambil bermain hp nya.
Dret... Dret... Dret...
Mendengar suara hp Andrew berdering membuat glo menghentikan aktivitas nya sebentar bermain hp nya dan berpindah mengambil hp Andrew, Glo yang sangat mempercayai Andrew sama sekali tidak pernah mengecek hp Andrew.
"Mira, Siapa Mira." Glo yang melihat nama di layar HP Andrew Mengernyit dahi nya.
Andrew yang baru keluar dari kamar yang sudah memakai celana panjang sambil mengusap kepala nya yang masih basah dengan handuk kering bertanya kepada istrinya, Dirinya yang sempat mendengar hp nya berbunyi dari kamar mandi mendekat ke arah glo.
"Siapa sayang."
"Teman kamu mungkin." Glo yang sama sekali tidak menaruh curiga kepada Andrew memberikan hp nya kepada Andrew.
Andrew pun menerima nya setelah itu Melihat nama seseorang di layar HP nya, Melihat glo yang berpindah ke layar HP nya membuat Andrew sedikit merasa tenang karena istrinya tidak menaruh curiga kepada nya, Andrew pun menggeser tombol merah di layar HP nya dan segera men silen hp nya.
Setelah selesai mengeringkan rambut nya Andrew segera memakai kemeja putih nya kemarin karena dirinya yang tidak membawa baju ganti.
"Sini aku bantu." Melihat istrinya yang seperti nya kesulitan untuk membersihkan tubuhnya dengan tisu basah membuat Andrew membantu nya.
"Udah mau selesai, Gak usah." Glo pun yang tampak masih malu memilih menolak tawaran suami.
"Ya udah." Jawab Andrew pasrah setelah itu membantu glo turun dari kursi roda.
Bersambung.
**Jangan lupa like nya kak👍
__ADS_1
Mampir juga ya di karya ku yang ke dua sekretaris lugu ku...
Makasih buat yang udah mampir like nya donk kak biar author gak males up**.