Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Kejadian di Rs


__ADS_3

"Siap boss, Bolehkah wanita tadi untuk saya." Ucap pria tersebut kepada mira. Mira pun hanya menatap nya dengan tatapan tajam.


"Boleh tapi nanti! Setelah aku selesai ber main main dengan nya, Sana pergi." Jawab Mira mengusir lalu berjalan menuju mobil nya.


*---------------*


Di dalam mobil glo meras bingung, Karena rumah sakit mana yang harus dia tuju. Dirinya berusaha menghubungi suami nya andrew, Tetapi Andrew menolak panggilan dari glory. Glory memilih menepi kan mobil nya di pinggir jalan untuk melakukan panggilan telephon kepada Andrew.


Satu panggilan di tolak...


Dua panggilan di tolak...


Dan terahkir glo melakukan panggilan ke tiga.


MAAF NOMER YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF


Mendengar suara dari spekear hp nya glo langsung menghela nafas.


"Kenapa Andrew jadi seperti ini, Aku akan menuju rumah sakit terdekat." Ucap glory yang langsung menyalakan mesin mobil nya menuju rumah sakit terdekat.


Sesampai rumah sakit glo langsung masuk ke dalam menemui suster untuk bertanya pasien yang bernama karin, Suster tersebut dengan baik nya mengantar glory menuju ruangan karin yang berada di IGD.


Sesampai di depan Ruang IGD, Suster tersebut meninggalkan Glory. Glory yang melihat andrew memeluk dea dengan erat mendekat kan tubuh nya ke dea dan andrew.


Melihat dea dan andrew berpelukan membuat dada glory terasa sakit, Perlahan air mata glory seolah olah lolos tanpa komando. Dengan cepat glo menghapus nya dengan punggung tangan nya.


Dea yang melihat ke datangan glory lebih mengeratkan pelukan nya pada Andrew.


"Aku takut kalau karin kenapa." Ucap dea yang di buat buat.


Glory yang melihat adegan suami nya dan orang lain secara langsung, Berjalan mendekati Andrew dan dea.


"Ndrew aku gak ngelakuin hal itu." Ucap glory pelan menatap andrew.


Andrew pun balik menatap Glory dan melepaskan pelukan nya kepada dea.


"Bukan nya tadi sudah terbukti kalau kamu benar benar melakukan nya, Kalau dirimu tidak suka kami tinggal bersamu ok! Bilang saja gak usah seperti ini caranya... Hiks Hiks Hiks. Ini masalah nyawa anak kecil yang tidak tau apa apa kamu harus paham Hiks Hiks Hiks..." Dea pun mencelah ucapan glory dengan kata kata palsu yang keluar dari mulut nya.


"Kalau tidak dirimu siapa yang melakukan hal tersebut. SAYA! APA ADA ORANG TUA YANG TEGA MERACUNI ANAK NYA SENDIRI." Imbuh dea lagi dengan nada suara yang lebih tinggi.

__ADS_1


Glory Yang tidak perduli dengan ucapan ucapan dea berusaha untuk meyakinkan Andrew.


"Aku gak ngelakuin itu! Beneran aku gak ngelakuin... Percaya lah dengan ku." dea memegang tangan Andrew dengan erat Dan mata yang sudah berkaca kaca.


"Sudah lupakan kejadian tadi." Ucap Andrew dengan tatapan tajam kepada glory, Dea yang melihat sikap Andrew kepada glory tersenyum penuh kemenangan.


"Tapi aku tidak melakukan apa apa." Imbuh glory lagi yang masih tidak terima dengan tuduhan dea.


"Kalau aku tidak menaburi Sedikit bumbu pada pertengkaran ini! Andrew akan mudah percaya lagi dengan nya dan drama yang aku lakukan ini pun akan sia sia." Ucap Dea dalam hati menatap Glo.


"Tenanglah glo... Aku tidak akan marah dengan apa yang sudah kamu lakukan tadi! Akui lah kesalahanmu tadi dan aku mohon jangan kou ulangi lagi kelakuan bodohmu itu." Dea yang tersenyum licik menatap Glory.


"HENTIKAN DRAMA KONYOL MU INI...!" Bentak glory kepada dea.


"CUKUP...! Sebaik nya dirimu yang harus nya menghentikan drama mu itu." Ucap Andrew menatap Glory.


"Aku tidak melakukan itu Ndrew! Aku mohon percayalah kepada ku... Dea Melakukan ini Karena dia ingin memisah kan kita, Aku mohon percayalah."


"Mas berani berani nya dia mem fitnah aku."


"Bukan dirimu yang mem...."


"Aku tidak bersalah Ndrew."


"Aku bilang pergi." Ucap Andrew dingin. Glory pun terpaksa pergi meninggal kan Andrew dan dea berdua.


Dokter yang di tunggu pun ahkirnya keluar juga dari ruangan nya, Melihat ruang igd terbuka Andrew dan dea pun berdiri mendekat ke dokter.


"Gimana dok dengan ke adaan anak saya." Ucap dea cemas.


"Keadaan nya sudah membaik Dan alergi tidak terlalu menjalar ke tubuh. Pasien akan saya pindahkan ke ruang rawat supaya kalian lebih mudah menjenguk nya." Jelas dokter panjang lebar Setelah itu Berjalan pergi meninggal Andrew dan dea.


"Terima kasih dok..." Ucap dea dan langsung menuju ke ruang rawat karin dan andrew untuk melihat keadaan karin.


KAMAR KARIN.


"Sayang maaf pin mamah ya... Karena mengajakmu ke dalam orang yang salah." Dea yang menatap karin yang sedang tidur entah pingsan di ranjang.


Andrew pun mengelus pundak dea.

__ADS_1


"Terima kasih! Sudah menemani diriku di saat seperti ini." Ucap dea yang merasakan sentuhan di pundak nya.


"Sama sama." Andrew pun menarik bibir sedikit menatap dea.


*---------*


Glory yang meninggal kan Andrew dengan air mata yang terus mengalir berjalan menuju mobil nya, Karena buru buru dirinya terjatuh menabrak seseorang.


"Maaf... Apa anda tidak kenapa Kenapa." Ucap pria tersebut menatap Glory.


Glo pun dengan cepat menghapus air mata nya.


"Nggak... Nggak papa." Jawab glo yang langsung berdiri.


"Glory...." Imbuh pria tersebut sambil membantu glo berdiri.


Glo pun menatap pria tersebut.


"Kevin...! Maaf Gue gak sengaja." Kevin merupakan sahabat glory waktu sma Dirinya sangat mengagumi glory, waktu itu setelah lulus sekolah kevin ingin mengungkap kan perasaan pada glory. Karena mengetahui glory sudah akan menikah niat itu kevin urungkan dan sampai terpendam Sekarang.


Melihat mata glory yang lebam seperti habis menangis membuat kevin bingung.


"Kayak nya Glory habis nangis? Kenapa dia sampai nangis, Apa ada keluarga nya yang sakit sampai membuat nya menangis." Ucap kevin dari hati.


Dari pada kevin memikir kan panjang lebar, Kevin memilih bertanya pada glory.


"Untuk apa lo ke rumah sakit! Apa ada yang sakit." Tanya kevin.


"Iya tetangga! Tetangga gue sakit." Jawab glory asal asalan dan langsung pergi meninggal kan kevin.


Kevin yang melihat sikap aneh glory hanya menghembuskan nafas nya kasar.


"Dia bilang tetangga! Tapi matanya saja terlihat bengkak seperti itu. Mungkin tetangga nya tercinta kali." Kevin yang langsung Berjalan ke ruangan nenek nya.


Sesampai nya di parkiran Glory langsung Masuk ke dalam mobil dan mengungkap perasaan yang Dirinya rasakan karena perkataan Andrew dan dea.


"Kenapa lo gak lercaya sama gue Ndrew...Hiks Hiks.. Gue udah ngomong sejujur nya kenapa." Karena terlalu emosi glory memukul mukul kemudi nya sampai membuat tangan nya memerah. Tetapi itu tidak sebanding dengan perasaan yang dirasakan glory saat ini.


Glo pun melanyakan mesin mobil dan langsung melajukan mobil nya.

__ADS_1


Semoga kalian tidak bosan ya dengan Cerita ku 🙂


__ADS_2