
Glo pun membuka kotak tersebut melihat isi di dalam kotak kecil itu glory pun tersenyum, Kalung berwarna silver dengan liontin berbentuk love yang saat ini di hadiahkan oleh glory.
"Apa mau di pasangkan." Tawar Andrew kepada glory, Glory pun menggangguk kepala.
Glo menyibakkan rambutnya ke depan lalu andrew memasangkan kalung di leher glo.
"Makasih." Ucah glo pelan pada andrew.
"Apa cuma kata terima kasih yang aku dapat." Jawab andrew menaruh kepala nya di atas punggung glo.
"Lalu."
Andrew pun langsung ******* bibir glo, Glo yang mendapat serangan dadakan dari andrew hanya diam dan tidak menolak, Dirinya membiar kan andrew melakukan nya.
Karena merasa glo tidak membalas nya andrew melepaskan bibir nya dari bibir glo pelan, Lalu andrew membisikkan kata kata di telinga glory.
"Kalau sudah sembuh kamu boleh membayar nya..."
"Dasar... Istri lagi sakit suruh ngelayani." Ucap glory dalam hati
"iiih... Kamu itu!"Gerutu glory.
Andrew yang mendengar glory menggerutu tersenyum lalu dirinya mendorong kursi roda glory dari ruangan nya untuk menuju mobil, Di depan rumah sakit jerry sudah berdiri menunggu andrew dan glory keluar dari dalam rumah sakit.
Jerry yang paham dengan kode mata andrew memasukkan tas glory ke dalam bagasi mobil, Lalu andrew menggendong glory ke dalam mobil. Setelah selesai jerry menuju ke kemudi untuk menjalankan mobilnya.
Di perjalanan selama di dalam mobil Glo hanya menatap ke luar jendela, Di dalam hati nya mulai ada rasa kegelisahan.
" Apa nanti gue harus ketemu dengan dea lagi."
Andrew yang menyadari kegelisahan pada raut muka Glory bertanya...
"Kenapa sayang."
Glory pun menatap andrew.
"Aku Gak mau balik di apartemen."
"Kita gak akan balik ke apartemen." Jelas andrew pada Glo sambil mengelus rambut andrew.
__ADS_1
"Lalu dea sama karin gimana."
"Dea dan karin sudah aku usir." Glory yang sudah berfikir mungkin andrew sudah mengetahui semua nya.
"Aku sudah tahu semua nya sayang, Mulai hari ini aku akan selalu percaya dengan." Setelah itu glory memeluk tubuh andrew erat andrew pun membalas pelukan glory tak kalah erat.
Jerry yang melihat dua pasangan kekasih saling memadu cinta di kaca spion nya berdehem keras.
"Heem."
Glory yang menyadari deheman andrew melepaskan pelukan nya kepada andrew, Sementara andrew menendang kursi kemudi Jerry karena telah mengganggu momen romantis nya dan glory.
"Di lanjut nanti aja, Ingat glory sedang sakit sebaik nya lo puasa dulu aja." Sindir Jerry pada andrew.
"Gue udah tau kali jer." Andrew yang merasa tersindir lalu menjawab sindiran Jerry.
Glory yang menyadari mobil yang di tumpangi nya masuk ke dalam pagar halaman rumah yang sangat luas,Serta banyak pohon cemara yang berada di depan nya dan bunga bunga yang membuat halaman tersebut tampak lebih indah.
Jerry pun memakir kan mobil nya di halaman rumah.
"Sayang ini rumah kita... Apa kamu suka." Ucap andrew pada glory dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Jovi dan gisella yang sudah mengetahui bahwa glory sudah di perboleh kan untuk pulang memilih menyambut Glo di rumah baru nya andrew, Sebenar nya bukan rumah baru tetapi lebih tepat nya rumah yang baru di tempati.
Jovi yang bertujuan menyambut kepulangan Glo di apartemen mendapat kabar dari andrew bahwa Dirinya akan tinggal di rumah nya yang sudah di belinya bergegas menuju rumah andrew dan gisella.Gisella pun memeluk tubuh Glory lalu mencium pucuk kepala glory.
"Anak mama udah sembuh... Sehat terus sayang."
"Makasih ma." Setelah gisella mencium kepala Glo lalu bergantian dengan jovi yang memeluk tubuh Glory, Glory pun membalas pelukan gisella.
Setelah itu andrew mendorong Kursi roda glory pelan untuk masuk di rumah, Glory yang baru masuk ke dalam rumah nya tampak takjub.
Rumah andrew saat ini sudah di hias bak istana kerajaan, Sementara andrew dan glory adalah raja dan ratu dari istana tersebut.
"Apa kamu suka..." Tanya andrew kepada glory.
Glo pun mengangguk pelan, lalu andrew menjalankan kembali kursi roda glory mengikuti gisella dan jovi, Gisella dan jovi berhenti di meja makan. Andrew pun juga menghentikan kursi roda glory.
Melihat banyak sekali makanan yang tertata rapi di meja makan membuat andrew dan glory sedikit terkejut.
__ADS_1
"Ma... Apa mama mau mengadakan reuny di sini." Tanya andrew kepada jovi mama nya.
"Kita akan mengadakan acara kepulangan Glo menantu mama yang baru pulang dari rumah sakit." Jawab jovi mama nya andrew sambil mengelus pipi kanan glory pelan.
Sementara gisella langsung mendorong kursi roda glory di depan meja makan, Andrew pun berjalan lalu duduk di kursi depan samping Glo.
Jerry baru masuk membawa tas glory memberikan nya kepada pelayan di rumah andrew, Lalu ikut makan bersama dengan keluarga andrew dan glory yang saat ini juga menjadi keluarganya.
"Kamu mau makan apa sayang." Tanya gisella pada glory sambil menyiapkan piring dan sendok.
Glory yang melihat banyak makanan ke sukaan nya seperti Capjay dan aneka siput bingung mau merasakan yang mana dulu.
"Semua nya ma... Jangan banyak banyak tapi." Jawab glory pada mama nya gisella, Lalu gisella pun menaruh semua jenis siput satu persatu ke dalam piring glory.
"Makan yang banyak sayang, Biar cepet sembuh kasian tu menantu mama harus berpuasa dulu." Gisella yang menggoda glory membuat glory tersedak.
"Uhuuuk."
Andrew dengan sigap memberikan gelas berisi air putih pada glory, Glory pun sangat merasa malu pada mama nya sendiri dan mertua nya jovi. Seketika pipi nya merona karena menahan malu.
Jovi yang mendengarnya pun juga tersenyum, Melihat anak nya dan menantu nya.
"Besan ku... Malu tu menantu ku."
"Maaf nyonya ada teman nona glory datang." Pembatu rumah andrew yang masih terlihat muda memberi tahu kepada majikannya.
"Oh jadi ini tuan muda di rumah ini, Ganteng juga.ini baru kelas kakap namanya." Ucap pembantu yang bernama novi dengan senyum licik nya.
"Suruh masuk saja bi." Ucap Gisella kepada pembantu rumah andrew.
"Baik nyonya." Pembantu itu pun pergi dari meja makan, Setelah itu berjalan ke luar rumah untuk memepersilahkan teman glory untuk masuk ke dalam.
Ke tiga teman glory pun masuk berjalan di belakang pembantu tersebut menuju meja makan, Melihat glory yang sudah semakin membaik teman glory langsung memeluk tubuh Glory bergantian.
"Glo Sehat terus ya." Ucap nisa memulai pembicaraan nya pada glory.
"Iya jangan sakit lagi, Masa lo gak kasian sama kita bertiga glo." Lyra menimpali ucapan michel.
"Glo jangan sakit ya biar bisa main ke klub bareng kita." Michle Dengan babar nya berkata pada glory, Lyra yang menyadari perkataan glory menendang kaki glory.
__ADS_1