
"Aku hamil..." Lyra yang langsung berterus terang kepada Michael dan Lisa.
Michael dan Lisa hanya saling menatap, Antara Percaya atau tidak dengan penjelasan lyra. "Kamu jangan bercanda." Pungkas Michael yang sama sekali tidak percaya dengan ucapan lyra, Meskipun Menurut nya hal seperti ini sangat lah konyol untuk di jadikan bahan candaan.
Lyra langsung membuka tas nya dan mengeluarkan beberapa gambar usg bayi nya, "Ini." Lyra yang langsung menyodorkan gambar tersebut kepada Michael dan Lisa.
"Ini alasan ku menghindari kalian berdua, Aku takut kalian nantinya akan mengejek dan menertawakan ku nanti nya." Ucap lyra jujur.
Lisa dan Michael langsung memeluk tubuh lyra dengan erat, Mereka berdua memberikan kekuatan kepada lyra untuk tetap kuat dalam menjalani rumit nya kehidupan di dunia ini. "Kita sahabatmu... Susah senang kita akan terus bersama." Michel Yang Masih berusaha meyakinkan Lyra.
Lisa yang merasa naik darah pada laki laki yang melakukan hal itu kepada sahabat nya masih terus mengintrograsi Lyra untuk jujur, "Siapa laki laki yang melakukan hal itu kepada mu." Tanya lisa masih dengan raut wajah emosi nya, Dirinya ingin menemui laki laki itu untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang ia lakukan kepada sahabat nya ini.
Lyra pun hanya menggeleng, Memang dirinya sempat bertemu dengan laki laki tersebut. Bahkan ia masih Mengingat wajah ayah dari anak nya yang ia kandung sekarang. Tetapi Lyra tidak mengetahui identitas tentang pria yang membuat nya sampai Seperti ini.
"Apa Maksud mu." Tegas lisa dengan sorot mata tajam nya.
"Aku tidak mengenal pria itu." Lirih Lyra pelan, Michel Yang tadi nya hanya diam menenangkan Lyra mulai merasa bingung dengan penjelasan Lyra.
"Kok sampai bisa kamu tidak mengenalinya." kali ini gantian Michel Yang berbicara, Lyra mulai menceritakan kejadian yang ia alami di sebuah klub waktu itu.
Dirinya mulai menceritakan secara detail kepada Lisa dan michel, (Baca dari awal ya biar tau masalah apa yang di alami oleh Lyra.)
"Maafkan kita berdua ra, Karena kita kamu sampai mengalami hal Seperti ini." Michel Yang merasa bersalah, Karena waktu itu membiarkan Lyra pulang sendirian.
__ADS_1
"Kalian tidak bersalah..."Ucap Lyra Yang memegang tangan kedua sahabat secara bergantian.
Lisa yang mendengar cerita Lyra, Malah semakin di buat emosi. "Apa kamu hafal dengan wajah nya." Tanya lisa.
Lyra pun hanya Mengganggukkan kepala nya, "Aku akan menghubungi pelukis wajah untuk mengetahui identitas pria yang berbuat Seperti ini kepada mu." Ucap lisa seraya berdiri sambil mengeluarkan ponsel nya, Lyra yang melihat sikap Lisa dengan segera menarik ponsel lisa, Dirinya tidak mau lisa bertindak gegabah Seperti ini. "Ra Kenapa kamu mengambil ponsel ku." Lisa semakin marah dengan sikap Lyra yang tampak keras kepala Seperti ini.
"Aku mohon jangan lakuin ini." Mohon Lyra, dirinya tidak mau nanti nya akan membuat keluarga roy sakit hati karena mengetahui tentang kehamilan nya dan merasa di bohongi. Meskipun sebenarnya keluarga Roy sudah mengetahui semua nya lyra.
"Ra aku tidak menyuruh dirinya bertanggung jawab Menikahi mu." Ucap Lisa. "Aku menyuruh nya bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan kepada mu di kantor polisi nantinya, Ini termasuk kasus pelecehan seksual Ra." Imbuh Lisa kembali.
"Aku mohon jangan lakukan itu, Aku tidak mau membuat mamah dan papah ku kecewa nanti nya karena gagal nya pernikahan ku nanti." Ucap lyra dengan berderai air mata.
"Menikah." Lisa dan Michael yang berucap bersamaan, Apa lyra akan menikah dengan pria yang membuat dirinya seperti ini. Apa pria itu mau bertanggung jawab kepada lyra. Bukan nya lyra tadi berkata tidak mengenal pria yang merenggut kesucian nya itu.... Entah mengapa Lisa dan Michael Semakin di buat bingung oleh masalah yang di alami lyra.
"Ada seorang pria yang Secara tiba tiba ingin melamar ku setelah mengetahui keadaan ku ini." Ucap lyra. "Karena mamah dan papah ku merasa bahagia dengan pernikahan ini, Aku tidak mau Membuat nya kecewa ahkirnya nya Aku pun menerima pernikahan itu." Imbuh lyra kembali.
"Aku menyadari ke adaan ku ini, Apa bila dia akan membuangku aku sudah menyiapkan diri nantinya." Ucap lyra pelan, Menyadari semua masalah yang di alami oleh Lyra. Lisa dan michel hanya saling pasrah Membiar kan lyra memutuskan jalan hidup nya sendiri. Mereka berdua hanya bisa memberi kan semangat dan dukungan kepada Lyra atas apa masalah yang di alami Lyra.
"Bila kamu membutuhkan aku, Dengan senang hati diriku akan membantu."Lisa yang merasa prihatin dengan hidup Lyra.
"Aku juga." Dengan pelan Michel mencoba memegang tangan Lyra, Mereka bertiga pun berpelukan erat memberi kan kekuatan pada lyra.
"Terima kasih."
__ADS_1
*------*
Glo yang memilih untuk tinggal sendiri di Apartemen, Menenangkan dirinya menyuruh mamah nya untuk pulang. Dirinya tidak mau membuat mamah nya bersedih karena melihat nya Seperti ini.
Glo terus menerus menolak panggilan dari andrew yang masih menghubungi nya kali ini, Ia tidak mau berbicara ataupun menemui nya. Sekarang yang ia ingin lakukan adalah mengurung dirinya sendiri di kamar, Melupakan semua masalah yang ia alami saat ini.
"Kurang apa sih aku Ndrew Hiks Hiks Hiks." Entah mengapa saat ini glo ingin mengahkiri hidup nya, Mengingat bayi yang berada di kandungan nya saat ini membuat nya Tidak bisa berbuat apa apa.
Dengan pelan glo mengusap perut nya yang Masih rata itu, "Sayang... Kamu gak papa kan di dalam sana." Ucap glo seakan akan berbicara kepada bayi nya, Yang mungkin saat ini mendengarkan keluh kesah nya di sana.
"Kamu Jangan nakal ya sayang, Mommy Sayang banget sama kamu." Glo yang tadi nya hanya berdiam diri, Seketika perut nya terasa Sangat lapar. Entah mengapa dirinya ingin sekali makan pasta.
"Aku laper nih." Glo yang mulai berdiri, Membuka ponsel dan mulai memesan makanan pada aplikasi di ponsel nya saat ini. Setelah selesai memesan makanan glo mulai merebahkan tubuh nya, Menunggu pesanan nya datang.
Ting tong Ting tong...
Mendengar bunyi bel apartemen, Membuat glo kembali berdiri Untuk melihat semua Yang datang. "Apa secepat itu mereka menyiapkan semua." Mengingat dirinya yang baru memesan makanan tadi.
Dengan segera glo langsung membuka pintu.
Bugggg...
Glo yang terjatuh karena di dorong oleh seseorang langsung mendongak kan kepala ke atas, "Dasar jalang... Tidak tahu diri." Sarkah orang itu yang langsung menarik dagu glo dengan kasar.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen nya....