
"Sayang jawab jujur kamu di mana sekarang." Tindas Gisella agar anak nya mau berkata dengan jujur, Dirinya yang sudah tahu bahwa putri nya saat ini tidak ada kelas di kampus memilih menanyakan nya.
"Aku di kampus mah, Kenapa..." Glo yang masih terus membantah Ucapan mamah nya Dengan menahan isak nya.
"Kalau gitu mamah mau jemput kamu ke kampus sekarang." Paksa Gisella.
"Mah..."
"Gimana?" Tangis glo mulai pecah di saat mamah nya memaksa mengatakan dimana dirinya saat ini.
Hiks... Hiks... Hiks...
"Sayang Kenapa, Kamu di mana mama jemput ya sekarang." Panik gisela.
"Mah glo di apartemen glo mah... Hiks Hiks Hiks." Setelah mengetahui keberadaan putri nya, Gisella segara mematikan sambungan telpon nya. Dan memberi intruksi kepada supir nya untuk menuju apartemen glo.
*-------*
Mira yang baru pulang dari rumah sakit, Setelah membututi glo dan Andrew melempar tas nya Dengan kasar ke sembarang tempat.
"Gak mungkin, Wanita itu gak mungkin istri andrew." Mira yang merasa geram, Melempar vas bunga yang ada di kamar nya untuk meluapkan amarah nya.
Bruuuk...
"Gue gak akan biarin wanita itu bersama andrew, Gak akan..." Teriak mira dengan sangat emosi, Dirinya yang baru mengetahui bahwa glo adalah istri dari andrew merasa sangat geram kepada glo. Apa lagi glo yang saat ini tengah hamil anak andrew, Hal itu sangat sangat menghambat rencana yang sudah ia susun dengan rapi untuk memiliki andrew kembali.
"Hanya gue nanti nya yang akan menjadi istri andrew, Lihat saja nanti..." Janji mira dengan senyum jahat nya. Dirinya Kemudian mengambil tas nya untuk melakukan rencana busuk selanjut nya.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan panggilan, Amarah mira sedikit merasa reda. Dirinya langsung menelphon kembali teman seperjuangan nya untuk berbagi cerita tentang masalah nya hari ini.
Di Apartemen, Milik seorang pria yang juga pengusaha. Ada seorang wanita yang sedang memuaskan nafsu seorang pria yang saat ini menjadi target nya untuk menjadikan ia ke jenjang yang lebih serius, Siapa lagi kalau bukan max dan bela.
Max yang merasa sedikit puas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Entah Kenapa beberapa hari ini gairah **** nya terasa berkurang tidak Seperti dulu.
Bela yang melihat max masuk ke dalam kamar mandi, Berjalan dengan gontai menuju nakas meja untuk mengambil tas nya. Dirinya yang melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari mira semakin malas untuk menatap layar ponsel itu.
"Pasti dirinya nanti akan curhat masalah nya Dengan andrew." Tebak bela yang sudah hafal dengan masalah teman nya yang menurut nya sangat rumit itu, Dengan segara bela men silent ponsel nya agar tidak ada yang menganggu dirinya berduaan dengan max.
"Aku akan menemui nya setelah pulang dari sini." Dengan cepat bela memunguti pakaian nya yang sudah ber hambur hambur ran kemana mana dan segera memakai nya.
Max yang sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathup mandi nya, berjalan dengan gontai untuk mengambil ponsel. Dirinya yang sudah Melihat bela tampak rapi segera mentranfer bayaran bela yang tadi sudah sedikit memuaskan nya.
"Aku sudah tranfer bayaran mu, Jika dirimu ingin pergi... Pergi lah." Ucap max dengan malas, Berjalan ke arah sofa untuk bermain ponsel nya.
Max yang merasakan kepala terasa pusing, Memijit pelipis kepala nya dengan ke dua tangan nya. Entah kenapa dirinya sangat lelah hari ini.
Mengingat banyak nya pekerjaan yang akan ia kerjakan besok, Membuat max terasa begitu pusing saat ini. Ternyata membangun perusahaan sendiri tidak semudah Yang ia bayangkan waktu itu.
Untung nya perusahaan yang dulu sempat bangkrut sudah kembali stabil juga, Membuat nya tidak terlalu pusing pusing lagi memikir kan masalah kerjaan nya.
"Apa kamu sangat lelah hari ini." Tanya bela kepada max, Mungkin saat ini Dirinya bisa melakukan pendekatan pada max. Karena waktu itu selalu gagal, Max yang di sibukkan dengan pekerjaan nya membuat bela selalu merasa terabaikan dan kadang di tinggal kan begitu saja Setelah selesai melayani max.
"Hal ini sudah biasa bagi ku."Jawab max dengan acuh tanpa melihat ke arah bela, Mendengar ponsel nya berdering.dengan segera max mengangkat nya, Melihat ternyata yang menelphon dirinya adalah mamah nya. Membuat max mendengus kesal.
Max merasa sedikit kesal dengan sikap bawel mamah nya, Dirinya yang selalu di perlakuan Seperti anak kecil membuat max sedikit jengkel dengan sikap mamah nya yang menurut nya sangat lah berlebihan.
__ADS_1
"Hallo mah." Jawab max dengan nada malas nya.
"Sayang, Apa kamu tadi sudah makan..." Tanya mamah max tanpa berbasa basi lagi. Max yang mendengar pertanyaan konyol mamah nya tampak mendengus kesal.
"Ya ampun mah pertanyaan konyol apa lagi ini." Batin max yang sudah merasa jengkel dengan sikap mamah nya.
"Udah mah..." Jawab max dengan nada kesal nya.
"Ya udah...! Sayang besok kakak kamu ingin mengadakan lamaran. Kamu harus ikut ya nak." Max yang jadwal besok sangat lah padat di kantor nya Dengan berat hati menolak tawaran mamah nya.
"Mah besok banyak jadwal metting penting di kantor yang tidak bisa di gagal kan." Tolak max, Mamah max sebenar sedikit kecewa dengan penolakan yang di berikan oleh max. Tetapi mau gimana lagi dirinya juga tidak mungkin memaksa putra nya itu untuk ikut, Dirinya juga menyadari bahwa max memilih mendirikan perusahaan nya sendiri dan tidak mau mengganti kan posisi papah nya sebagi ceo perusahaan bersama kakak nya, pasti diri nya akan sangat sibuk dengan pekerjaan sekarang.
"Mah..." Mendengar tidak ada jawaban dari mamah nya, Membuat max memanggil mamah nya kembali dari sambungan telephon.
"Iya sayang..." Jawab mamah max dengan nada sedikit kecewa.
"Mamah tidak apa apa kan." Entah Kenapa pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut max, Mendengar nada suara mamah nya yang sudah berubah sedikit sendu menandakkan bahwa mamah nya tampak kecewa dengan keputusan nya saat ini.
"Mah... Aku janji kalau kak roy menikah nanti pasti aku akan datang ke pernikahan nya." Ucap max dengan sungguh sungguh tidak mau membuat mama nya kecewa lagi untuk ke dua kali nya.
Melinda yang mendengar ucapan max, Menarik bibir nya untuk tersenyum. " Baiklah nak. Mamah pegang janji mu itu." Jawab mamah max dengan antusias. " Dan Jangan lupa kenalkan kekasih mu kepada mamah nanti, Jaga kesehatan ya sayang" Goda melinda kepada putra nya.
"Mah..." Max yang mau mengeluarkan kekesalan nya kepada mamah, Mendengus kesal karena mamah nya mematikan sambungan telpon nya secara sepihak.
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen nya.
__ADS_1