Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Pengganggu


__ADS_3

Glory yang baru sadar kembali menggerakkan tubuh nya.


"Sayang kamu udah bangun... Mau aku ambilin makan." Bujuk Andrew kepada glory.


Glory menatap andrew dengan mata yang sudah berkaca kaca. Andrew yang menyadari tatapan glory balik menatap glory.


"Sayang kenapa."


"Aku pengen ke makam papa... Hiks Hiks Hiks..." Lirih glory kepada andrew.


"Besok kita akan ke makam Sayang..." Ucap andrew sambil mencium dahi glory...


"Maaf pin aku." Andrew lalu meminta maaf kesalahan nya pada glory, Glory lalu balik menatap andrew diri nya meraih tangan kanan andrew.


"Jangan tingggal kan aku." Entah apa saat ini yang di rasakan glory dirinya sangat tidak ingin kehilangan andrew,Begitu juga dengan andrew.Andrew merasa sangat nyaman bila ada di samping glory.


"Aku tidak akan meninggalkan mu..." Lalu andrew pun mencium bibir glory lembut.


"Hemmm." Dehemen jerry yang baru datang menggema di ruangan glory, Dengan pelan andrew melepaskan bibir nya di bibir glory.


"Dasar ganggu aja." Gerutu andrew menatap jerry.


"lo sudah menodai mata polos ku ini ndrew." Ucap jerry memulai pembicaraan nya kepada andrew.


Andrew pun tersenyum licik menatap jerry...


"Cih... mata polos. Sebaik nya kou ketuk terlebih dahulu kalau ingin masuk." Teguran andrew pada jerry, Jerry pun terkekeh melihat ekpresi andrew saat ini.


Sementara glory yang melihat ke datangan jerry sangat malu pipinya berubah merah seketika.


"Hay ini rumah sakit bukan kamar hotel atau pun penginapan." Jerry yang terus menggoda andrew.


"Gue tidak melakukan nya dengan orang lain... Gue ngelakuin nya dengan istri sendiri, Makannya lo buruan nikah di semak semak pun kalau udah bersuami istri gak ada larangan." Andrew yang juga tidak terima dengan ucapan jerry.


"Kalau lo gak di jodoh in mungkin lo juga akan kayak gue ndrew." Ucap jerry dalam hati.


Andrew yang membawa kata kata pernikahan tidak bisa membalas Ucapan andrew, Sementara glory yang mendengar pertengkaran orang dewasa itu hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Udah mendingan glo." Tanya jerry kepada glo melihat nya sudah kembali sadar.


"Lumayan kak." Setelah itu jerry pun mengajak andrew keluar untuk membicarakan rumah barunya yang akan di tempati oleh andrew dan glory, Andrew pun mengangguk paham lalu keluar bersama dari ruangan glory. Andrew berencana memberi tahu glory setelah pulang saja.


Di dalam kamar sendiri, Glory melihat bayangan seseorang yang lewat di belakang korden rumah sakit. Glory merasa aneh dengan bayangan tersebut mulai turun dari ranjang nya lalu berjalan mendekati korden tersebut.


Glory berjalan pelan sambil memegangi tembok rumah sakit agar tidak terjatuh, Dirinya menggeser pelan korden tersebut seketika tangan nya di tarik oleh seseorang.


"Lepasin aku... Lepasin..." Teriakan glory terdengar hingga ke depan ruangan nya, Glory pun memukul mukul tangan seseorang tersebut.


Melihat seseorang membuka pintu, orang yang menarik tangan glory mendorong glory lalu lari dari hadapan glory.Andrew yang melihat Glory jatuh berjalan cepat mendekati glory.


"Itu tadi ada orang di belakang korden lalu narik tanganku..."Ucap glory ketakutan kepada andrew. Jerry pun membuka korden tersebut Diri nya melihat anak kecil yang mengambil bola di bawah jendela.


"Rupanya anak kecil..." Gerutu jerry Yang melihat anak kecil mengambil bola.


"Kamu lagi ngapain."


"Ini om... Tadi aku main bola sama kakak ku dan bola nya ke tendang sampai ke sini." Ucap anak kecil tersebut kepada jerry.


"Siap om." Anak kecil itu pun pergi meninggalkan jerry lalu jerry menutup kembali korden tersebut dan berjalan menuju ranjang glory.


Andrew pun membopong tubuh glory ke atas ranjang dirinya berusaha menenangkan glory yang masih ketakutan.


"Tenang lah sayang tidak akan ada apa apa..."


"Ternyata anak kecil sedang mengambil bola." Jelas jerry dengan santay nya.


"Tadi bukan anak kecil..." Glory mengelak ucapat jerry.


"Dengarkan... Nggak akan ada apa apa sayang." Karena di samping nya sudah ada andrew, Glory sedikit merasa tenang. andrew menyuruh glory untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang glory pun menurut...


"Jangan pergi..." Ucap glory sedikit ketakutan karena kejadian tadi.


"Iya." Setelah itu glory ahkirnya tertidur tenang di samping andrew, Merasa ada yang mengganjal di hati nya. andrew menyuruh jerry untuk mencari tau siapa yang berani menggagu istrinya tadi jerry pun Langsung menjalankan tugas nya dan memberi tahu anak buah andrew lain nya.


*-------*

__ADS_1


Sementara di dalam base camp nya mira menampari Ke tiga anak buah nya satu persatu secara bergantian.


"Laki laki macam apa kalian, Dasar gak berguna Badan doang gede..." Mira meluapkan perasaan nya ke pada tiga anak buah nya.


"Nyulik satu wanita aja tidak bisa... Minta bayaran gedhe." Imbuh mira lagi.


"Maaf bos."


"Hanya kata maaf yang keluar dari mulut kalian." Ucap mira dengan suara yang meninggi karena emosi.


"Sana pikirkan rencana baru, ingat besok sudah harus ada rencana yang keluar dari otak bodoh kalian itu." Caci mira kepada ke tiga anak buah nya.


"Bos... Kenapa gak bos saja yang beri tahu rencana nya." Ucap salah satu anak Buah mira yang berna rudi kepada mira, Mira pun manatap dengan tatapan tajam lalu menampar pipi rudi keras hingga darah segar keluar dari mulut rudi, Rudi pun hanya menundduk kan kepalanya melihat kemarahan mira.


"Percuma gue bayar lo mahal mahal... Gue akan potong setengah gaji lo."


"Jangan bos... Maaf membantah ucapan bos." Rudi yang memohon kepada mira.


"Ingat kalau ada yang berani membantah gue di sini, Gue tidak segan segan potong gaji kalian." Mira yang langsung pergi meninggalkan anak Buahnya...


Pagi Hari Di Rumah sakit.


Glory yang sudah di periksa oleh dokter bersiap siap untuk pulang ke rumah, Setelah memeriksa tubuh glory yang sudah semakin membaik dokter pun mempersilahkan glory untuk pulang lalu keluar dari kamar glory untuk memeriksa pasien lainnya.


Andrew pun yang melihat glory sudah semakin membaik tersenyum bahagia,Andrew membantu glory untuk duduk di kursi roda. Karena ke adaan glory yang tidak memungkinkan untuk berjalan kaki.


"Sayang ini untuk mu." Ucap Andrew memberikan kotak kecil kepada glory, Glory pun menerima nya lalu membuka kotak tersebut.


"Ini apa Sayang." Tanya glory heran.


"Buka dong..."


Glo pun membuka kotak tersebut melihat isi di dalam kotak kecil itu glory pun tersenyum, Kalung berwarna silver dengan liontin berbentuk love yang saat ini di hadiahkan oleh glory.


"Apa mau di pasangkan." Tawar Andrew kepada glory, Glory pun menggangguk kepala.


Terimakasih buat kalian yang setia membaca cerita saya, Semoga kalian suka ya...

__ADS_1


__ADS_2