
"Apa aku harus membayar mu dengan uang." Tanya glo yang masih belum paham dengan apa maksud perkataan andrew.
"Apa wajah ku Seperti Orang yang kekurangan uang hingga dirimu ingin membayar ku dengan uang." Andrew yang dengan sombong nya berkata dengan glo, Membuat glo mendengus kesal karena mendengar kesombongan andrew.
"Lalu Apa." Tanya glo yang sudah mulai kesal dengan ucapan andrew.
"Nanti malam bayar lah dengan tubuh mu." Ucap andrew dengan mengedipkan mata nya, Lalu berjalan mendahului glo menuju almari pakaian.
Glo yang mendengar bisikan andrew berjalan malas ke atas ranjang untuk mensejajarkan kaki nya, Andrew yang baru Mengingat bahwa hari ini dirinya mempunyai janji dengan mira segera bersiap. Kali ini andrew memilih menitip kan glo ke rumah mama nya glo sendiri, Mungkin glo yang sudah agak bisa berjalan memilih untuk tinggal dirumah sendiri tetapi sebagi suami Andrew memilih menitipkan glo ke rumah mama nya untuk berjaga jaga kalau nanti nya akan ada apa apa Dengan nya.
Andrew yang sudah memakai celana serta kemeja putih berjalan Dengan langkah gontai menuju ke arah glo, Dengan masih membawa dasi di tangan kanan nya andrew menyerah kan pada glo untuk memakai kan nya.
"Aku merasa bingung dengan mu, Apa sebelum menikah dirimu tidak pernah memakai dasi! Hingga setiap hari aku harus selalu memakai kan nya." Gerutu glo seraya menerima dasi yang di ulurkan dari tangan andrew.
"Sekarang tangan ku sudah pensiun memakai dasi. Karena Sudah hampir tuju tahun aku memakai nya sendiri." Andrew yang menjawab pertanyaan glo Dengan senyum yang menyungging di bibir nya.
"Aneh kamu ma! Untung aku punya pengalaman memakai dasi. Kalau tidak."
"Kalau tidak aku akan mempelajari sampai bisa Seperti malam itu." Ucapan glo berhenti ketika andrew yang meneruskan nya, Seketika wajah glo memerah mendengar ucapan andrew. Glo pun mencubit pinggang andrew pelan membuat andrew kegelian.
"Kamu ya." Glo yang merasa malu dengan wajah yang merona di area pipi nya.
"Udah... Cepet ganti baju, Jangan gara gara kamu masih memakai ini aku kembali memakan mu." Andrew yang menggingat kan glo dengan seringai tipis di bibir, Glo pun segera berdiri pelan menuju almari Setelah itu ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Andrew yang melihat tingkah glo yang Seperti anak kecil yang sedang malu hanya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
*---------*
Max yang baru bangun dari tidur lelah nya akibat pergulatan nya yang sangat menguras tenaga, Menegakkan kan tubuh nya Setelah itu berjalan untuk membereskan pakaian nya yang berserakan di mana mana. Max yang melihat jam pada layar ponsel nya yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian nya kembali max pun bergegas menuju pintu kamar untuk pulang, Melihat wanita nya masih tertidur di jam segini membuat max berinisiatit untuk membangunkan nya.
"Bangun baby ini sudah pagi." Max yang menepuk pipi lyra dengan pelan agar terbangun, Melihat ada bercak darah di sprei yang ia tiduri semalam membuat max mendekatkan kan tubuh nya untuk melihat bercak darah tersebut.
"Darah siapa ini. Di sini cuma ada dia..." Karena merasakan ada kegundahan di hati nya Dengan segera max mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang.
"Maaf tuan muda Wanita yang anda pesan tidak bisa datang, Semalam saya sudah berusaha menghubungi anda tapi nomer anda tidak aktif." Ucap mami jasie yang langsung mengangkat telpon nya dan menjelaskan nya kepada max.
Max pun mengecek kembali ponsel nya, Ternyata memang benar bahwa mami jasie sudah menghubungi nya ber kali kali, Dengan suara berat nya max mencoba membalas telpon dari mami jasie.
Max pun merasa bingung harus melakukan apa, Max yang merasa sudah frustasi karena sudah melakukan hal itu kepada wanita yang Masih virgin. Max yang melihat wanita di hadapan nya masih menutup mata nya, Dengan segera mengambil pakaian lyra yang berserakan di lantai Setelah itu memakai kan nya dan membopong nya menuju mobil.
Sebelum sampai di mobil max berpesan kepada pelayan wanita bertender untuk membersihkan kamar yang sudah ia tempati tadi, Dan memberikan beberapa uang tips dari saku celana nya Setelah itu segera pergi menuju parkiran mobil nya.
Sesampai di parkiran, Dengan segera max memasukkan tubuh Lyra ke dalam mobil untuk segera menuju ke rumah sakit.
Perjalanan menuju rumah sakit.
Di perjalanan menuju rumah sakit, Lyra yang merasa kan sakit pada bagian bawah nya membuka mata nya pelan.
__ADS_1
"Auuuuh." Rintih lyra merasa kesakitan, Max yang Masih fokus mengemudikan mobil mendengar suara rintihan wanita di samping nya, Menatap ke arah wanita tersebut dan fokus kembali ke depan untuk menyetir.
Lyra yang melihat lelaki tampan di samping nya yang semalam sudah memaksa nya untuk melakukan hubungan intim berusaha untuk membuka pintu mobil nya.
"Aku mau keluar berhenti sekarang." Tegas lyra kepada max dengan raut wajah ketakutan akibat semalam.
"Aku akan mengantar kan mu pulang, Cepat bilang rumah mu dimana." Max yang dengan santay nya melontarkan perkataan nya pada lyra, Max yang tadi nya merasa khawatir dengan lyra karena lyra yang belum sempat bangun memilih untuk mengatarkan nya ke rumah sakit. Melihat lyra yang saat ini sudah terbangun membuat max mengantarkan nya terlebih dahulu ke rumah nya.
"Hentikan mobil nya, Aku tidak mau bapak mengantar kan ku ke rumah." Lyra yang berusaha menahan air mata nya, Kejadian semalam membuat lyra ingin segera menangis sekencang kencang nya.
"Auuuuh." Rintih lyra yang masih merasakan sakit pada area bawah nya, Lyra yang tadi nya menahan air mata Seketika terisak karena merasa kan sakit pada bagian bawah nya.
"Hiks Hiks Hiks, Aku mohon hentikan mobil nya di sini saya ingin segera turun." Ucap lyra penuh penekanan, Max pun dengan terpaksa menghentikan mobil nya.
"Kalau dirimu ingin turun, Turunlah sekarang." Max yang sudah mulai frustasi dengan sikap lyra.
Lyra yang merasa kan mobil max berhenti dengan melangkah kan kaki nya diri nya segera turun dari mobil max, Dan menutup kembali mobil max dengan keras.
Lyra pun berjalan dengan hati hati menuju halte bus, Baru berjalan beberapa langkah. kepala lyra terasa begitu pusing, Pandangan yang tadi terasa begitu bening seketika menjadi sangat kabur. hingga membuat tubuh nya terjatuh dan tidak sadar kan diri.
Bersambung.
...Jangan Lupa Like dan Komen nya kak, Bila ada penulisan kata maaf ya bisa di sampai kan secara baik baik....
__ADS_1
...Jangan lupa Mampir di karya ke dua ku sekretaris luguku...