
Dea berjalan memutari kursi roda glo dan berdiri tepat di hadapan glo, Setelah itu Dirinya menjongkok kan tubuh nya agar bisa menatap wajah glo dengan jelas.
"Jangan macam macam dirimu." Ancam glo kepada Dea.
Mendengar ucapan glo dea tertawa dengan keras hingga membuat glo sedikit ketakutan dengan sikap dea.
"Apa dirimu menginginkan gue tidak berbuat macam macam."
"Pergi dari hidup Andrew sekarang juga." Ucap Dea penuh penekanan kepada glo.
Plak...
Glo yang merasa geram dengan perkataan Dea mengangkat tangan kanan nya lalu mendaratkan satu tamparan ke pipi dea.
"Gue tidak akan meninggalkan kan Andrew... ingat itu."
Dea yang mendapat serangan dadakan dengan refleks memegang pipi nya, Setelah itu berdiri dari hadapan glory...
Plak...
Dea yang tidak terima dengan tamparan glo menbalas nya dengan kembali menampar pipi kanan glo.
"Tamparan ini untuk dirimu karena tidak mau meninggal kan Andrew dan..."
Plak...
"ini pembalasan gue karena Lo sudah berani menampar gue." Ucap Dea merasa puas karena telah menampar glo. Glo yang merasa panas di area pipi kanan dan pipi kiri tersenyum kecut menatap Dea, Sambil memegangi pipinya yang sudah memerah.
Dea pun memutari kursi roda glo dan berada di belakang glo, Dengan gerakan cepat dirinya mendorong kursi roda glo hingga membuat glo terjatuh dari kursi roda.
"Aduuh..."Glo yang merasa kesakitan karena dengkul nya yang terbentur di lantai.
"Mama hentikan."Mendengar teriakan anak kecil Dea menghentikan gerakannya lalu menatap ke arah teriakan tersebut Begitu juga dengan glo, Glo berusaha memutar tubuhnya.
"Mama hentikan..."Ucap Karin mendekat pada Dea.
"Kenapa sayang bukan nya kamu senang karena mama telah menyiksa dirinya." Jelas Dea kepada Karin yang menyuruh nya menghentikan aksinya.
Glory pun tersenyum menatap Karin.
__ADS_1
"Karin tolongin tante..."Ucap glory yang melihat Karin mendekati nya sambil mengulurkan tangan kanan nya.
BYARRRR...
Karin yang membawa gelas berisi air putih menyiramkan nya ke wajah glory, Hingga membuat baju yang di pakai glo basah kuyup karena air yang di siram kan oleh Karin.
"Jangan harap ya aku bantuin Tante." Ucap Karin tersenyum setelah itu mengandeng tangan Dea dan mengajak Dea meninggalkan glory sendiri.
Dea yang melihat aksi Karin tersenyum puas Setelah itu pergi bersama Karin, Glory yang melihat punggung Dea dan Karin sudah tak terlihat berusaha untuk menarik bibir nya agar tersenyum.
"Sabar glo kamu harus kuat..." Ucap Glo menyemangati dirinya, Glo pun berusaha berdiri untuk duduk kembali di kursi roda.
"Auuuhhh." Rintih glo yang terjatuh kembali karena tidak kuat menahan kaki nya yang terluka untuk berdiri.
"Gue harus bisa..."Glo pun berusaha untuk berdiri menjangkau tempat duduk kursi roda nya.
Glo pun menjadi kan tempat duduk kursi roda sebagai penopang tangan nya agar bisa berdiri.
Braaak.
Karena glo yang terlalu kuat memegang kursi roda membuat dirinya terjatuh kembali posisi kursi roda yang juga terbalik...
Glo yang merasa putus asa menetes kan air matanya.
"Kenapa kaki gue gak bisa untuk berdiri... Hiks Hiks Hiks..."
"Gue gak mau kayak gini terus..." Ucap glory sedikit berteriak karena merasa kan sakit pada hati nya dan juga luka pada kaki nya yang terus mengeluarkan darah segar.
"Ya ampun nona sini aku bantu." Teriak salah satu pembantu yang ada di rumah Tyas.
Melihat salah satu menantu teman majikannya yang duduk tak berdaya dengan air mata yang mengalir di pipinya dan kakinya yang terluka membuat pembantu itu mendekat lalu membantu nya untuk berdiri, Glory pun dengan cepat mengulurkan tangannya meminta pembantu tersebut untuk membantu nya berdiri.
Assisten rumah tangga itu pun membenarkan kursi roda Glo dan membopong tubuh glo untuk duduk di kursi roda.
"Terima kasih mbk..." Ucap Glo sambil menghapus air mata nya dengan punggung tangannya.
"Sama sama... Non kok bisa sampai terjatuh seperti ini kenapa." Tanya assisten rumah tangga yang sudah membantu glory untuk berdiri.
"Tadi tidak sengaja kursi roda saya menabrak batu hingga membuat saya terjatuh." Jawab glory berbohong karena itu juga tidak mungkin dirinya menceritakan kepada pembantu di rumah Tyas yang tidak tau sama sekali mengerti apa itu permasalahan nya.
__ADS_1
Art tersebut hanya mengangguk percaya menurut nya itu juga bukan urusan dirinya meskipun di lihat dari baju glo yang sudah basah akibat siraman air dan juga pipi yang memerah bekas tamparan membuat semua orang juga tidak percaya dengan alasan yang di berikan oleh glory.
"Ya udah non saya antar ke bawah ya." Ucap art kepada glo, Glory pun hanya mengangguk lemah.
Glo yang merasakan lemas di bagian tubuh nya Seketika pandangan nya terasa gelap hingga membuat nya pingsan dan tersungkur ke lantai.
Art yang tadi nya mendorong Kursi roda glo melihat glo terjatuh langsung berteriak mencari pertolongan.
"Nyonya besar... Nyonya besar..."
Tyas, Jovi dan Beberapa teman teman nya yang asyik mengobrol Mendengar teriakan dari lantai paling atas langsung berdiri menuju lantai tersebut.
"Ya ampun glo Sayang." Ucap jovi yang melihat menantu nya tidak sadar kan diri di lantai dengan di temani assisten rumah tangga yang ada di rumah Tyas.
"Ini tadi kamu apakan menantu teman saya sampai dia seperti ini." Tuduh tyas kepada Rossa yang telah membantu nya Untuk berdiri.
"Saya hanya membantu nyonya karena saya lihat nona terjatuh dari kursi roda nya." Jelas rosa kepada tyas.
"Dasar pembantu tidak berguna." Dengus tyas mencaci rosa, Rosa pun hanya diam sambil menundukkan kepala nya merasa ketakutan.
"Sekarang bantuin saya ke rumah sakit." Jovi yang Mendengar tyas beradu mulut dengan pembantu nya menyuruh untuk membantu nya mengantar glo ke rumah sakit, Jovi yang sudah menebak yang melakukan hal ini kepada menantu glo memilih diam terlebih dahulu mengantar glo ke rumah sakit.
Rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, Glory pun langsung di periksa ke adaan nya oleh dokter yang bertugas hari ini di rumah sakit pribadi keluarga mahardika.
Jovi yang merasa cemas berada di depan ruangan nya glory di periksa segera menghubungi Andrew.
*------*
Di dalam ruang metting Andrew yang tengah di sibukkan dengan beberapa klien dari perusahaan lain untuk bekerja sama dengan perusahaan nya memilih untuk mem sillen hp nya terlebih dahulu untuk memperlancar acara metting hari ini.
"Makasih pak telah bersedia bekerja sama dengan perusahaan Genderal." Ucap salah satu Ceo dari perusahaan Genderal yaitu nouval Genderal.
"Sama sama." Jawab Andrew yang langsung keluar dari ruang meeting dan di susul oleh Jerry Yang merupakan assisten Andrew.
"Andrew... Andrew Lo masih saja tetap bersikap angkuh seperti dulu." Gerutu nouval yang melihat kepergian Andrew dari ruang metting.
Bersambung.
__ADS_1