Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Panggilan


__ADS_3

Andrew yang melihat istri nya tampak kecewa berusaha membujuk nya, Di lihat dari ekpresi nya seperti nya glory sangat sakit hati dengan ucapan karin yang se enak nya sendiri.


"Sayang... Kenapa!" Tanya andrew dengan nada pelan sambil mengelus pundak glory.


"Engggak... enggak papa." Jawab glory yang sambil menatap andrew, Di pikiran glory hanya memikirkan perkataan karin.


"Nggak mungkin pasti dia hanya butuh kasih sayang seorang ayah!" Glory pun terus berusaha untuk berfikir positif.


Karena terlalu banyak melamun, Andrew secara tiba tiba menggendong tubuh glory lalu membawa nya ke ranjang.


"Ndrew... aku punya kaki sendiri buat berjalan." Ucap glory menegur Andrew.


Andrew pun hanya diam berjalan ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuh glory di atas ranjang, glory hanya bisa pasrah dengan tingkah Andrew.


"Seperti nya diri mu harus di hukum atas perkataan mu tadi." Ucap Andrew mengoda glory.


"Perkataan! Maksud nya gimana."


"Aku ini suami mu! Bukan temanmu, Panggilah diriku selayak nya suami istri pada umum nya." Ucap Andrew lagi dengan ekpresi datar nya sambil memandang glory.


Glory yang di pandang Andrew mulai berpikir diri nya harus memanggil Andrew dengan sebutan apa, Apalagi glory juga tidak memiliki pengalaman berpacaran.


"Sayang gimana."


Andrew pun hanya menggelengkan kepala nya, Pertanda tidak setuju dengan panggilan tersebut.


"Terus apa."Tanya glory kembali


"Suami ku." Imbuh Andrew dengan tatapan intens ke arah mata glory.


Glory yang mendengar ucapan suami nya mulai mengerucutkan bibir nya.


"Gak mau."


"Apa kamu sudah mulai suka dengan hukumannya." Andrew yang menggoda glory.


"Bukan nya begitu." Andrew sebenar nya juga merasa geli dengan panggilan suami ku, Dirinya hanya mengerjai glory. Glory pun bergidik ketakutan dengan tatapan Andrew, Melihat glory yang sangat ketakutan Andrew semakin senang melakukan drama nya.

__ADS_1


"Kalau gak mau ayo layani aku." Ucap Andrew sambil tersenyum mesum menatap glory.


Melihat tidak ada pergerakan dari tubuh glory, Andrew pun langsung menyambar bibir glory dengan buas nya. Glory yang merasakan serangan kilat dari suami hanya bisa pasrah, Karena tugas nya diri sebagai seorang istri adalah melayani suami.


Glory juga mulai membalas perbuatan Andrew, Andrew yang merasakan ada tanggapan dari glory lebih bersemangat untuk melakukan nya. Di dalam kamar apartemen Andrew hanya ada suara kecapan yang di ciptakan Andrew dan glory.


Setelah puas melakukan pertukaran saliva, Andrew mulai turun ke leher putih dan jenjang glory, Dan tak lupa Andrew meninggalkan tanda kissmark di leher glory. Begitu juga dengan glory Dirinya juga meninggakan tanda kissmark di leher Andrew. Dengan gerakan pelan tapi pasti Andrew menurun kan bibir nya di suatu tempat favoritnya Yaitu dua gunung kembar glory. Suara yang keluarkan dari mulut Andrew dan glory menghiasi kamar tersebut Setelah merasa puas Andrew pun mulai melakukan persatuan.


Setelah cukup lama melakukan persatuan Andrew menjatuhkan tubuh nya di samping glory Setelah itu mereka berdua memejam kan mata nya, Sambil saling berpelukan.


Pagi Hari:


Cahaya matahari di pagi hari membangunkan mata glory, Glory pun menatap ke arah suami yang masih tertidur sambil tersenyum. Setelah itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri glory mengambil handuk kimono nya lalu menyiapkan baju suami nya untuk pergi ke kantor.


"Bangun." Glory yang sedang membangunkan Andrew sambil menepuk pipi Andrew dengan pelan.


Merasakan sentuhan hangat di pipi nya Andrew pun mengerjapkan mata nya.


"Panggil apa."


"Gak mau."


"Tenang saja semalam aku hanya mengerjaimu! Panggilah diri ku sesuai apa yang kamu mau." Ucap Andrew sambil turun dari ranjang.


"Iya... yank!" Mendengar glory memanggil nya dengan sebutan Sayang Andrew tersenyum bahagia, Seperti nya glory sudah mulai menerima Andrew sebagai suami nya.


"Mulai." Melihat Andrew mendekat glory berjalan cepat ke arah lemari untuk mengambil pakaian, Andrew yang melihat tingkah glory hanya menggelengkan kepala nya Setelah itu berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai ganti pakaian glory keluar kamar untuk memesankan sarapan pada Andrew, Mendengar bunyi ketukan pada pintu apartemen nya. Glo pun dengan langkah cepat berjalan untuk membukanya.


"kak Dea."


"Pagi glo." Dea yang melihat glory membukakan pintu memberi kan senyum palsu nya ke glory.


"Pagi! Ayo masuk." Setelah di persilahkan masuk dea pun langsung duduk di sofa.


"Glo aku mau ngomong! Gimana ya tapi ngomong nya." Ucap dea memulai pembicaraan nya.

__ADS_1


"Kenapa! Ngomong aja."


"Aku boleh pinjam uang gak, Kalau di perbolehkan aku siap menjadi pembantu di sini." Ucap dea memohon.


"Tenang aja! aku akan meminjami dirimu uang." Setelah panjang lebar melakukan percakapan Glory pun mengambil uang nya yang ada di kamar nya Setelah itu memberikan pada dea, pesanan yang di pesan nya pun datang melihat glory yang memesan makanan dea pun memberanikan diri untuk bertanya pada glory.


"Kenapa gak masak saja." ucap dea bertanya.


"Aku gak bisa masak! Jadi lebih baik pesan, Oh ya ini untuk kamu dan karin."


"Baiklah, Glo bagaimana kalau aku yang akan memasakanmu dan andrew setiap hari." Ucap Glory menawarkan diri, Karena dengan cara itu diri nya bisa dekat dengan andrew.


"Itung itung buat membayar utang ku." Melihat Glo manatap nya, Dea berusaha meyakin kan nya.


"Baiklah kalau begitu." Melihat dea memohon membuat Glory tidak tega dab mengiyakan nya.


Andrew yang sudah selesai untuk bersiap siap ke kantor melihat dea dengan tatapan malas, Dea yang melihat andrew keluar dari kamar menarik bibir nya tersenyum menatap andrew.


"Andrew sejak dari dulu memang tidak berubah." Ucap dea dalam hati.


Melihat Andrew yang mengabaikan nya membuat dea kesal, Dea pun berpamitan kepada Glory yang kembali ke apartemen nya. Glory pun berjalan ke arah Andrew menyuruh Andrew untuk duduk.


"Tadi Kenapa dia ke sini." Ucap Andrew bertanya.


"kak Dea maksud nya, Tadi Dirinya pinjam uang untuk kebutuhan hidup nya sehari hari. Setelah itu kak dea menawarkan untuk setiap pagi memasakkan makanan untuk kita." Jelas dea.


"Terus kamu bilang apa."


"Iya."


"Sayang kita lebih baik pesan makanan saja, dengan Setiap hari memesan makanan tidak membuat hidup kita miskin." Jelas Andrew panjang lebar dan sedikit menyobongkan Dirinya.


"Sombong banget!" Ucap Glo sambil menatap ke wajah suami nya.


"Bukan begitu! kamu tau kan kalau kak dea gak kerja, Jadi apa salah nya kita bantu dia." Imbuh Glo lagi menjelaskan.


Andrew yang sudah memahami sifat istri nya hanya mengehembuskan nafas nya pasrah.

__ADS_1


"Yaudah kalau itu mau kamu kamu."


Bersambung.


__ADS_2