
Morgan dan melinda yang baru datang itu pun langsung menemui ke dua putra nya yaitu max dan Roy yang berada di depan ruang pemeriksaan, Melihat ke dua raut wajah putra nya yang sangat cemas. Membuat melinda ikut merasakan cemas dengan kondisi menantu nya saat ini.
"Gimana keadaan lyra sayang." Tanya melinda kepada ke dua putra nya.
"Kita masih menunggu pemeriksaan mah." Jawab Roy, Max pun hanya berdiam diri sambil menyandar kan tubuh di tembok. Menunggu dokter keluar untuk memberi tahukan keadaan lyra.
Entah mengapa saat ini pikiran berkelana ke mana mana, Memikirkan janin yang berada di dalam kandungan lyra.
Beberapa menit kemudian dokter yang di tunggu tunggu akhirnya keluar juga dari ruang pemeriksaan. Max,Roy, Morgan dan melinda segera mendekat untuk menanyakan keadaan lyra calon istri Roy.
"Apa dengan keluarga nona lyra." Tanya dokter dengan ramah.
"Saya calon suami nya."
"Saya ayah dari bayi yang di kandung nya."
Jawab Roy dan max secara bersamaan, Membuat Morgan, Melinda dan Roy Reflek menatap max.
Dokter yang mendengar jawaban dari dua orang pria yang berbeda itu merasa bingung, "Temui saya di ruangan saya." Ucap dokter yang langsung pergi meninggalkan semua keluarga di hadapannya yang menurut nya sangat membingungkan.
"Apa maksudmu max."Tanya Roy dengan wajah mengintrogasi.
"Jangan bercanda sayang, Apa yang kamu katakan." Melinda yang tadi mendengar ucapan max menganggap ucapan max itu hanya bahan bercandaan.
"Kenapa kamu berkata seperti itu, Mamah dan papah sudah menerima lyra apa adanya... Apa yang kamu katakan max." Kali ini Morgan juga ikut bertanya tentang apa yang di katakan oleh max tadi.
"Dia memang mengandung anak max mah." Mendapat pertanyaan dari pihak keluarga nya membuat max mulai berkata jujur.
"Dia anak ku max, Kamu jangan seenaknya sendiri berkata seperti itu." Ujar Roy yang sudah mulai tersulut emosi.
"Kamu bercanda kan, Kamu hanya bercanda kan sayang." Melinda yang melihat keadaan sudah tidak stabil di antara ke dua putra nya mulai meredam keadaan.
Max pun hanya tersenyum sinis, Menanggapi ucapan dari kakak nya.
"Max Mamah yakin kamu cuma bercanda, Kamu bercanda kan."
"Aku tidak percaya kakak melakukan hal itu, Yang benar itu dia saat ini tengah hamil anak ku kak bukan anak kakak."Ucap max dengan nada menantang.
"Apa yang kamu katakan max...! Hentikan semua nya max."Perintah melinda.
Roy yang sudah mulai emosi, Menarik kerah kemeja max dengan kasar. "Hentikan ucapan mu max." Ujar Roy.
"Apa saat ini kamu sedang mabuk."Roy pun menepuk nepuk pipi max dengan kasar, Membuat max hanya tersenyum mengejek menanggapi kelakuan Roy.
__ADS_1
"Aku tidak mabuk. Aku tidak mabuk...! Aku hanya mengatakan fakta yang sebenarnya kalau di dalam kandungan nya itu adalah anak ku." Entah mengapa max yakin kalau lyra saat ini tengah mengandung anaknya.
Buggg...
Satu pukulan keras menghantam pipi max, Membuat max hanya tersenyum mendapatkan pukulan dari roy.
"Roy apa yang kamu lakukan kepada adikmu." Ucap melinda panik, Meraih wajah Max yang lebam akibat pukulan dari roy.
"Pah...! Putra kita pah." Teriak melinda pada Morgan.
"Max hentikan perkataan mu." Ujar Morgan yang sudah ikut emosi dengan perkataan putra bungsu nya.
"Ingat kak... Memukul ku pun tidak akan merubah semua ke adaan." Tegas max, Membuat roy semakin tersulut emosi.
Dengan cepat Roy mulai mendekat ke arah max lagi Dan menghantam kembali wajah Max dengan keras.
Bughhh...
"Roy hentikan, Ini adikmu Roy bukan musuhmu." Ucap melinda yang sudah tampak terisak melihat kelakuan anaknya.
Dengan kasar Morgan berusaha menarik tangan Roy, Agar Roy tidak melakukan perbuatan nya kembali.
"Max jangan buat kakak mu ini tambah emosi." Ucap Morgan.
Tesss...
"Pukul aku kak, Pukul...! Jika itu akan membuat kakak senang." Ucap max dengan meraih tangan Roy dan memukul kan nya di wajah.
Roy yang melihat mamah yang sudah menangis akibat kelakuan, Mencoba menetralkan emosi nya.
Roy pun menarik Nafas nya pelan. "Apa yang membuat mu yakin kalau itu adalah anakmu." Tanya Roy mencoba tenang.
Max pun hanya terdiam, Dirinya bingung harus berkata apa kepada keluarga nya saat ini.
Roy yang tidak mendapati jawaban dari max, Kembali emosi.
"Katakan."Bentak Roy.
"Apa kamu tidak punya mulut untuk menjelaskan nya."
"Karena aku yang memperkosa nya waktu itu saat berada di sebuah klub, Aku yang memaksa dirinya untuk melayani ku." Tegas max.
David yang baru datang mendengar penjelasan dari max, Langsung mendekat ke arah max.
__ADS_1
Buggg...
Buggg...
Buggg...
Max yang mendapat serangan dadakan dari David, Langsung tersungkur ke lantai.
"Max...! Hiks Hiks Hiks." Melinda yang melihat putra nya jatuh tidak berdaya di lantai Menangis, Membantu putra untuk berdiri.
Morgan dan Roy kali ini hanya bisa berdiam diri Melihat max di hajar oleh David, "Pah, Bantuin max pah." Teriak melinda memohon kepada Morgan untuk menghentikan perbuatan David.
Buggg...
Buggg..
Dengan emosi nya david langsung menghajar max sampai babak belur,Yang max lakukan hanya berdiam diri menerima pukulan dari David.
Roy yang sudah mendengar semua penjelasan dari max pun langsung pergi begitu saja, Meninggalkan Max yang masih di hajar oleh David.
Sedangkan Morgan yang melihat putra nya sudah tidak berdaya mulai menghentikan gerakan david.
"Cukup David dia sudah mengakui kesalahan, Hentikan." Ucap Morgan menarik tangan David.
"Aku mohon hentikan semua nya, Aku mohon." Ucap melinda sambil bersimpuh di kaki David, Dirinya takut max mati di tangan David nantinya.
Sarah yang melihat melinda bersimpuh di kaki David, Membantu nya untuk berdiri.
"Apa dengan cara dirinya mengakui kesalahan nya akan merubah segalanya." Sarkas david, Yang mengingat Perbuatan lyra yang mau bunuh diri akibat dirinya.
Max yang sudah tidak bisa apa apa akibat pukulan dari david hanya diam, Wajah nya kali ini ini sudah berlumuran darah karena hantaman dari David yang sangat keras serta berkali-kali.
"Aku mohon hentikan semua nya, Aku mohon." Ucap melinda dengan menopang ke dua tangan nya di hadapan David.
"Aku mohon Hiks Hiks Hiks." Sarah semakin tidak tega melihat sikap melinda yang seperti ini.
"Hentikan semua nya, Hentikan semua." Perintah Sarah memohon kepada suami nya.
David yang melihat max tidak berdaya, Mendekati Max. Morgan yang melihat David mendekati putra kembali, tampak was was.
Dirinya juga ikut mendekat untuk berjaga-jaga apa bila David melakukan tindakan nya kembali.
"Bertanggung jawablah." Ujar David yang langsung pergi meninggalkan semua nya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen...😃