Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Segelas wen


__ADS_3

Mira yang melihat andrew duduk di sofa nya tersenyum licik menatap nya, Kali ini dirinya akan mejalankan rencana baru untuk memiliki andrew sepenuh nya.


"Berapa jam lagi aku harus menunggu." Andrew yang melihat Mira berjalan menuju dapur entah untuk mengambil apa.


"Sial, Rupanya diri ku sedang di permainkan." Decak Andrew Merasa kesal, Andrew pun segera berdiri dari sofa untuk menghampiri mira. Melihat mira yang keluar dengan botol minuman dan satu gelas yang ia bawa di kedua tangan nya membuat andrew menatap nya Dengan ke dua sorot mata tajam nya.


"Apa lagi ini yang ia rencana kan." Batin andrew dengan sorot mata tajam nya.


Mira yang melihat andrew berdiri dari sofa, Tersenyum manis dengan nya meskipun Andrew menatap dirinya dengan tatapan Tajamnya.


"Duduk lah, Aku akan menyiapkan minum untuk mu." Mira yang berkata dengan menyunggingkan senyum licik nya.


"Aku tidak merasa haus." Andrew yang kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Apa kamu tidak kasihan dengan ku, Diri ku sudah capek capek menyiapkan untuk mu tapi kami tidak meminum nya." Mira yang berkata dengan kata kata manja nya, sambil menyodorkan gelas yang berisi wen yang tadi sudah ia tuangkan untuk andrew.


"Kalau begitu aku tidak akan ber cerita kepada mu." Imbuh Mira lagi mengancam Andrew, Agar Andrew mau menuruti apapun kemauan nya.


Dengan terpaksa Andrew menerima gelas dari tangan Mira dan segera menuangkan ke dalam mulut nya, Mira yang melihat Andrew meminum minuman yang telah ia siapkan tersenyum senang. Senyuman di wajah Mira seketika hilang ketika andrew menghentikan gelas Dan Menatap nya penuh selidik.


"Hanya demi penjelasan dari nya diri ku harus menurut dengan nya, SIAL..."


"Apa dirimu memberikan racun di minuman ini." Ucap Andrew sebelum meminum minuman tersebut.


Mira yang di tanya oleh Andrew hanya Mengernyit kan dahi nya,Mendengar Pertanyaan andrew membuat nya tertawa hingga mengakibat kan dirinya sampai Sakit perut.


"Apa kou sudah gila." Andrew yang melihat mira yang malah tertawa kepada nya, Entah mengapa dirinya tertawa. Tetapi hal itu membuat nya sangat merasa bingung.

__ADS_1


Melihat ekpresi andrew yang begitu mengerikan, Membuat mira menghentikan tawa nya.


"Hay... Sayang! aku tidak memberi kan apa apa ke minuman ini, Apa kamu tidak melihat nya... tadi aku meracik nya secara langsung di depan matamu." Mira yang menjawab pertanyaan andrew dengan santay nya, Sambil membelai pipi Andrew dengan lembut. Andrew yang merasa kan belaian mira, Begitu jijik menghempaskan tangan mira agar tidak menyentuh dirinya kembali.


Glek...


Tanpa berbasa basi lagi andrew pun meminum minuman yang di berikan mira kepada nya.


"Aku ke sini tidak membutuh kan belaian dari tangan mu, Jadi simpan saja tenaga mu itu nanti untuk laki laki yang ingin membeli mu nanti." Tegas andrew pada mira, Agar dirinya tidak berbuat se enak nya sendiri dengan nya, Mira yang melihat andrew meminum minuman tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah terima kasih saran nya."


*----------*


Lyra yang merasa sakit pada bagian bawah nya mengerjap kan mata nya, Melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa yang tengah sibuk bermain ponsel nya. Membuat mira menghadap ke kanan kiri untuk mencari tau dimana sekarang ia saat ini.


"Auuuuuh." Rintih Lyra yang merasa kesakitan.


Max yang masih sibuk menatap ponsel nya untuk membuka pesan pesan dari email nya, Mengenai kemajuan pada perusahaan nya. Mendengar suara rintihan dari Wanita yang telah ia tunggu sedari tadi membuat nya menghentikan sejenak aktifitas nya menatap ponsel.


Max pun memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana nya, Lalu berjalan dengan gontai menuju ranjang lyra.


"Kamu sudah bangun." Tanya max dengan suara lembut nya, Lyra yang melihat max menghampiri nya dan berdiri di depan nya memaling kan wajah nya.


Max yang melihat wanita di hadapan nya tidak menjawab pertanyaan tetapi malah memalingkan muka nya, Membuang nafas pelan. Dengan sabar dan suara lembut nya max berusaha untuk membujuk lyra.


"Apa masih ada yang terasa sakit." Imbuh max kembali yang masih berusaha membujuk lyra agar mau bicara.

__ADS_1


Seketika butiran air mata lyra yang sudah ia tahan, Kembali terjatuh. dengan pelan lyra mengusap air mata nya Dengan punggung tangan nya.


Max yang menyadari lyra menangis, Membelai pipi lyra pelan agar mau menatap nya. Lyra yang merasa kan belaian tangan dari max. Menatap wajah max dengan intens dan kembali menunduk kan wajah kembali.


"Aku pengen pulang." Lirih lyra pelan, Karena tidak mau ber lama lama dengan Pria yang sudah merenggut kesucian nya secara paksa.


Max yang mendengar suara lyra yang terdengar begitu pelan di telinga nya, Berusaha untuk meyakinkan nya agar tidak pulang sekarang. Karena ke adaan nya yang belum sepenuh nya belum stabil.


"Kita akan pulang Setelah ke adaan mu sudah sepenuh nya membaik." Jawab max dengan suara lembut, Dirinya yang sudah merasa bersalah tidak mau membuat wanita yang ada di hadapan nya merasa takut karena perbuatan nya kemarin malam.


"Aku sudah membaik, Aku pengen pulang." Tegas lyra yang langsung turun dari ranjang, Membuat nya harus melangkah dengan kasar dan merasa kan kesakitan yang teramat parah pada bagian bawah nya.


"Auuuuh sakit." Rintih Lyra kembali dengan sigap max pun membantu lyra dan kembali menduduk kan lyra di atas ranjang.


"Sakit... Hiks Hiks Hiks." Lyra yang menangis sesegukan, Max yang di buat bingung dengan sikap lyra masih berusaha untuk menenangkan lyra.


"Katakan lah mana yang sakit, Aku akan memeriksa nya dan memanggil kan dokter untuk mu." Ucap max merasa khawatir.


"Ini... Yang terasa sakit." Dengan Malu malu, Lyra menunjuk bagian bawah nya yang masih terasa sakit.


Max yang menyadari bahwa wanita di hadapan nya masih virgin, Merasa sangat bersalah. Apa lagi dirinya yang sudah melakukan nya Dengan sangat kasar lepada nya.


"Baiklah aku akan memanggil dokter." Dengan cepat max keluar Untuk memanggil dokter maya.


Dokter maya pun datang ke ruangan lyra dan langsung memeriksa ke adaan lyra, Karena ada max di hadapan nya lyra pun merasa malu untuk mengatakan nya. Melihat ekpresi lyra yang terlihat begitu takut membuka mulut nya, Secara langsung max mengatakan kepada dokter maya.


Bersambung.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen nya, Satu like sangat bermanfaat nih. Mampir juga di karya ke dua ku sekretaris luguku. Semoga kalian suka alur cerita nya....


__ADS_2