
Entah mengapa lyra sedikit tidak percaya dengan ucapan Roy kali ini, Namun Roy yang terus meyakinkan nya membuat hati lyra sedikit luluh.
"Terima kasih."
Hanya dua kata itu yang bisa di ucapkan lyra untuk kali ini, Setelah selesai dengan pembicaraan nya. Lyra segera berpamitan kepada Roy. "Aku akan mengantar mu pulang." Roy ikut berdiri.
Lyra yang melihat penampilan roy dengan setelan jas nya menolak tawaran Roy, Menurut nya mungkin akan sangat merepotkan bila dirinya menerima tawaran Roy. "Tidak usah, Aku bisa pulang sendiri." Tolak lyra.
"Tapi." Ucapan Roy berhenti karena lyra menyelanya.
"Sebentar lagi pernikahan kita, Pasti kamu akan sangat sibuk saat ini." Alasan lyra menolak tawaran Roy.
Mengingat pernikahan nya, Akan di laksanakan beberapa hari lagi membuat Roy mengiyakan ucapan lyra. Karena tidak ada juga yang menghandel pekerjaan nya apabila tidak ia selesaikan sekarang.
"Baiklah, Kabari aku nanti bila sudah sampai."
"Iya."
Max yang sudah selesai melaksanakan metting, Segera berjalan ke tempat Roy. Max yang melihat Roy duduk sendiri sambil bermain Ponsel membuat dirinya segera mendekat ke meja Roy.
"Seperti nya dia sudah pulang." Tebak max pada seorang wanita yang ia kira adalah calon istri Roy kakak nya.
"Kak." Sapa max yang dengan santai nya duduk di kursi depan Roy.
Roy pun menatap lurus ke depan, Melihat max yang datang kali ini membuatnya menghembuskan nafas kasar. "Ternyata Dirimu masih hidup." Ucap Roy dengan tatapan sinis nya.
Max pun hanya tersenyum kaku menatap kakak nya, "Sudahlah kak, diri ku juga sudah melihat calon istri kakak tadi." Goda max pada Roy.
Membuat Roy hanya menggaruk tengkuknya yang terasa tidak gatal, Mungkin adik nya sudah melihat dirinya dengan lyra sedari tadi.
"Ah sudahlah, Dia juga akan menjadi istriku nanti nya."
"Kak aku masih sibuk dengan urusan perusahaan." Mohon max Agar kakak nya tidak beranggapan buruk kepada nya. Ya mungkin itu selalu akan terjadi, Karena rahasia nya selama ini sudah di ketahui oleh kakak nya semua.
"Ternyata kakak juga tidak sepolos yang aku aku pikirkan saat ini." Sindir max kepada Roy, Roy yang mendengar sindiran adik nya hanya mengernyit kan dahi nya.
__ADS_1
"Maksud mu apa max." Tanya Roy spontan.
"Cih sok polos..." Cibir max Dengan tersenyum sinis.
"Apa max mendengar pembicaraan ku tadi dengan lyra."
Roy yang sudah menebak nebak isi kepala max, Dirinya memilih diam dengan segala ucapan max karena menjelaskan nya juga akan membuat nama baik dirinya serta calon istri nya nanti akan rusak.
"Kenapa... Apa hanya dirimu saja yang bisa bermain dengan wanita."Ketus roy, Membuat max merasa terpojokan.
"Sudahlah max, Yang penting diriku sudah bertanggung jawab kepada nya." Jawab Roy dengan santai nya seolah olah dirinya yang sudah melakukan nya.
Max hanya terpenganga mendengar penjelasan Roy, Setelah menghamili anak orang malah dengan santai nya ia akan berkata bertanggung jawab.
"Apa keluarga pacar kakak tidak marah kepada kakak... Eh salah, Maksud ku CALON ISTRI kakak." Ucap max kembali dengan menekankan kata calon istri.
"Sebelum nya begitu, Tapi mau gimana lagi memang sudah kejadian." Jawab Roy kembali.
Max hanya menggeleng mendengar cerita dari Roy, Merasa sudah cukup puas dengan penjelasan yang di berikan oleh roy. Max segera pamit kembali ke kantor Roy pun hanya mengiyakan ucapan max.
Di dalam mobil, Lyra yang mendengar ponsel nya berdering segera mengambil di dalam tas. Dan ternyata yang menelpon adalah Lisa teman seperjuangan nya dulu.
Beberapa pesan menumpuk dari Lisa tidak ia bukak, Mungkin sudah saat nya ia Jujur kepada teman teman nya atas masalah yang menimpa dirinya saat ini.Lyra segera menggeser tombol telephone ke kanan.
Di seberang sana, Lisa yang melihat telephone di angkat oleh lyra segera menanyakan ke adaan sahabat.
"Alhamdulillah, Ra akhirnya telepon ku kamu angkat juga... "
"Maaf, Karena selama ini aku selalu mencampakkan kamu."
"Ra Apa Kita boleh bertemu."
"Apa bila kamu tidak mau tidak apa apa, Aku akan menunggu mu sampai dirimu benar benar siap untuk bertemu dengan kita."
Entah Masalah apa yang di buat oleh Lisa dan teman-teman nya sehingga membuat lyra sampai tidak mau bertegur sapa kepada dirinya Hingga saat ini, Lisa pun ingin membicarakan nya sekarang. Menyelesaikan salah paham antara dirinya dan juga lyra.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menemanimu di kantin kampus nanti."
Lisa merasa sangat senang karena lyra mau menemui nya sekarang, Mungkin kali ini dirinya bisa meminta maaf kepada lyra atas apa masalah yang ia perbuat sehingga membuat lyra bersikap seperti itu.
"Baiklah."
Dengan segera lyra melajukan mobilnya menuju kampus untuk menemui teman teman nya, Di tengah perjalanan ponsel lyra kembali berdering. Melihat yang menelpon nya adalah Roy membuat lyra kembali harus mengangkat nya.
"Hallo..."
Lyra yang ingat tadi Roy berpesan kepada dirinya bahwa setelah sampai di rumah menyuruh mengabarinya, Membuat merasa tidak enak kepada Roy dan ternyata diri nya lah yang bertanya dahulu sebelum ia mengabari.
"Kamu di mana saat ini."
"Maaf kak Roy, Sekarang aku lagi menuju ke kampus karena ada urusan." Ucap lyra terbata bata karena takut Roy marah nanti.
"Baiklah kalau begitu hati hati."
"Iya kak..." Setelah selesai melakukan panggilan lyra segera mematikan sambungan telepon nya.
Sesampai di kampus, Lyra segera bergegas ke kantin menemui teman teman nya itu. Michael dan Lisa yang sudah menunggu lyra sedari tadi menyapa nya dengan antusias.
Tanpa berbasis basi, Lisa dengan to do point menanyakan permasalahan nya kepada lyra kali ini. Lyra hanya menggeleng Menandakan bahwa di antara mereka tidak ada yang membuat masalah sama sekali kepada nya.
"Lalu kenapa dirimu mendiami kita."
"Maaf." Lirih lyra merasa bersalah, Air mata nya seketika menggenang di pelupuk mata. Dada nya terasa sangat sesak mengingat kejadian di dalam klub waktu itu.
Tesss...
Lisa yang melihat teman nya meneteskan air mata, Segera memeluk nya. Memberi kekuatan untuk teman nya bercerita tentang masalah yang di alami nya saat ini. "Apa bila tidak kuat tidak usah di paksakan." Ucap Lisa pelan.
Lyra pun hanya menggelengkan kepala, Dirinya ingin berbagi cerita tentang apa yang di alami nya hingga membuat nya seperti ini.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya, Komen nya donk kak tentang Roy dan max pantasan yang mana...