
Setelah selesai menyampaikan Tujuan nya, Untuk melamar lyra dan menentukan waktu pernikahan yang akan di laksanakan satu minggu mulai sekarang.
Roy berpamitan untuk pulang. Roy pun menjabat tangan david dan sarah secara bergantian dan beralih ke arah lyra dengan tersenyum. "Aku duluan ya." Pamit roy.
"Iya hati hati." Jawab Lyra dengan terpaksa menarik bibir nya untuk tersenyum.
Setelah roy,kini gantian melinda mamah roy yang berpamitan pada lyra calon menantu nya. "Sayang mamah pulang dulu ya." Ucap melinda tersenyum ramah, Lyra yang mengira dirinya nanti akan mendapat kan mertua yang jahat membalas senyuman melinda dengan sedikit kikuk, Ternyata pikiran nya tidak seburuk yang ia pikirkan sebelum nya.
Melihat raut wajah melinda yang Sepertinya begitu tulus kepada nya, Kini ingatan nya kembali pada bayi yang berada di kandungan nya. Bagaimana nanti bila mertua nya itu tau, Bahwa putra nya menikah dengan seorang wanita yang sudah tidak bersegel lagi itu pun tengah hamil anak seseorang saat ini. Mungkin mamah roy tak segan segan menjauhkan nya dari putra nya itu.
Lyra mencoba menepis pikiran pikiran buruk itu dan mencoba menghirup udara dengan pelan untuk kembali menetralkan dirinya, Sebaik nya itu ia pikir kan nanti Setelah menjalani pernikahan ini. Menurut nya itu adalah konsekuensi nya dalam menjalani pernikahan nya saat ini.
Setelah kepulangan roy dan keluarga roy, Lyra segera bergegas menuju kamar. Entah mengapa dirinya saat ini sangat lah betah mengurung dirinya di dalam kamar, tempat Yang dulu menurut nya sangat lah membosan kan sekarang menjadi tempat favorit nya dalam menceritakan keluh kesah nya sekarang.
Terdengar sangat konyol namun itulah fakta yang terjadi sebenar nya, Terkadang Lyra sangat lah ingin tertawa dengan keras melihat nasib nya sekarang.
GILA...
Kalimat itulah yang pantas untuk di buat julukan pada dirinya kali ini, Entah mengapa Lyra merasa Seperti orang gila yang tidak bisa mencari jalan keluar Untuk masalah tengah ia hadapi.
Hiks Hiks Hiks...
Tangis Lyra kembali pecah. Otak, Hati dan tubuh nya sudah mulai lelah. Memimikirkan, Merasakan serta menghadapi semua masalah ini terasa Sangat lah berat. Bahkan antara sedih dan bahagia ia Tidak bisa membedakan sama sekali saat ini.
Mungkin apabila bantal yang berada di kepala nya bisa bicara, ia juga akan merasakan lelah karena sudah menampung air mata nya setiap hari yang terus menerus mengalir sangat lah deras dan tidak bisa di ajak kompromi hingga saat ini. hanya ber pura pura sok kuat di depan banyak Orang adalah solusi terbaik yang terlintas di pikiran nya saat ini.
__ADS_1
*-----*
Andrew yang sudah sangat geram dengan tingkah mira, Menuju apartemen mira untuk meminta perhitungan pada wanita yang telah menyebabkan goyah nya rumah tangga nya saat ini.
Jerry yang memilih meninggal kan pekerjaan nya untuk menemani bos kesayangan nya itu, Dengan setia hati tetap berada di samping andrew.
Jerry yang sudah hafal dengan sikap Andrew yang setiap marah akan selalu melakukan tindakan buruk, Tidak berani meninggalkan andrew sendirian dengan posisi dirinya saat ini yang tengah marah besar dengan tingkah mira.
Andrew yang saat ini sudah berada di apartemen mira, Berkali kali memencet bel meminta mira untuk segera keluar dari apartemen nya.
Mira yang merasakan risih dengan Orang yang berkunjung di apartemen nya, Dengan segera beranjak dari tempat tidur nya. Merasa kepo dengan siapa yang datang hari ini membuat mira mengintip tamu nya dari lubang silinder yang berada di pintu apartemen nya.
" What andrew datang ke sini." Melihat yang datang di apartemen nya adalah andrew membuat mira berteriak kencang dirinya merasa sangat senang kali ini.
Mira yang saat ini merasa heboh dengan ke datangan andrew bingung harus melakukan apa. "Gue harus ngapain ini nih...! Bentar bentar rambut gue." Dengan cepat mira mengambil sisir rambut untuk merapikan rambut nya dan menyemprotkan farfum nya ke seluruh tubuh nya.
Setelah menurut nya sudah sangat lah rapi, Mira segera berjalan membuka pintu untuk menyambut ke datangan andrew.
Andrew yang melihat tubuh mira dari balik pintu, Menatap mira dengan raut wajah emosi. "Hay Ndrew kamu ahkirnya datang kemari juga." Sapa mira pada Andrew dengan senyum yang di buat buat seimut mungkin.
Tanpa berbasa basi lagi, Andrew segera meraih leher mira dan menyekiknya dengan keras Sehingga membuat mira sampai kesulitan untuk bernafas.
"Ndre...w eh Le pas kan tang an mu in." Ucap mira dengan terbata bata karena merasakan cekikkan andrew yang terasa menyiksa di tenggorok kan nya.
"Apa dirimu sudah puas... Setelah menghancurkan semua nya..."Bisik andrew di telinga mira, Membuat mira merasa sangat ketakutan. Entah apa yang akan di lakukan andrew setelah ini. Apa ia akan membunuh mira di saat diri nya. tengah hamil saat ini.
__ADS_1
Jerry yang mengetahui mira sedang hamil, Berusaha melepas tangan andrew dari leher mira dirinya merasa tidak tega dengan mira.
" Ndrew lepasin dia,Ndrew..."Ujar jerry memberi peringatan pada bos nya saat ini, Dirinya tidak mau harus mengurus kasus andrew apabila andrew benar benar melakukan pembunuhan kali ini.
"Kalau lo ikut campur urusan gue, Pergi dari sini." Bentak andrew pada jerry, Jerry yang sudah terbiasa dengan sikap Andrew terus mencoba untuk menghentikan perbuatan andrew.
"Ndrew le... pas..." Ucap mira yang merasa kesakitan.
"Ndrew Lepasin dia, Apa lo mau membunuh bayi yang ada di kandungan nya juga." Ujar jerry kembali, Membuat andrew menghempas kan tubuh mira dengan keras.
Uhuukk...
Mira yang merasa lega karena leher nya sudah terlepas dari cengkraman tangan andrew, Memulai drama Quens nya. Dirinya menatap wajah andrew dengan sorot mata sendu. Mencari perhatian dari andrew agar Andrew merasa prihatin dengan nasib nya sekarang.
"Sial... Gue udah dandan rapi rapi untuk bertemu dengan nya, Ternyata cuma di lakukan Seperti ini."
Batin mira, yang sudah mulai kesal dengan tingkah andrew. Mungkin Kalau tidak ingin mencapai tujuan nya saat ini mira ingin sekali membunuh andrew.
"Mira Jangan terlihat marah, Kamu tetap kelihatan cantik mira."
"Ndrew... Apa Maksud mu! Apa kamu tega membunuh diriku. Aku saat ini hamil anak mu Ndrew..." Ucap mira dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Cih penjilat." Decak jerry dengan tatapan sinis nya yang melihat mira dengan ekpresi di buat buat Seperti itu.
Mira yang mendengar decak kan jerry Menatap jerry dengan tatapan sinis nya dan kembali beralih menatap Andrew.
__ADS_1
Bersambung...
...Jangan lupa like dan komen....😃...