
Roy yang sudah terlihat sangat rapi dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih nya yang memperlihat kan ketampanan nya, berjalan pelan menemui mamah nya yang saat ini tengah membantu assisten rumah tangga nya untuk menyiapkan seserahan yang akan di bawah ke rumah calon istri nya nanti.
"Mah." Sapa roy sambil memeluk mamah nya serta mencium pipi mama nya pelan, Melinda yang menyadari kehadiran putra nya tersenyum menatap putra bungsu nya yang masih kelihatan sangat manja padanya.
"Tampan banget putra mamah kali ini." Puji melinda pada putra nya di iringi dengan senyum kebahagiaan.
"Makasih mah." Jawab roy di sertai senyum kebahagiaan, Kali ini dirinya sedikit clingak clinguk di pelukan mamah nya. Menunggu kepulangan adik nya yang tak kunjung datang datang.
"Apa max sudah mamah beri tau." Tanya roy melepas pelukan mamah nya pelan seraya menatap jam yang berada di per gelangan tangan nya.
Roy yang melihat raut wajah mamah nya, Yang sudah Berubah menjadi sendu menandakkan bahwa adik nya sekarang tidak bisa datang Tampak geram dengan sikap max adik nya.
"Apa dirinya tidak bisa meninggal kan pekerjaan nya sebentar saja... untuk menemui mamah."
Batin roy yang sudah tampak geram dengan sikap adik nya yang selalu mementingkan pekerjaan saja.
Memang Semenjak adik nya memilih untuk mendirikan perusahaan sendiri, Ia tidak pernah untuk pulang ke rumah Orang tua nya. Sehingga membuat mamah nya selalu merasakan rindu yang teramat dalam.apabila mamah nya meminta adik nya untuk pulang ke rumah, Max selalu beralasan bahwa dirinya masih sibuk dengan pekerjaan nya.
"Ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal kan kali ini." Jawab melinda dengan menarik bibir nya untuk tersenyum. "Tapi ia berkata akan ke mari Setelah acara pernikahan mu di laksanakan." Imbuh nya kembali dengan raut wajah kekecewaan.
Roy yang melihat mamah nya merasa sangat kecewa dengan sikap adik nya, Berusaha membuat mamah nya bahagia. Melupakan sejenak tentang ingatan nya pada adik nya. "Mamah tapi roy terlihat sangat tampan kan hari ini." Puji roy pada dirinya nya sendiri, Sehingga membuat melinda gemas melihat tingkah putra nya yang sudah berubah menjadi pria dewasa sekarang dan akan segera menikah.
"Kamu ya." Ucap melinda mencubit hidung putra nya Dengan gemas.
__ADS_1
"Auuuuh." Pekik roy yang ber pura pura kesakitan....
Setelah sedikit bercanda riang dengan mamah nya, Melihat semua barang untuk seserahan sudah tertata rapi di dalam bagasi mobil. Membuat roy segera berjalan menuju mobil. Morgan papah roy yang melihat semua nya sudah siap segera masuk ke dalam mobil menuju rumah calon menantunya.
Lyra yang sudah siap, Menunggu mamah nya memanggil. Dirinya saat ini tengah berada di dalam kamar nya, Meratapi nasib nya yang entah kapan itu... setelah menikah Dirinya pasti akan di buang oleh suami nya karena kehadiran seorang anak yang bukan darah kandungan sendiri dari seorang pria yang akan menjadi suami nya saat ini.
Lyra berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri agar tetap kuat dalam menjalani kehidupan di dunia yang menurut nya sangat lah berat untuk di jalanni saat ini.
Mengingat dulu kehidupan nya yang sangatlah damai tanpa memikirkan suatu masalah apapun dan sekali nya timbul masalah malah dengan bertubi tubi menghantam dirinya Sehingga membuat nya kesulitan untuk mencari jalan keluar. Mencari jalan keluar? Bergerak saja terasa begitu sangat sulit kali ini.
"Aku capek... Aku capek... Aku lelah dengan semua masalah ini. Hiks Hiks Hiks..." Air mata yang seolah olah ia tahan agar tidak keluar Merusak riasan wajah nya seakan akan tanpa komando kembali mengalir membasahi pipi nya kembali.
"Aku mohon cukup sampai di sini engkou berikan diriku masalah... Aku mohon Hiks Hiks Hiks." Teriak Lyra dengan kencang. Memohon kepada tuhan untuk berhenti memberikan nya masalah yang menurut nya begitu rumit untuk ia pikir kan sekarang.
Jeglek.
Sarah yang membuka pintu nya untuk memanggil putri nya berjalan mendekat ke arah meja rias Lyra. "Sayang Calon suami kamu udah datang tuh di bawah." Panggil Sarah dengan senyuman yang menghiasi wajah nya.
"Ya ampun Sayang..." Sarah begitu terkejut melihat wajah putri nya sangat hambur hadur dengan hiasan mata yang sudah mulai luntur Sehingga membuat bagian mata lyra terlihat sangat hitam.
"Mah aku akan benerin ya, Mamah gk usah panik." Ucap Lyra dengan Santay nya, Membersihkan sisa sisa mek up yang sudah mulai memudar dan mulai kembali merias wajah nya dari awal.
Sarah yang melihat mata lyra, Terlihat sangat sembab menandakan bahwa putri tercinta nya habis menangis. Mencegah putri nya agar tidak menjalankan pernikahan nya nanti.
__ADS_1
"Sayang... Apabila dirimu belum siyap hentikan ya lamaran ini." Bujuk sarah sambil membantu lyra merias Kembali wajah nya, Lyra pun hanya menggelengkan kepala mendengar permohonan dari mamah nya.
"Enggak mah... Lyra mau menikah dengan nya." Tegas Lyra menatap wajah mamah nya sejenak dan kembali melanjutkan merias wajah nya.
"Baik lah kalau itu mau kamu, Tapi kalau ada apa apa kamu harus bicara sama mama ya."
"Iya mah... Makasih karena mamah selalu mendukung ku dalam hal apapun. Makasih mah."Ucap Lyra dengan memeluk tubuh erat mamah nya...
Setelah selesai mek up, Lyra dan sarah segera turun ke bawah untuk menemui roy dan mamah papah roy.
David yang sudah sangat akrab dengan morgan mengajak teman bisnis nya itu sedikit berbincang sambil menunggu putri nya bersiap siap.
Lyra yang sudah siap mulai menuruni anak tangga dengan di tuntun sarah mamah nya. Membuat roy yang menatap sangat lah terpesona dengan penampilan Lyra kali ini.
Sementara morgan dan melinda yang melihat calon menantu nya terlihat sangat cantik dan anggun tidak henti henti nya memberikan pujian kepada Lyra, Lyra yang mendengar semua pujian dari melinda tampak sangat lah canggung. Dirinya nya hanya menanggapi semua pujian melinda dengan senyuman.
Melinda yang sudah mengetahui ke adaan Lyra calon menantu nya merasa begitu prihatin dengan ke adaan nya sekarang, Sebelum nya melinda sedikit enggan memberikan restu kepada roy untuk menikahi Lyra. Tetapi karena roy terus memaksa nya dan menceritakan atas kejadian yang di alami Lyra dengan sedikit berat hati melinda menerima Lyra sebagai calon menantu nya.
Melihat wajah Lyra yang terlihat sangat lah cantik dan tata bicara yang begitu sopan membuat melinda tampak kagum.
"Pantas saja roy terpincut dengan nya..." Batin melinda tersenyum menatap menantu nya.
Bersambung....
__ADS_1
...Jangan lupa like dan komen nya ya......