Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Sadar


__ADS_3

Melinda yang melihat max sudah tidak berdaya lagi di lantai, Segera memanggil perawat rumah sakit untuk mengobati luka max.


Setelah max di bawah oleh suster untuk di obati, Melinda meminta tolong kepada Sarah untuk ke ruangan dokter menanyakan tentang ke adaan lyra saat ini. Dengan segera Sarah menuju ruangan dokter.


Di ruangan nya lyra tampak bingung harus melakukan apa, Setelah dokter memberikan suntikan penghilang rasa nyeri. Keadaan nya sudah semakin membaik saat ini.


Saat ini lyra tengah menatap langit langit rumah sakit, Sedari tadi air mata nya tidak henti-hentinya mengalir di pelupuk matanya.


"Masalah apa lagi ini...!"


Dengan pelan lyra berusaha mendirikan tubuh nya, Terlintas di otak nya bahwa ia ingin segera melarikan diri dari hadapan seorang pria yang ia benci saat ini. Siapa lagi kalau bukan max.


"Aku harus pergi, Aku harus pergi dari sini."


"Auuuh sakit." Karena keadaan nya yang belum sepenuhnya stabil, Membuat perut nya tampak kesakitan kembali.


Sarah yang sudah selesai menemui dokter di ruangan nya, Menuju ke ruangan lyra untuk melihat keadaan Putri nya.


Dokter hanya menjelaskan keadaan lyra Karena faktor kelelahan dan dokter juga memberikan tahukan kepada Sarah agar tidak membuat nya terlalu stres.


Jeglek (Anggap saja suara pintu)


Sarah yang melihat lyra tergopoh-gopoh ingin keluar dari ruangan nya, Membuat nya semakin panik dengan ke adaan Putri nya saat ini.


"Sayang kamu mau kemana, Kamu mau ngapain." Tanya Sarah yang langsung mendekati lyra.


"Aku harus pergi mah, Aku harus pergi dari sini." Ucap lyra dengan raut wajah antara bingung dan panik.


Sarah membelalakkan mata melihat tingkah anak nya yang seperti ini.


"Apa gara gara ada max Hingga membuat lyra seperti ini."


"Mah bantuin lyra untuk pergi dari sini, Bantuin lyra mah...! Hiks Hiks Hiks." Lyra yang tubuh nya sangat lemah memohon kepada Sarah untuk membantu dirinya pergi dari hadapan max.


"Berdirilah sayang, Berdiri." Bujuk Sarah membantu lyra untuk berdiri dan mendudukan nya di ranjang kembali.


"Apa yang kamu pikirkan sekarang, Apa yang membuat mu seperti ini." Ucap Sarah dengan suara lembut nya.


"Mah! Intinya aku harus pergi dari sini."


"Kenapa kamu ingin pergi dari sini sayang."


"Ada dia...! Aku takut mah, Lyra takut Hiks Hiks Hiks." Jawab lyra jujur.

__ADS_1


"Siapa dia, Apa ayah dari anakmu ini."


Degggg...


Lyra yang mendapati pernyataan dari mamah nya hanya bisa diam, Tidak menjawab lagi pertanyaan mamah nya.


Dari mana mamah nya tau kalau dialah ayah dari bayi yang ia kandung saat ini, Apakah semua orang di luar sana sudah mengetahui semuanya. Termasuk Roy.


Gimana perasaan Roy apabila dirinya mengandung bayi dari adik nya saat ini.


"Diam mu bertanda iya."


"Mah."


"Tenanglah sayang, Tidak akan ada yang terjadi apa apa dengan mu."Ucap Sarah menangkup ke dua wajah lyra.


"Menikahlah dengan nya."


Duaaaarrrr....


Jantung lyra terasa begitu sesak saat ini, menikah. melihat nya saja dirinya tidak mau, Apa lagi harus menikah dengan nya.


"Jangan egois sayang, Apa kamu mau bayimu ini lahir tanpa seorang ayah."


"Egois."


"Mamah dan papah bersama mu." Sarah pun langsung memeluk tubuh lyra, Memberikan kekuatan kepada putri semata wayangnya.


Melinda Meminta pelayan untuk segara menyelesaikan persiapan ijab Qabul nya, Semua pihak keluarga sudah kembali lagi di hotel. Untuk melaksanakan pernikahan antara max dan lyra.


Keadaan max saat ini sangatlah memprihatinkan dengan luka lebam di bagian pipi dan bibir nya,Serta perban di bagian kepala.


Ke dua keluarga antara max dan lyra sudah berkumpul di hotel untuk ikut melaksanakan acara ijab Qabul, Terkecuali Roy yang pergi entah kemana.


Ke dua bela pihak keluarga max dan lyra memilih membatalkan acara resepsi pernikahan dan hanya melaksanakan acara ijab Qabul saja di hotel ini.


Setelah semua nya siap, Dengan sekali tarikan nafas Akhirnya max mengucapkan ijab Qabul dengan lancar.


"SAH."Ucap Para saksi yang menyaksikan pernikahan tersebut.


"Selamat kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri." Ucap bapak penghulu kepada max dan lyra.


Dengan pelan lyra meraih tangan max untuk di cium nya, Sedangkan max bergantian mencium dahi lyra sebagai syarat bahwa mereka sudah resmi menjadi seorang suami istri.

__ADS_1


Buggg...


Lyra yang merasa kepalanya sangat pusing seketika pandangan menjadi gelap dan membuat nya tidak sadar kan diri.


"Lyra, Pah...!" Ucap Sarah yang sudah mulai panik.


Karena Tubuh lyra terjatuh di dada bidang max, Membuat max mudah menggendong nya.


Melinda yang tadi sempat menyewa kamar hotel, Meminta max membawa nya ke kamar nya untuk istirahat.


Setelah sampai di kamar, Max kembali Menjatuh tubuh lyra pelan dan segera menghubungi dokter untuk memeriksa kembali keadaan istrinya.


"Paman." Panggil max pada David.


"Maaf." Hanya kata kata itu yang bisa keluar dari mulut max saat ini.


David yang melihat raut wajah kesedihan serta kekecewaan pada diri max, Mendekat ke tubuh max. Kemudian memeluk.


"Aku sudah memaafkan mu, Jaga Putri ku dengan baik dan Jangan buat dirinya kecewa." Ucap David memperingatkan.


"Aku akan menjaga nya Paman, Terima kasih sudah mau memaafkan ku." Ucap max yang juga memeluk tubuh David.


Keberanian max untuk mengakui kesalahan nya, Serta tanggung jawab nya membuat David bisa memaafkan max saat ini.


Setelah menitipkan kan Putri nya kepada suaminya sekarang, David dan Sarah berpamitan untuk pulang.


Melihat David dan Sarah berpamitan, Morgan dan melinda juga ikut menyusul mereka berdua untuk pulang dan meninggalkan max dan lyra di kamar hotel berdua.


Sarah dan melinda yang sebelumnya sudah mempunyai rencana licik untuk mendekatkan mereka berdua, Meminta pelayan untuk mengganti kan baju pengantin lyra dengan lingeria seksi yang mereka pilih waktu itu.


Setelah tugas mereka berdua selesai, Sarah dan melinda langsung pulang bersama suami mereka masing masing.


*------*


Glo yang baru sadar kan diri merasakan kepalanya terasa begitu pusing, Dirinya mulai mengingat kejadian terakhir hingga membuat nya sampai di sini.


Ingatan nya kembali di saat dirinya sedang menelepon teman nya Lisa waktu itu saat berada di parkiran, Tiba tiba mulut nya di bungkam oleh seseorang dari belakang hingga membuat nya tidak sadar kan diri sampai sekarang.


Melihat ke dua tangan dan kaki nya yang terikat di kursi membuat nya tidak bisa bergerak, Mulut nya yang saat juga di plester oleh seseorang yang entah siapa hanya bisa membuat nya diam.


Glo mengedarkan pandangan nya ke kanan kiri, Dilihat lah banyak tumpukan kardus Menandakan bahwa saat ini dirinya sedang di sekap di sebuah gudang.


"Siapa yang sudah melakukan ini."

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen 😃....


__ADS_2