
1 Bulan Kemudian....
Glo yang saat ini sudah bisa berjalan dengan lancar, Merasa sangat bahagia. Kehidupan nya selalu di isi dengan senyum canda tawa di rumah nya.
Kini rutinitas glo sudah berganti sepenuh nya, Dulu nya yang pagi nya masih tertidur bersantai santai di dalam kamar. Sekarang sudah berganti di dapur untuk menyiapkan sarapan suami nya.
Beberapa hari ini glo memilih menghabis kan waktu nya di dapur untuk belajar memasak, Dengan tetap di bantu oleh beberapa asisten rumah tangga nya di rumah.
Andrew yang melihat banyak perubahan dari sikap istri nya semakin bahagia, Istri nya yang dulu sangat bandel dan susah untuk di atur sekarang menjadi penurut.
Saat ini yang di lakukan glo adalah bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk suami tercinta nya. Meskipun baru belajar memasak, Masakan glo terbilang sangat nikmat.
"Bi... Semua sudah siap, Aku ke atas dulu ya manggil andrew." Pamit glo pada pembantu nya bi ijah.
"Iya non..."
Glo yang sudah masuk ke dalam kamar, Melihat suami nya yang masih tertidur nyenyak di atas kasur. Membuat glo menghela nafas, Melihat jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi. Membuat glo segera melangkah untuk membangunkan suami nya.
"Sayang... Bangun!" Glo yang menepuk nepuk pipi andrew dengan pelan, Andrew yang mendengar suara istri nya membangun kan nya. Malah menarik pinggang glo dengan sangat erat sehingga membuat glo terjatuh di samping andrew dalam ke adaan tidur.
"Sayang Ini udah jam delapan, Satu jam lagi kamu berangkat kerja..." Bujuk glo kembali sambil mencium pipi suami nya dengan lembut, Andrew yang merasa kan sentuhan dari bibir istri nya sedikit menarik bibir nya.
"Yang ini." Tunjuk andrew di bibir nya untuk memberi kan kode pada istri nya.
"Ini masih pagi..."
"Berarti kalau malam boleh..."
"Dasar kamu mesum ya..."
Cup...
__ADS_1
Dengan cepat glo mencium bibir andrew, Andrew yang mendapat ciuman sekilas dari bibir glo. Menautkan bibir nya langsung dengan bibir glo, Dan semakin memperdalam ciuman nya.
Pintu yang sedikit agak terbuka, Membuat novi yang baru datang untuk memanggil majikan nya langsung menghentikan langkah nya di depan pintu. Dirinya yang melihat majikan nya sedang memadu kasih Dengan mesra semakin di buat panas dengan tingkah majikan nya, Seketika tangan nya mengepal melihat adegan yang di lakukan oleh glo dan Andrew.
"Seharus nya yang berada di sana adalah aku... bukan dia...! Kenapa bapak andrew tidak pernah melirik ku sama sekali. padahal di bandingkan dengan kecantikan istri nya juga lebih cantik kan aku." Gerutu novi sambil memikir kan cara untuk menyingkirkan Glo dari andrew.
Beberapa cara sudah di lakukan novi untuk menyingkir kan glo, Mulai dari pengiriman bunga setiap hari di rumah nya andrew dari pria yang se olah olah adalah kekasih glo, Memberikan bumbu bumbu yang berlebihan di masakan glo. Bahkan novi juga pernah memberikan obat perangsang pada Andrew. Tapi di setiap rencana yang selalu novi jalankan tidak pernah berhasil.
Tetapi hal itu tidak membuat novi putus asa, Dirinya malah semakin gigih untuk menyingkirkan glo dan ingin mendapat kan cinta andrew sepenuh nya. Meskipun itu hanya khayalan semata... ( Karena author juga tidak rela bila novi bersatu dengan andrew.)
Novi yang semakin di Buat geram oleh pemandangan yang menurut nya sangat membosan kan di hadapan nya, Mengetuk pintu kamar andrew dan glo dengan sangat keras.
Tok...
Tok...
Tok...
Mendengar suara ketukan di pintu kamar nya, Membuat glo dengan cepat melepas kan bibir nya dari bibir andrew.
"Ini sudah pagi... Mandi dulu sana..." Ucap glo yang langsung berdiri dari tubuh andrew.
Andrew yang melihat glo berdiri segera menarik tubuh glo kembali dengan pelan.
"Ingat nanti malam aku tidak akan me maaf kan." Bisik andrew di telinga glo.
"Kamu mah... Dasar..." Glo yang langsung berdiri membuka pintu.
"Maaf non... Mengganggu! Semua sudah siap non." Novi yang Tampak gugup karena melihat majikan lelaki nya yang terlihat begitu tampan Setelah bangun tidur.
Andrew yang melihat sekilas siapa ke arah pintu, Segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Baik lah." Ucap glo dengan ramah, Melihat novi yang masih berdiri di depan pintu kamar nya dalam ke adaan melamun membuat glo bingung. "Kenapa dirinya."
"Apa hanya itu aja." Ucapan glo membuat novi terbuyar dari lamunan nya.
"Itu he... Apa non." Tanya novi kembali dengan gelagapan, Glo yang melihat tingkah novi terlihat sangat aneh di hadapan nya hanya menggelengkan kepala.
"Apa hanya itu aja yang ingin kamu sampai kan." Glo yang kembali mengulang kata kata nya.
"Iya non..." Novi yang melihat andrew sudah masuk ke dalam kamar mandi segera pergi dari hadapan glo, Menuju dapur untuk melaksanakan pekerjaan nya kembali.
"Ada ada aja." Gerutu glo menutup kembali pintu kamar, Kemudian menyiapkan baju kerja andrew. dan duduk bersantai sambil bermain ponsel nya di sofa yang berada dalam kamar nya.
*------*
Berbeda dengan glo, Lyra yang setiap hari hari nya selalu di selimuti dengan rasa penyesalan akibat kejadian semalam itu di dalam klub.
Kejadian di klub tersebut membuat kehidupan Lyra berubah 180°, Lyra yang dulu nya selalu menghabiskan waktunya untuk merayakan party bersama teman teman nya. Kali ini yang di lakukan nya hanya pergi dan pulang dari kampus dan selalu berdiam diri di rumah.
Lyra juga selalu berusaha untuk menghindar dari hadapan teman teman nya, Yaitu michel dan lisa. Dirinya merasa trauma bergaul kembali dengan mereka.
Saat ini Lyra segera berangkat ke kampus, Sesampai di kampus dirinya segera masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan pembelajaran dari dosen hari ini.
"Ra kenapa lo selalu menghindar dari kita." Lisa yang saat ini mengejar Lyra yang terus menerus melangkah menuju kelas.
"Kalau gue sama lisa punya salah, Gue minta maaf... Kita bisa ngobrol baik baik kali." Imbuh michel menimpali ucapan Lisa.
Yang Lyra lakukan hanyalah menutup mulut nya Dengan rapat pada saat mendengar ocehan ke dua sahabat nya itu di kampus, Dirinya takut apabila ke dua sahabat nya mengetahui kejadian yang sebenar nya ia akan di bully oleh teman teman nya.
"Gue capek aja..." Jawab Lyra dengan cuek sambil terus berjalan menuju kelas, Sesampai di dalam kelas nya. Lyra langsung mengeluarkan buku paket tebal untuk ia baca.
Michel yang melihat Lyra semakin cuek terhadap nya, Menarik buku Lyra dengan kasar dan menatap lyra dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Bersambung....
...Jangan lupa like dan komen nya ya...👍...