Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Selamat


__ADS_3

"Jangan lakuin ini, Aku akan ngelakuin apapun asal jangan ini Hiks Hiks Hiks." Ucap glo pelan membuat pria tersebut hanya tersenyum menatap nya.


"Aku hanya ingin tubuh mu..."Bisik pria tersebut di telinga glo dengan nada pelan, Setelah itu memulai menyentuh leher jenjang glo.


Glo yang merasakan hembusan nafas pria tersebut sudah semakin dekat, Mengambil gelas di samping meja tempat tidurnya setelah itu melempar menuju pintu kamar nya. Karena mendengar suara gelas yang di lempar glo pria tersebut menghentikan aksinya.


"Sial..." Decak pria tersebut merasa kesal setelah itu berusaha menarik tangan glo kasar.


"Auhhhh... Lepaskan aku." Rintih glo merasa kesakitan karena pergelangan tangannya di cengkram oleh pria tersebut.


"Ikut aku sekarang..." Pria tersebut dengan kuat nya menarik tangan glo,hingga membuat glo terjatuh kembali dari atas ranjang. Glo pun dengan sangat kuat menahan tangan nya membuat pria itu kesulitan menarik nya.


Melihat seseorang membuka pintu, Pria tersebut langsung melepaskan tangan glo setelah itu berlari menuju jendela kamar glo dan mengambil benda yang tadi sudah ia pasang di pinggir jendela.


"Ya ampun nona." Teriak Bi inah yang melihat glo terjatuh tersungkur dari atas tempat tidurnya, Dengan cepat bi inah membantu glo berdiri. Bi inah yang merasa bingung harus berbuat apa berteriak memanggil tuan muda untuk memberitahu ke adaan istri nya saat ini.


"Bi... Hiks... Ta... Di... ad...a or...ang"Ucap glory terbata bata karena masih merasa ketakutan memberi tahu bi Inah, Bi inah pun berusaha menenangkan glory majikan nya tersebut.


"Tuan Andrew... Tuan Andrew..." Teriak bi inah memanggil nama majikan nya.


Andrew yang mendengar seseorang berteriak memanggil namanya,dengan cepat berlari menuju sumber suara tersebut dan ternyata sumber suara tersebut berasal dari kamar nya sendiri.


Andrew yang melihat bi inah dengan glo istrinya Berjalan ke arah istri nya, Glo yang mengetahui ke datangan Andrew suami nya berusaha untuk memberi tahu kejadian yang menimpa nya tadi.


"Ta... Di... A.. Da... Ora...Ng Ja...hat Ya...Ng Ma... suk... Hiks Hiks Hiks." Glo yang masih ketakutan mencoba untuk memberi Tahu Andrew, Andrew yang paham dengan ucapan glo berlari menuju jendela setelah itu menelpon seseorang entah itu siapa.


Setelah melakukan panggilan telepon Andrew mendekat ke arah istrinya, Glo yang sudah mengatakan nya kepada Suami nya merasa sedikit tenang setelah itu langsung memeluk tubuh Andrew dengan sangat erat. Andrew yang merasakan pelukan hangat dari istrinya membalas pelukan tersebut.

__ADS_1


"Maaf kan aku tadi sudah meninggal kan mu." Ucap Andrew Merasa bersalah karena sudah meninggal kan istrinya di kamar sendirian.


"Jangan tinggalin aku sendirian aku... Hiks Hiks Hiks... aku takut..." Glo yang masih merasa ketakutan tambah mengerat kan pelukan kepada Suaminya.


"Iya..." Jawab Andrew Yang juga masih memeluk tubuh glo dengan erat.


Bi inah pun yang berada di kamar tersebut yang melihat majikan perempuan nya juga sedikit tenang dalam pelukan suami nya merasa ikut bahagia, Seketika senyum di bibir bi Inah mulai mengembang karena melihat majikan nya tersebut saling mencintai.


Entah berapa lama Andrew dan glo sudah berpelukan, Andrew yang merasa sudah tidak mendengar suara isakan dari mulut glo melepas pelukan glo pelan. Seketika tubuh glo terjatuh ke kanan tetapi dengan sigap Andrew berusaha menahan nya.


Melihat glo yang seperti nya sudah tidak sadarkan diri dalam pelukan nya, membuat Andrew begitu cemas.


"Sayang.... Sayang..."Andrew yang merasa cemas Berusaha membangun kan glo, Bi inah yang melihat majikan nya pingsan juga ikut merasa cemas. Dengan cepat Andrew membopong tubuh glo menuju tempat tidur setelah itu menelpon dokter untuk memeriksa keadaan glo.


Andrew yang sedang menunggu kedatangan dokter, Berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak merasa cemas, Bi inah yang melihat tuan muda nya merasa kwartir berjalan menuju dapur untuk menyiapkan minuman agar tuan nya tersebut merasa sedikit rileks.


"Baiklah... Terima kasih bi." Ucap Andrew berterima kasih Setelah itu menyeruput teh hangat nya tersebut dan meletakkan nya di meja samping tempat tidurnya.


Melihat kedatangan dokter langganan keluarga nya yaitu dokter Hans, Andrew segera berdiri Setelah itu mempersilahkan Hans untuk memeriksa istri nya.


Hans pun yang sudah di persilahkan Andrew untuk memeriksa istrinya dengan cepat mengeluarkan peralatan nya dan segera memeriksa istri teman nya tersebut.


"Seperti nya ada yang membuat istri mu ini tertekan." Dokter Hans yang sedang menjelaskan ke adaan glo.


"Iya Memang... Sebelum dia pingsan ia berkata ada seseorang yang ia tidak kenal masuk ke dalam kamar ini."Ucap Andrew menjelaskan kepada dokter yang menangani istrinya dan juga sahabat nya semasa kecil itu.


"Seperti nya karena itu... Tapi siapa yang sudah berani berani nya masuk ke dalam kamar mu ini."

__ADS_1


"Entahlah... Memang dari kemarin ia selalu merasa ketakutan, aku akan berusaha mencari seseorang yang sudah berani berani nya mengusik kehidupan ku dan juga istriku..." Ucap Andrew penuh penekanan mengingat istri nya yang selalu di ganggu seseorang entah itu siapa dan mengapa.


"Sebaik nya jaga lah istri mu di mana pun dirimu berada, Karena apabila kejadian ini terulang kembali itu akan mengganggu mental nya."Jelas Hans lagi kepada Andrew.


"Baiklah...!" Andrew pun mengangguk mendengar perkataan sahabat nya tersebut, Hans yang melihat ketegangan di wajah Andrew berusaha menggoda nya untuk menenangkan ketegangan dalam diri Andrew.


"Apa hanya kata terima kasih..."Goda Hans kepada Andrew, Andrew yang paham dengan ucapan Hans menatap malas Hans sambil mengeluarkan ponsel nya.


"Udah gue kirim."


"Nah gitu... Kalau lo tidak kirim sekarang gue gak akan bisa bersenang-senang nanti malam." Ucap Hans sambil mengedipkan mata sebelah nya, Andrew pun hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan teman nya yang masih menghabiskan waktunya setiap malam untuk bersenang-senang di klub.


"Tenang saja jangan terlalu panik, Istri mu akan segera sadar nanti."


"Baiklah tugas mu sudah selesai, sekarang pergilah dari sini." Usir Andrew kepada Hans yang selalu menjahili nya.


Hans yang merasa tidak terima kedatangan nya tidak di hargai oleh Andrew mendengus kesal, Memang Andrew sudah memberikan uang yang cukup Banyak kepada nya tapi bukan berarti dirinya di usir secara tiba tiba seperti ini.


"Apa Uang yang aku berikan kepada mu Masih kurang Untuk membeli wanita nanti." Andrew dengan sombongnya bergantian menggoda Hans sahabat nya.


"Tidak... Tetapi kalau dirimu memberikan nya lagi Kartu Atm ku siap menampung nya." Jawab Hans sambil membereskan peralatan medis nya Setelah itu pergi dari rumah Andrew.


Bersambung...


Mampir juga ya di karya ke dua ku..


Sekretaris luguku...

__ADS_1


Jangan lupa like nya satu like sangat bermanfaat bagi saya😃


__ADS_2