
"Makasih ndrew udah mau nolong aku." Dea yang memberi ucapan terima kasih kepada andrew.
"Hem." Sedang kan andrew hanya membalasnya dengan dehem man, Karin yang seperti nya baru bertemu dengan andrew lebih akrab padanya. Dan andrew juga menanggapi sikap manja karin Diri nya juga mulai memangku karin.
Glory yang sudap selesai Membuat kan minuman, Ia juga menyuguh kan nya kepada dea dan karin. Setelah itu diri nya mulai duduk di samping andrew.
"Om tante ini siapa." Tanya karin yang belum mengenal Glory.
"Hem... ini istri om." Andrew Menjawab Jawab an karin sambil menatap glo, Sementara dea yang tidak percaya dengan Jawab an andrew Hanya melongo.
"Gak gak Mungkin, Pasti kamu bohong kan ndrew! Gak mungkin juga itu istri kamu." Ucap Dea sambil menggedek gedek kan kepala nya, Karena tidak percaya kepada andrew.
Begitu juga karin diri nya sempat menghembus kan nafas nya, Di lihat dari ekpresi wajah nya seperti nya karin juga mulai tidak suka dengan glory.
"Om aku gak suka sama tante itu, Dia kayak orang jahat." Ucap karin yang asal asal an, Glory membalas Ucapan karin dengan senyuman.
"Karin jaga Ucapan mu nak! Kamu belum mengenal nya bahkan kamu juga pertama kali bertemu dengan nya, mengapa diri mu mengatakan seperti itu." Dea yang ber pura pura menasehati karin di dalam hati nya, Sebenar ia juga tidak suka dengan glory entah Kenapa. Mungkin karena glory istri andrew...
Dea juga mulai mengangkat tangan nya karena perkataan karin yang menyinggung glory, Tapi menurut dea memang betul juga karin mengatakan seperti itu Karena dari hati dea entah sejak kapan ia mulai menyukai andrew kembali.
"Udah jangan, Mungkin memang benar wajah saya kelihatan jahat!" Ucap glory kembali menghentikan tangan dea karena mau memukul karin
__ADS_1
"Mah kenapa mau mukul karin, Tante aja gak marah, aneh mamah ini! Yang betul itu mah om andrew cocok nya sama Mamah gak sama tante itu." Ucap karin yang mengungkap kan perasaan nya kepada glory.
"Oh jadi gitu." Ucap glo membalas jawab ban karin, Diri nya seperti nya mengagap Karin sebagai anak kecil polos Yang belum tau apa apa.
Andrew yang mendengar ucapan karin, Diri nya berdiri lalu menaruh karin di pangkuan dea, Dan duduk bersama di samping Glory.
"Karin ini istri om dan akan selama jadi milik om. jadi Suami mama kamu itu ayah kamu!" Andrew yang sedikit tidak terima dengan ucapan karin, Menjelaskan panjang lebar kepada karin agar diri nya lebih menghargai seseorang.
"papah jahat aku gak suka sama papah, Wajah nya juga jahat mirip tante itu. Kalau mamah sama om, Sama sama baik! jadi tante itu cocok nya sama papah sedangkan mamah sama om." Ucap karin yang sedikit menyebal kan, Glory yang mulai mendengar ucapan ngawur dari Karin Sebenar nya sedikit sebal anak yang diri nya anggap polos bahkan sangat polos sampai dia tidak bisa membedakan mana orang tua mana tidak.
Seperti nya Karin memang tidak menyukai glory sejak awal, Bukti nya diri nya selalu menjelek jelek kan Glory dan memuji muji dea dari tadi.
"ohh, Jadi kamu pengen punya papa kayak Om Andrew."Karin yang mendengar ucapan Glory Bersikap cuek sambil memalingkan muka, Dirinya jelas jelas memperlihatkan bahwa tidak suka dengan Glory. Karin juga menganggap Glo tidak ada di ruangan tersebut.
"Seperti nya diri mu harus mendidik anak mu untuk bersikap lebih sopan lagi." Ucap Andrew kepada dea, Seperti nya dia juga tidak suka karena Karin yang selalu menjelek jelek kan Glory istri nya.
"Udah Lah, lagian kan Karin masih anak kecil." Glory yang menenangkan amarah Andrew. Andrew langsung menunjuk kan apartemen yang akan di di tinggal li dea dan Karin diri nya langsung memberikan kunci pintu nya kepada dea. Karena Andrew juga tidak memberikan kode pada pintu apartemen yang tidak di tinggali nya. Diri nya hanya memberikan kode pintu yang hanya di tinggali. Dea dan Karin akhir nya keluar dari apartemen Andrew menuju ke apartemen yang lain untuk di tinggali nya.
Setelah masuk ke dalam apartemen, Dea berdengus kesal. Yang diri nya ingin kan adalah satu apartemen bersama Andrew, Karin yang melihat mamah nya merasa kesal diri nya juga di buat kesal juga oleh ada nya Glory.
"Kenapa sih mah Tante jelek itu jadi istri nya Om Andrew." Karin yang bertanya kepada dea, Tentang rasa kesal nya kepada Glory. Padahal di banding kan dengan kecantikan Glory, Dea juga tidak ada apa apa tapi menurut Karin Dea lah wanita yang paling cantik di mata nya dan juga yang paling cocok bersanding dengan Andrew.
__ADS_1
"Jadi kamu gak suka sama Tante tadi." Dea yang men jawab pertanyaan Karin.
"Jelas jelas gak suka donk mah! Kenapa sih gak Om Andrew yang jadi papah Karin, Kalau Om Andrew yang jadi papah Karin. Pasti Karin minta apa apa di turut tin, Om Andrew juga baik orang nya... gak kayak papah bisa nya cuma marah marah doang." Karin dengan panjang lebar mengutarakan isi hatinya tentang Andrew.
"Jadi kamu pengen punya papa kayak Om Andrew."
"Iyaaaaa Mah, Karin pengen punya papah kayak Om Andrew. Karin juga pengen kaya teman teman Karin, Teman teman Karin sekolah di antar naik mobil sedangkan Karin hanya naik montor. Jelek lagi montor nya, Lagian kalau pengen naik mobil Karin kan gak punya mobil. Kalau Karin punya papah kaya Om Andrew pasti Karin di antar ke sekolah nya naik mobil kayak teman teman yang lain." Crocos Karin lagi...
"Ohhh, Jadi itu alasan mu pengen punya papa kayak Om Andrew."
"Iya Lah mah."
"Anak pintar ya kamu Karin, Gue bisa nih manfaat tin Karin buat deketin gue sama Andrew lagi." Ucap Dea dalam hati, Dea pun mulai memanfaat kan Karin untuk mendekat kan diri nya dengan Andrew.
"Kalau mamah nikah sama Om Andrew kamu seneng gak."
"Seneng banget mah!" Ucap Karin sangat bersemangat.
"Kalau kamu pengen punya papa Om Andrew, Kamu harus bantu Mama."
"Bantu apa mah!"
__ADS_1
Dea mulai membisikkan kata kata di telinga karin, Dirinya juga mulai menyusun strategi untuk mendapatkan Andrew kembali. Setelah Selesai menyusun rencana mereka berdua berjalan menuju kasur untuk merebah kan tubuh nya. Karin yang kepala sudah menyentuh bantal ahkirnya tertidur sedangkan Dea membaringkan tubuh di atas tempat tidur sambil menatap ke atas.