Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Mengingat kan


__ADS_3

Andrew pun semakin di buat penasaran dengan sikap glo Yang tidak mau jujur kepada nya.


"Apa aku pernah marah sama kamu sayang." Kata Andrew menarik tangan kanan glo lembut dan menggegam nya.


"Jangan tinggalin aku... Aku gak mau kehilangan kamu..." Ucap glory yang langsung mengalirkan air mata nya kembali.


Andrew tersenyum melihat istrinya yang benar Benar Takut kehilangan dirinya, tetapi Di dalam hati Andrew masih sedikit menjanggal karena selama tinggal bersama glo untuk membina rumah tangga tidak ada sama sekali kata cinta yang keluar dari mulut istrinya.


"Aku tidak akan meninggalkan dirimu dan Tidak akan ada yang memisahkan kita." Ucap Andrew penuh penekanan.


"Dalam ke adaan apapun diriku tidak akan meninggalkan mu." Imbuh Andrew kembali untuk meyakinkan glory.


"Aku takut dengan ke adaan ku yang seperti ini kamu akan pergi meninggalkan ku." Glory pun mengungkap kan kegundahan nya selama ini kepada Andrew suami nya, Glo yang belum berani mengatakan perbuatan Dea kepada nya memilih menyembunyikan nya sendiri dirinya tidak mau menambah nambah masalah lagi.


"Kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan." Jelas Andrew yang langsung memeluk glo dengan erat.


Sementara Tyas yang berada di dalam mobil terus terus berbicara,Dirinya tidak sabar ingin sampai rumah dan memecat pembantu nya yang sudah mecelakai glo hingga membuat glory jatuh pingsan.


"Aku akan pecat pembantu tadi yang buat menantu ku pingsan." Ucap Tyas menatap wajah Jovi, Jovi yang mendengar kan teman nya itu terus terusan menggerutu hanya menghembuskan nafas kesal.


"Aku udah bilang jangan pecat pembantu mu karena dirinya itu gak salah." Jovi yang mencoba menjelaskan kepada Tyas tentang sebenar nya, Jovi yang sudah paham Dengan kelakuan Dea dan putri kecil nya yang kurang ajar mencoba menenangkan Tyas dirinya ingin sekali bermain main terlebih dahulu dengan pembantu baru nya Tyas yaitu Dea.


"Gak salah gimana bukan nya udah jelas yang ngelakuin ini si rossa anak tengil itu."


"Aku akan ceritakan secara detail tentang kejadian tadi." Ucap Jovi menjelaskan bagaimana putra nya yaitu Andrew yang bisa bertemu dengan Dea dan Dea yang telah meninggal kan karena tengah hamil di luar nikah dengan pria lain Hingga membuat Andrew depresi dan Hanya menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.(Baca dari awal ya)


"Oh jadi gitu, Jadi semua itu ulah pembantu baru ku... Dasarrr Gak tau diri." Caci tyas kepada dea, Jovi hanya tersenyum licik menatap tyas setelah itu berbisik merencanakan sesuatu untuk mengerjai dea, Tyas yang sudah paham dengan rencana jovi mengangguk dengan senyum yang menghiasi bibir nya.


"Baiklah bu bos..." Ucap tyas sambil mengedipkan mata sebelah nya.

__ADS_1


Rumah sakit.


Jerry Yang tadi mendapat kabar dari seketaris andrew Bahwa andrew berada di rumah sakit menyusul nya dengan michel, Michel yang baru datang di ruangan glo langsung memberikan pertanyaan kepada glo secara bertubi tubi.


"Glo lo gak papa kan, Kok sampai kayak gini gimana ha! Pasti lo ceroboh lagi kan." Michel yang merasa khawartir.


"Dasar lebay..." Dengus glo menatap michel kesal, Satu pertanyaan saja belum dirinya jawab sudah memberikan beberapa pertanyaan lagi.


"Ini bukan lebay... lo aja yang gak bisa mbedain mana yang lebay dan mana yang merasa khawartir ." Gerutu michel membuat glo menarik bibir nya terpaksa.


"Lo ternyata juga bisa khawartir." Goda glo kepada michel, Michel pun hanya tersenyum kecut menatap glo.


"Sini..." Imbuh glo lagi.


"Peluk dong." Michel pun langsung mendekat kepada glo dan memeluk tubuh glo erat, Andrew dan jerry yang melihat adegan tersebut hanya menggelengkan kepala lalu saling menatap.


"Kenapa." Tanya andrew yang juga melihat jerry menatap nya.


"Mangkanya nikah Biar ada yang peluk." Ucap andrew yang langsung pergi ke luar ruangan glo untuk mencari angin segar, Sementar jerry melihat andrew keluar juga ikut keluar.


"Glo lo kenapa kok bisa masuk rumah sakit lagi." Tanya michel yang tampak penasaran dengan glo.


"Gue... Lo janji ya gak ngomong ke siapa siapa." Glo yang menunjukkan jari klingking nya,Michel pun membalas jari klingking glo dengan menautkan jari klingking nya kepada glo sambil tersenyum.


"Glo lo sahabat gue, Gue udah ngenal lo dari kecil begitu juga dengan nisa dan Lyra. Kalau lo punya masalah ingat jangan lo pendam sendiri! Dengan senang hati gue,Nisa dan Lyra akan mendengar curhatan lo." Jelas michel panjang lebar berusaha meyakinkan glo.


"Makasih."


"Gue takut, Dengan ke adaan gue yang seperti ini bahkan berjalan pun susah Andrew ninggalin gue."Ucap glo yang langsung to do point pada michel, Michel pun mengernyitkan dahi nya merasa heran.

__ADS_1


" Sejak kapan lo takut kehilangan andrew, Bukan nya lo dan dia menikah karena terpaksa." Michel yang sedikit usil menggoda glo dengan kata kata nya.


"Entah sejak kapan gue mulai takut kehilangan andrew."


"Kalau lo benar benar takut kehilangan nya, Buat lah dia agar tidak mau kehilangan dirimu juga."


"Maksud nya."


"Berikan dia perhatian yang semua wanita itu belum tentu bisa melakukan hal itu."


"Layani dirinya dengan baik dimana pun ia berada." Michel yang sedikit punya pikiran mesum mulai muncul ide ide yang tidak masuk akal di dalam otak nya.


"Lo masih polos atau pura pura polos sih glo." Tanya michel lagi, Michel yang melihat perubahan glo setelah menikah hanya bisa tersenyum pasrah, Sebelum menikah mereka ber empat sering menonton vidio dewasa bersama sama di apartemen milik nya maupun milik glo bahkan yang semula meracuni pikiran teman teman nya untuk menonton vidio dewasa itu adalah glo sendiri.


"Apa mau gue servis kembali otak lo." Michel yang berusaha untuk mengingat kan glo.


"Dasarrr lo mesum." Glo yang paham dengan perkataan Michel mencaci Michel lagi.


"Bukan nya lo dulu yang memulai meracuni akal teman mu ini yang masih polos dan suci ini."


"Dulu gue khilaf, Sorry." Glo yang membalas basa basi Michel dengan terpaksa, Seketika pipi nya memerah karena merasa malu dengan kelakuan bejat nya dulu.


"Nah maka dari itu, ilmu yang lo dapat kan teory teory yang masuk ke dalam otak lo itu, Harap lo praktek kan nanti."


"Gila lo aneh... Ogah gue malu" Glo yang memalingkan muka nya karena perkataan Michel.


"Gue udah lupa teory teory yang udah gue serap dulu." Glo yang merasa kesal karena Michel yang mengingat kan kelakuan bejat ya.


"Kalau lo lupa, Nih gue kirim! Di hafal kan lagi ya nak."

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like ya kak.


__ADS_2