Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Pertengkaran


__ADS_3

Glo yang terjatuh karena di dorong oleh seseorang langsung mendongak kan kepala ke atas, "Dasar jalang... Tidak tahu diri." Sarkah orang itu yang langsung menarik dagu glo dengan kasar.


Mira yang melihat glo tersungkur ke lantai tersenyum puas, Sementara bela yang saat ini menemani mira. Menginjak kaki glo menggunakan heels yang ia pakai sehingga membuat telapak kaki glo mengeluarkan darah segar.


"Ini akibat nya kalau Lo mengganggu cowok sahabat gue." Ujar bela setelah menginjak kaki glo dengan kasar.


Glo hanya menahan rasa sakit, Ia berdiri menatap Mira dan bela secara bergantian. "Bukan kah kalian berdua yang jalang."Ejek glo dengan tatapan sinis nya.


"Perebut laki orang, Tidak tau mau... Dan satu lagi PELACUR." Ucap Glo kembali, Dengan Menekan kata pelacur.


Mira Yang tidak terima dengan ejekkan glo, Menyambar rambut glo dengan kasar. Sementara glo yang juga tidak terima dengan perlakuan mira membalas perbuat mira dan terjadilah aksi saling jambak jambak kan antara glo dan mira.


"Auhhh..." Rintih glo menahan sakit nya.


"Dasar Perebut laki orang. Auhhh." Ucap mira yang menjambak rambut glo dengan kasar.


Bela yang melihat mira merasa kesakitan, Membantu menjambak glo. Glo yang merasa lengah karena jambakkan dari bela menarik rambut ke dua nya secara bergantian...


"Apa apa an ini." Teriak michel yang baru datang ke apartemen glo, Michel yang melihat glo di serang oleh dua orang wanita. Menarik rambut salah satu wanita yang menyerang glo. Yaitu bela.


Bela yang mendapat serangan dadakan dari belakang, Membalas dengan menjambak wanita yang menarik nya tadi yaitu michel. "Berani berani nya ya lo nyerang temen gue, Pakai dua lawan satu kali." Michel yang kesal menarik rambut bela dengan kasar sehingga membuat bela merintih kesakitan.


"Teman lo itu yang salah, Jangan jangan lo juga temen jalang nya dia." Ucap bela asal menahan sakit nya di kepala akibat jambakan dari bela.


Lisa dan Lyra yang juga baru Datang bersama, Mendengar bunyi teriakan yang berasal dari apartemen teman nya itu. Berlari kecil melihat apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.


"Yaampun." Teriak Lyra dan lisa secara bersamaan, Mereka berdua berusaha melerai pertengkaran antara mereka berdua.


Lisa mencoba melerai antara michel dan bela, Sementara lyra mencoba melerai pertengkaran antara glo dan mira.


"He kalian berdua kenapa ini... Auhhh." Lisa yang rambut nya ke jambak oleh bela membalas menjambak rambut bela. Dan terjadilah pertengkaran lagi antara michel,lisa,melawan bela.


"He berani nya lo keroyokan ya, Kalau mau satu satu kali." Teriak bela tidak terima. Karena lisa dan Michel menjambak nya secara bersama sama.

__ADS_1


Lyra yang mencoba melerai mira dan glo, Di buat bingung harus menahan siapa karena perbuatan mira yang super bar bar di tambah glo yang masih terus menerus melawan mira.


Buggg.


Mira yang tadi ingin memukul pipi glo, Seketika pukulan itu mengenai perut Lyra. Menbuat lyra merintih kesakitan.


"Auhhh! Sakit... Sakit..." Rintih Lyra menahan sakit nya, Mendengar Rintihan lyra. Glo Langsung menghentikan perbuatan nya.


Mira yang juga Mendengar nya menarik tangan bela untuk keluar dari apartemen glo, "Ikut aku..."


Lisa dan Michel pun juga ikut menghentikan aksinya dan langsung mendekat ke arah Lyra, "Sakit..." Rintih Lyra lagi, Melihat wajah Lyra semakin memucat. Glo menyuruh salah satu teman nya itu untuk menghubungi dokter.


Bugggg...


Lyra yang tidak kuat menahan tubuh nya, Membuat penglihatannya terasa petang dan seketika tubuh nya ambruk tidak sadar kan diri, Glo yang berada di samping Lyra berusaha menahan tubuh Lyra agar tidak terjatuh di lantai.


Michel yang mendapat perintah dari glo, Segera merogoh ponsel nya di dalam tas untuk menghubungi dokter. Sementara lisa membantu glo untuk membopong tubuh Lyra ke dalam apartemen glo.


10 menit kemudian.


"Gimana dok ke adaan teman saya." Tanya glo yang melihat dokter sudah selesai memeriksa tubuh Lyra.


"Saya sudah memberikan nya suntikan penghilang rasa sakit, Mungkin segera lagi ia akan sadar." Jawab dokter ramah.


"Syukurlah." Ucap Michel, Lisa dan glo secara bersamaan.


"Janin nya sangan lemah, Hingga membuat ibu nya ikut merasa kelelahan." Imbuh dokter lagi.


Glo yang belum paham dengan perkataan dokter mengernyitkan dahi nya, "Janin... Apa teman saya hamil dok." Glo yang menanyakan kembali kepada dokter, Membuat lisa dan michel membelalak kan matanya.


"Apa kalian belum mengetahui nya."


"Kita sudah tahu." Jawab lisa dan Michel bersamaan.

__ADS_1


"Kap..." Ucapan glo berhenti karena lisa menginjak kaki glo, Membuat nya hanya terdiam sambil menahan sakit.


"Awas ya kalian berdua."


Dokter itu pun hanya mengangguk, Dan mulai menjelaskan kembali kepada glo dan ke dua teman nya.


Setelah selesai dengan pembahasan tentang ke adaan Lyra, Dengan senang hati Michel mengantar kan dokter untuk keluar apartemen. Karena hanya dirinya lah yang tidak menganggap penjelasan dokter tadi. Gara gara ingin menjelaskan segera kepada glo.


"Apa maksud kalian, Merahasiakan hal sebesar ini kepada gue." Tanya glo dengan nada emosi kepada lisa dan Michel.


"Siapa yang melakukan hal itu kepada Lyra."


Lisa dan Michel yang menghadapi amarah glo merasa takut mereka hanya saling menatap satu sama lain.


"Gus tanya kenapa kalian diam saja, Pasti ada hubungan nya dengan kalian berdua." Tanya glo lagi menambah volume suara nya, Membuat lisa dan michel semakin berdebar debar.


Lisa juga tidak mungkin menjelaskan kepada glo, Kejadian yang menimpa Lyra itu terjadi di sebuah klub. Dirinya takut kalau glo akan menyalahkan nya dan michel akibat kecerobohan nya yang tidak bisa menjaga satu sama lain.


Michel yang merasa glo sangat emosi, Mulai membuka mulut nya dan menjelaskan satu persatu kejadian yang di alami lyra. Hingga membuat Lyra seperti ini.


Michel pun juga memberi tahu kepada glo bahwa Lyra akan menikah dengan orang yang berbeda di waktu dekat ini Karena ingin membuat ke dua orang tua nya merasa bahagia.


Lyra yang sudah sadar Mendengar pelan suara michel tentang diri nya, Membuka matanya pelan.


Melihat Lyra yang sudah sadar, Glo pun langsung memeluk tubuh Lyra erat. Merasa bersalah Karena tidak bisa Menemani sahabat nya di saat sedang terjatuh.


"Maaf..." Ucap glo dengan tulus.


Dengan pelan Lyra melepas pelukan glo, "Sudahlah, Jangan merasa bersalah. Aku sudah melupakan nya semua dan ingin membuka lembaran baru lagi." Jelas Lyra dengan senyum mengembang di bibir nya berusaha menahan tangis nya.


"Apa kamu yakin." Tanya glo, Yang sudah Mendengar cerita lyra dari mulut michel.


Lyra pun hanya mengangguk, Mendapati pertanyaan glo. Siap tidak siap diri nya harus tetap siap dalam menjalani hidup nya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen nya....😃


__ADS_2