Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Jatuh


__ADS_3

"Glo Sehat terus ya." Ucap nisa memulai pembicaraan nya pada glory.


"Iya jangan sakit lagi, Masa lo gak kasian sama kita bertiga glo." Lyra menimpali ucapan michel.


"Glo jangan sakit ya biar bisa main ke klub bareng kita." Michle Dengan babar nya berkata pada glory, Lyra yang menyadari perkataan michel menendang kaki michel dengan keras.


"Aduuh." Gerutu michel pelan menatap Lyra.


Sementara glory melototkan matanya pada michel, Andrew pun menatap michel dengan tatapan tajam nya.


"Udah... Kalian ayuk makan." Gisella yang melihat Andrew dengan tatapan tajam nya kepada michel mencoba untuk menenangkan suasana.


Lalu mereka ber tiga menarik kursi masing masing di meja bundar yang sudah di siapkan oleh gisella dan jovi,Michel yang terlihat merasa canggung karena ucapan nya sendiri berusaha untuk terlihat tenang.


"Mampus gue nanti... Bisa di hajar gue sama Glo." Gerutu michel dalam hati.


Lalu mereka semua nya melanjutkan makanan nya dengan suasana tenang, Setelah selesai makan Andrew dan jerry berangkat kembali ke kantor, Jovi dan gisella berpamitan kepada glo untuk pulang ke rumah masing masing dan ke tiga teman Glo memilih berbincang sebentar di rumah baru glory.


"Mama Andrew kembali ke kantor dulu ya." Pamit Andrew kepada gisella dan jovi.


"Baiklah." Gisella dan jovi pun mengizinkan Andrew untuk pergi ke kantor mereka berdua menyadari posisi anak dan menantu nya sebagai pemimpin atau ceo di perusahaan hingga membuat nya sangat sibuk, Setelah mencium tangan jovi dan gisella bergantian Andrew pun menatap wajah Glo untuk berpamitan juga pada istrinya.


"Sayang... Aku kembali ke kantor ya jaga dirimu baik baik di rumah." Andrew yang duduk jongkok lalu mencium pucuk kepala glory.


"Jangan malam malam pulang nya." Ucap glory sedikit manja pada Andrew.


Melihat perlakuan Andrew pada glo membuat sahabat glory tampak iri.


"Glo lo beruntung banget sih, Udah ganteng kaya lagi." Ucap lyra sambil menatap glo.


"Baiklah..." Setelah itu Andrew keluar dari rumah nya yang bak istana itu bersama jerry yang juga sudah berpamitan, Jerry berjalan di belakang Andrew lalu masuk ke mobil bersama.


Gisella dan jovi yang juga selesai makan berpamitan kepada glo untuk pulang juga, Glo pun mengangguk mengizinkan ke mama nya dan mertua nya pulang.

__ADS_1


"Sayang Mama pulang dulu... ingat jangan sampai telat makan." Ucap gisella sebelum pulang Setelah itu bergantian kepada jovi.


"Ingat... Jangan sampai telat makan. Mama akan mengunjungimu satu minggu sekali." Jovi yang juga mengingatkan kepada menantu ke sayangan nya setelah itu pergi menemui assisten rumah tangga nya untuk menitipkan glory.


Jovi mengumpulkan ke 5 assisten Rumah tangga untuk berpesan agar selalu menjaga glory dengan baik ke empat pelayan itu mengangguk paham terkecuali novi yang juga pelayan yang termuda sendiri hanya tersenyum licik, Setelah itu Jovi dan Gisella keluar dari rumah Andrew menuju mobil untuk pulang Setelah mobil yang di tumpangi Gisella dan Jovi keluar halaman, Glory dan ke tiga teman nya masuk ke dalam rumah untuk melihat lihat ruangan yang ada di rumah nya.


"Maaf glo gue tadi salah ngomong." Michel yang merasa bersalah merutuki dirinya sendiri dan meminta maaf kepada glory.


Glory lalu balik menatap michel.


"Gue marah Sama ucapan Lo tadi." Jawab glory sambil melipat ke dua tangan nya di dada nya dan mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.


Lyra dan Nisa hanya tertawa melihat tingkah laku glory yang seperti anak kecil.


"Glo sejak kapan Lo berubah jadi alay gini."Ucap michel sambil mengernyitkan dahinya menatap glory.


Glo pun tidak menjawab michel, mereka ber tiga berjalan menuju tempat duduk santai sambil mendorong kursi roda glory yang berada di samping kolam renang, Setelah sedikit lama berbincang bincang teman teman glo berpamitan untuk pulang.


"Gue pulang dulu ya glo." Lyra berpamitan.


"Lo udah punya suami kali glo." Nisa yang memberi alasan kepada glory, Glory pun terpaksa mengizinkan ke tiga teman nya untuk pulang.


"Ya udah hati hati, Sorry yang gak bisa antar sampai depan rumah."


"Gak santai aja." Mereka berdua pun saling menautkan pipi secara bergantian, Setelah itu berjalan ke luar rumah di antar oleh salah satu pelayan.


Glo yang menatap punggung ke tiga teman sudah menghilang, Membalikkan kursi rodanya menatap kolam renang yang yang sangat luas tersebut.


Seketika air mata Glory menetes di keheningan tempat itu, Seakan akan memori semasa kecil nya kembali ber putar di ingatan nya.


Glory yang semasa kecilnya hingga beranjak dewasa merupakan anak yang sangat bandel dan pembangkang kepada papa nya, Setiap kata kata yang keluar dari mulut papa nya selalu dirinya lawan.


"Pa... maaf pin glory pa... Hiks Hiks Hiks glory belum bisa jadi anak yang baik."Air mata Glory pun menetes juga.

__ADS_1


Kursi roda yang di tumpangi glory seketika berjalan sendiri seakan akan ada yang mendorong nya dari belakang, Glory pun berusaha untuk memegangi roda nya tapi tidak juga berhenti.


"Gimana ini."


Bluuuur....


*••••••••*


Andrew yang baru sampi di perusahaan nya berjalan menuju ruangan nya, Beberapa hari tidak datang ke kantor nya. Membuat Andrew harus mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa di kerjakan di rumah.


Semua para karyawan yang berada di perusahaan, Yang melihat kedatangan bos muda nya tersembunyi ramah. Andrew pun masuk ke dalam ruangan dan langsung duduk di kursi kebesaran nya yang sudah di susul oleh Jerry di belakang.


"Nanti malam kita ada meeting dengan perusahaan Greenland." Ucap Jerry mengingat kan.


"Nanti Lo aja yang handel meeting itu."Jawab Andrew pada Jerry.


"Tapi Mr.Crop menginginkan Lo yang menemui nya nanti."


"Bilang saja gue lagi sibuk dengan urusan lainnya."


"Yaudah." Ucap Jerry pasrah lalu keluar dari ruangan Andrew.


"Jer laporan dari perusahaan Greenland ketinggalan di ruangan kerja yang ada di rumah, Tolong Lo ambilin ya" Suruh Andrew kepada Jerry yang masih memegang gagang pintu ruangan Andrew.


Jerry pun menghembuskan nafas kasar.


"Baiklah..." Lalu berjalan ke luar ruangan Andrew.


"Ngerepotin Mulu Lo ndrew."gerutu Jerry yang Berjalan keluar menuju mobilnya.


Sementara Andrew kembali melanjutkan kegiatan nya dengan laptop nya.


Jerry pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah Andrew, Setelah sampai di rumah Andrew. Jerry langsung memakirkan mobil nya di halaman rumah Andrew Setelah itu berjalan masuk ke dalam.

__ADS_1


Semoga alur ceritanya gak membosankan ya dan semoga kalian suka.


__ADS_2