Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Amarah


__ADS_3

"Apa lo sudah waras." Andrew yang mendengar ucapan max hanya tersenyum. "Dasar aneh." Umpat andrew pada max yang kembali menjatuhkan tubuh di atas sofa.


"Gue di mana ini." Andrew yang bertanya kepada max.


"Tenang aja, Lo sekarang di apartemen gue." Jawab max seraya menjatuh kan tubuh nya atas sofa bersebalahan dengan andrew.


"Antar gue pulang sekarang." Andrew yang merasa tidak enak badan menyuruh max untuk mengantarkan nya, Dengan pasrah Nya max pun ikut berdiri membelakangi andrew menuju parkiran mobil untuk mengantarkan andrew pulang.


Di perjalanan max di buat bingung oleh intruksi arahan yang di tunjukkan andrew padanya, "Ndrew... Arah apartemen lo kan bukan ke sini, Kenapa lo nyuruh gue belok." Protes max pada Andrew. " Lo masih mabuk ya." Imbuh nya kembali.


Andrew yang mendengar ocehan max, Menghembuskan nafas kesal.


"Lo bisa diam gak, Nanti lo juga bakal tau sendiri." Gertak andrew pada max, Mendengar amarah dari andrew max pun hanya menelan saliva kasar.


"Dasar es batu." Batin max mengatai andrew.


Sesampai di sebuah bangunan rumah yang tampak mewah, Andrew pun menyuruh max untuk memasukkan mobil nya ke dalam.


Glo yang sedari tadi bermain ponsel sambil menikmati teh serta cemilan yang di buat kan oleh mama nya, Mendengar suara mesin mobil suami mendorong kursi roda nya menuju luar rumah untuk menyambut kedatangan suami nya.


"Mampir dulu, Ini rumah mertua gue." Ucap andrew pada max kemudian mulai turun dari dalam mobil.


Max yang mendengar kata kata mertua yang keluar dari mulut andrew, Mulai di buat bingung dengan ucapan andrew.


" Mertua... Sejak kapan dia menikah." Batim max.


Andrew yang melihat glo menyambut nya, Tersenyum. " Sayang..." Sapa andrew pada istri nya sambil mencium bibir istri nya.


Glo pun juga tak sungkan sungkan membalas ciuman suami nya tersebut, Max yang melihat adegan suami istri tersebut Menghembuskan nafas kesal.


"Kenapa tidak di dalam saja" Ucap max dengan raut wajah kesal nya kemudian ikut turun dari mobil.

__ADS_1


"Hem." Deheman max membuat andrew dan glo saling melepaskan bibir nya, Andrew pun menatap max sedikit kesal. Sedangkan glo menatap max dengan raut wajah ketakutan.


Deg


" Ternyata dia istri sahabat gue sendiri. " Batin max menatap glo.


"Sayang kenalin ini teman mas." Andrew yang memperkenalkan max pada istri nya glo, Glo yang melihat wajah max sangat merasa ketakutan.


"Sayang kamu Kenapa."Tanya andrew pada istri nya, Max yang merasa bersalah mulai menjelaskan nya kepada sahabat nya tersebut, Dirinya tidak ingin terjadi salah paham di antara ia dan teman nya yang sudah ia kenal sejak kecil.


Bugh...


"Apa lo sudah gila." Andrew yang mulai tersulut emosi oleh penjelasan yang di ucapan max pada dirinya, Max pun dengan pasrah menerima bogeman dari andrew.


Satu pukulan dari tangan andrew mengenai bibir max, Hingga membuat bibir max sedikit sobek dan mengeluarkan darah segar.


"Ndrew maaf... Gue Juga tidak tahu kalau dia istri lo." Max yang mencoba menyela perbuatan andrew agar andrew menghentikan pukulan nya, Andrew yang mendengar ucapan max malah semakin memukul wajah max dengan keras.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


"Ndrew lo tenang saja, Aku juga belum menganboxing istri mu." Jawab max jujur, Glo merasa kasihan dengan max, Berusaha menghentikan perbuatan suami nya agar tidak terus menerus menghantam max.


"Mas hentikan, Dia sudah mengakui kesalahan nya jadi hentikan." Bentak glo pada Andrew, Andrew yang merasa belum puas masih terus menerus membogem wajah max.


"Pak sudah pak." Ucap satpam yang baru datang berusaha melerai majikan nya.


"Ndrew sudah Ndrew, Lo Jangan gila Ndrew dia itu sahabat lo." Jerry yang baru datang di rumah mertua glo untuk meminta tanda tangan dari andrew, Melihat pertengkaran antara Andrew dan max berusaha untuk melerai mereka berdua.

__ADS_1


"Yang nama nya sahabat tidak mungkin berbuat Seperti itu kepada sahabat nya sendiri." Jerry pun berusaha memegangi tubuh andrew agar tidak terus menerus memukul wajah max,Kemudian satpam yang melihat max terkulai lemas dengan luka lebam di bagian wajah nya. Membantu max untuk berdiri Kemudian mengatarkan nya menuju rumah sakit.


"Sial, Apa tujuana mu kemari." Tanya andrew dengan angkuh nya pada jerry sambil membenarkan kemeja nya.


"Sayang Jangan berlebihan Seperti itu, Bukan nya dia tadi sudah mengakui kesalahan nya." Glo pun membelai lengan andrew dengan lembut, Andrew yang melihat ketenangan dari wajah istri nya ikut merasa tenang.


"Tapi..."


"Sekarang kalian berdua masuk ke dalam tadi aku sama mama sudah menyiapkan makan." Ucapan andrew berhenti ketika glo meminta nya dan jerry untuk masuk ke dalam, Andrew dan jerry pun masuk dan menuju meja makan untuk mencicipi masakan istri nya dan mertua nya.


Gisela yang sedari tadi berkutik di dapur, Melihat penampilan menantu nya yang acak acak kan dan darah di kemaja putih nya merasa khawatir.


"Glo suami kamu kok bisa kayak gini habis ngapain." Tanya Gisela pada putri nya glo.


Glo yang paham isi kepala mamah nya, melihat bercak darah di kemeja suami adalah darah max.Menjawab pertanyaan mama nya berbohong, Tidak mungkin juga dirinya mengatakan bahwa suami nya beramtem dengan sahabat nya sendiri karena dirinya.


"Tadi karyawan mas andrew ada yang jatuh, Kemudian mas andrew membantu nya." Jawab glo Kemudian menyuruh andrew ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, Andrew pun Menurut Kemudian berjalan menuju kamar Glo untuk berganti pakaian. Gisela pun hanya mengangguk mendengar penjelasan dari putri nya.


*-------*


Lyra yang sudah berada di kamar nya, Masih terus menangis meratapi nasib nya. Melihat tanda merah di bagian tubuh nya Mengingatkan dirinya pada lelaki yang telah memaksa nya untuk berhubungan intim pada nya.


Lyra pun berlari menuju kamar mandi, Kemudian menyalakan shower dan menyiram kan air shower pada tubuh nya.


Dengan kasar nya lyra menggosok tubuh nya yang terdapat tanda merah akibat perbuatan max.


"Ini pasti hanya mimpi gak mungkin ini nyata, Aku mohon bangun nin diri ku dari mimpi yang menyedihkan ini Hiks Hiks Hiks." Teriak Lyra yang masih tidak terima dengan nasib nya sekarang. Melihat tanda merah yang tak kunjung hilang dari tubuh nya membuat lyra semakin kesal.


Dengan kasar Lyra melempar kan selang shower yang sudah membasahi tubuh ke tembok dengan keras. Kemudian menjatuh kan tubuh nya di atas lantai kamar mandi nya.


"Nggak mungkin ini pasti mimpi."

__ADS_1


Bersambung.


...Jangan lupa like dan komen nya ya semoga kalian suka....


__ADS_2