Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Gagal


__ADS_3

"Maaf sebelum nya, Melakukan tes dna saat berada di dalam kandungan itu akan mengakibatkan keguguran. Apa lagi usia kandungan ibu masih terlihat sangat lah muda." Dokter pun memberi kan penjelasan pada ke dua pasangan Yang saat ini berada di hadapan nya, Di lihat dari perut nya bahwa usia kandungan dari Wanita yang berada di hadapan nya masih terbilang sangat lah muda.


Seperti mendapat angin segar, Kali ini mira sudah bisa bernafas dengan lancar mendengar penjelasan dari Dokter.


Andrew yang mendengar penjelasan dari Dokter langsung memijat pelipis kepala, "Ndrew kamu dengar kan penjelasan dokter, Aku takut nanti kalau ada apa-apa dengan bayi kita." Bujuk Mira.


"Kalau Anda masih ingin melanjutkan tes dna silahkan, Tapi tunggu usia kandungan sudah memasuki enam atau tujuh bulan nanti... Karena di usia segitu Janin akan sedikit kuat untuk di lakukan tes dna." Jelas dokter kembali.


"Baik dok, Enam bulan lagi kita akan kesini kembali." Pamit Andrew yang langsung berdiri dari tempat duduk nya, Meninggalkan Mira yang masih bingung dengan pikirannya sendiri.


"Baik pak silahkan." Jawab dokter ramah. "Apa masih ada yang di tanyakan lagi." Tanya dokter tersebut, Yang masih melihat Mira duduk terdiam di kursi nya.


"Enggak, Ngak ada dok, Makasih."Mira yang mendapat pertanyaan dari Dokter tersentak kaget, Melihat Andrew yang sudah tidak ada di sampingnya membuat Mira semakin kesal. Diri nya langsung berdiri dari tempat duduk dan meninggal kan ruangan tersebut tanpa berpamitan kepada dokter, Dokter pun hanya menggeleng kan kepala Melihat sikap Mira yang seperti orang kebingungan.


Saat sudah keluar dari ruangan, Jerry Yang sudah menunggu Andrew di depan ruangan. Langsung melontarkan sederet pertanyaan kepada Andrew.


"Gimana lancar, Apa sudah di lakukan tes dna. Kalau begitu gimana hasil nya."


"Kita tunggu enam bulan lagi, Lalu kita akan kembali ke sini." Jawab Andrew dengan santay nya, Sambil memakai kaca mata hitam nya dan berjalan dengan gontai menuju mobil.


"Berikan dia uang... Suruh pulang sendiri." Perintah Andrew sebelum pergi dari hadapan jerry, Jerry pun mengangguk paham dan menunggu Mira keluar dari ruangan.


"Kemana andrew." Tanya mira yang baru keluar dari ruangan.


"Ahkirnya lo keluar juga." Jawab jerry dengan tatapan sinis nya. "Ini untuk mu." Imbuh nya kembali dengan menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Apa Maksud nya." Tanya mira yang belum paham dengan sikap jerry...


"Pulang lah sendiri, Gue sama andrew akan kembali lagi ke kantor." Melihat mira yang tidak menerima uang pemberiaan nya, Dirinya langsung meraih tangan mira lalu memberikan uang tersebut.

__ADS_1


Setelah tugas nya selesai, Jerry langsung pergi meninggal kan mira untuk menemui andrew.


"Jer...!" Panggil mira.


"Sorry... Gue gak punya waktu buat ngurusin lo." Ujar jerry dengan gaya sok cool nya dan berlalu meninggal kan mira.


Mira yang merasa di abaikan, Mengepal kan tangan. Apabila ini bukan tempat umum dengan segera di akan menggaruk garuk wajah assisten andrew itu. " Sial..." Geram mira.


"Kenapa... Kenapa gue harus sial Seperti ini." Mira yang sudah mulai kesal dengan perilaku jerry dan Andrew, Ingatan nya kembali dengan perkataan Dokter tadi. Yang membuat nafas nya kembali naik turun.


"Mira kamu harus ber fikir sekarang... Oh iya." Dengan segera mira mengambil ponsel di tas nya dan memasukkan uang yang di berikan jerry tadi ke dalam tas nya.


"Angkat donk... Angkat." Ucap mira Yang merasa begitu cemas, Entah siapa yang akan di hubungi kali ini hanya mira lah yang tau.


"gimana sih, Apa kalian sudah gak mau uang lagi." Dengus mira yang langsung berjalan ke luar rumah sakit untuk kembali pulang.


Di perjalanan...


Jerry yang berada di samping andrew, Melihat sikap Andrew hanya geleng geleng kepala. " Sudah... Berikan dia waktu untuk sendiri dulu." Saran jerry yang masih fokus mengemudikan mobil nya.


"Gue hanya takut kalau dia melakukan hal yang akan menyakitinnya." Ucap andrew dengan raut wajah panik nya, Mengingat yang sudah sudah waktu dulu.


"Tenanglah, Saat ini dirinya tengah hamil.... pasti nya dia tidak akan melakukan apa apa nanti nya." Jerry yang mencoba menenangkan sahabat nya itu, Andrew yang mendengar nasehat jerry hanya Mengangguk kan kepala.


*-------*


Di sebuah restoran yang terlihat tampak mewah, Ada seorang pria dan Wanita yang masih asyik berbincang masalah pernikahan nya. Siapa lagi kalau bukan roy dan lyra yang akan menyelenggarakan pernikahan minggu ini.


Lyra yang merasakan gundah di hati nya, Karena roy yang secara tiba tiba ingin meminang nya. Memilih mempertanyakan nya secara langsung dirinya tidak mau nanti nya akan ada masalah rumah tangga suatu hari nanti yang memojokkan dirinya.

__ADS_1


Meskipun ahkirnya itu juga akan terjadi menurut nya, Mulai hari ini lyra harus menyiapkan mental nya untuk menghadapi masalah yang akan timbul nanti nya.


Dengan ber pura pura merasa kuat Lyra memulai pembicaraan nya kali ini, Dirinya tidak mau bersikap lemah di hadapan pria yang akan menjadi suami nya nanti.


"Maaf Mengganggu waktu mu hari." Ucap Lyra berbasi basi, Karena dirinya yang memaksa roy untuk menemui nya kali ini.


"Santay saja, Aku akan memberi kan semua waktu ku untuk mu jika kamu mau." Entah mengapa kata kata roy kali ini benar benar meluluhkan hati nya.


Roy yang melihat pipi Lyra merona Karena ucapan nya merasa begitu gemas, Apa bila kali ini dirinya di izinkan untuk mencium nya mungkin akan ia lakukan saat ini.


"Apa dirimu menikahi ku Karena merasa kasih han dengan ku." Tanya mira to do point dan hanya di jawab oleh roy dengan senyuman. " Tenang saja... Karena diriku juga bisa hidup tampa harus menikah dengan mu." Imbuh nya kembali.


Mulut nya kali ini memang tidak sesuai dengan hati nya, Ucapan nya membuat hati nya merasa sakit sendiri. Mungkin hanya itu yang mampu ia katakan kali ini kepada pria di hadapan nya.


Dengan pelan roy meraih tangan Lyra, Mencoba untuk meyakinkan nya tentang perasaan Yang ia rasakan kali ini.


"Memang sebelum nya aku berfikir seperti itu, Tapi Entah mengapa diriku mulai ada ketertarikan dengan mu." Ucapan nya yang mulai berhenti. "Mungkin terdengar konyol bila di katakan cinta pada pandangan pertama tetapi memang itulah kenyaaan nya." Jelas roy kembali.


Kali ini Lyra tidak merasa gr terlebih dahulu, Karena Menurut nya lelaki itu sama. Dia akan baik di awal nya dan akan berubah Setelah dirinya mendapatkan nya nanti.


Seakan akan sudah merasa paham dengan apa yang ada di pikiran Lyra, Roy kembali melanjutkan kan Ucapan nya lagi.


"Tenanglah lah aku akan menganggap bayi yang berada di kandungan mu itu adalah darah daging ku sendiri." Ucap roy sungguh sungguh, Membuat Lyra tampak memaksakan senyuman kepada roy.


di tangah tengah perbicangan mereka, Max yang baru Datang di restoran tersebut untuk menemui klien nya. Sekilas melihat kakak tengah bersama dengan seorang wanita.


Karena Wanita itu membelakangi dirinya dan terbataskan oleh dua meja membuat max hanya menebak nebak siapa wanita yang bersama kakak nya itu.


"Mungkin itu calon istri kak roy."

__ADS_1


Batin max yang sudah hafal dengan sikap kakak nya, Yang jarang sekali bersama seorang wanita. Max yang sedikit mendengar kata bayi dan darah daging merasa kepo dengan apa yang di bicara kan oleh kakak nya.


Bersambung....


__ADS_2