
Di dalam ruangan Glory seketika air mata Andrew menetes.
"Maaf kan aku sayang... Karena tidak mempercayai mu, Semua tidak akan seperti ini apa bila diriku mempercayai mu." Dengan pelan Andrew mengusap air matanya.
"Aku janji akan Selalu percaya dengan mu... Tapi sadar lah sayang! Ingat kamu boleh memukul ku kamu boleh menendangku." Ricau Andrew menyesali perbuatan nya sambil memukul mukul wajah nya sendiri tidak jelas.
Air mata yang di tahan oleh Andrew menetes di tangan glo, Seketika Glory menggerak kan jari jari nya. Andrew yang menyadari pergerakkan tangan glory segera menghapus air mata nya kasar Setelah itu memencet tombol merah yang ada di di samping ranjang glory. Dalam hitungan menit dokter pun datang untuk memeriksa ke adaan glory.
"Dok tadi saya Melihat tangan istri saya bergerak." Ucap glory kepada dokter.
"Saya akan memeriksa pak. Mohon Anda keluar dulu dari ruangan." Andrew pun keluar dari ruangan Glory dengan langkah nya Yang begitu berat.
Jerry dan ke tiga sahabat glory ( Michel, Lyra dan Nisa) Mereka dengan setia menemani Andrew di rumah sakit dan Glory sampai sadar kan diri.
"Gimana dengan ke adaan glory nak." Tanya dewa papa Andrew yang melihat Andrew Keluar dari ruangan nya.
Jerry yang melihat Andrew tampak lusuh dengan penampilan acak acak kan merasa prihatin, Dirinya baru pertama kali melihat penampilan Andrew seperti ini.karena biasa nya Andrew selalu berpenampilan cool dan juga sangat rapi.
"apakah dia sangat sangat merindukan kehadiran glory." Batin Jerry dalam hati.
"Tadi dia sudah menggerak kan tangan nya pa." Jawab Andrew lalu berjalan duduk di kursi.
"Papa sebaiknya pulang... udah ada Jerry lagian di sini." Imbuh Andrew lagi yang tidak tega melihat papa nya yang sudah tua harus menemaninya di saat seperti ini.
"Sebaiknya papa dewa pulang saja... dengan senang hati saya akan menemani adik Andrew disini! Iya kan dik." Jerry yang membenarkan ucapan Andrew berusaha menghibur Andrew. Jerry merupakan anak dari ader yang dulu merupakan assisten pribadi dewa, Dewa memilih Jerry menjadi assisten pribadi Andrew karena Andrew dan jerry merupakan sahabat dari kecil. Jerry yang usianya lebih tua dari Andrew menganggap Andrew sebagai adik karena usia mereka hanya berbeda 1 tahun lebih tua Jerry.
Sementara Andrew yang dari dulu di anggap oleh Jerry sebagai adik hanya bersikap cuek kepada Jerry. Andrew yang mendengar jawaban Jerry menatap Jerry sekilas.
"Baiklah kalau begitu... Papa akan pulang." Ucap dewa cuek dan langsung pergi.
__ADS_1
Ke tiga sahabat glory yang meliht ke adaan Andrew suami sahabat nya tersebut hanya saling menatap satu sama lain, Dia juga merasa tidak tega dengan Andrew. Karena di saat glory mengalami koma Andrew menjadi sangat tidak ter urus. Andrew yang juga menyesali perbuatan nya dengan setia menemani glory yang berada di rumah sakit.
"Kasihan kak Andrew ya! Seperti nya begitu Merasa kan kehilangan." Ucap Nisa pelan sambil menatap ke arah Andrew.
"Pasti nya... Kita aja yang sahabat Merasa kehilangan glory! Apa lagi suami nya..." Jawab Lyra kepada Nisa.
"Kalian ini ngomongin apa sih... Jangan bikin ulah ini rumah." Tegur michel kepada dua sahabat nya, Melihat Dokter yang keluar dari ruangan Glory semua orang pun berdiri menuju ke arah dokter, Begitu juga dengan Andrew yang sangat ingin tahu dengan ke adaan istrinya.
"Pak pasien sudah banyak mengalami peningkatan! Kalian bisa masuk ke ruangan bersama tapi ingat jangan terlalu membuat ke gaduhan di dalam." Jelas dokter kepada Andrew dan beberapa orang di luar ruangan Glory.
Mendengar ada banyak perubahan dalam diri glory semua orang yang berada di luar ruangan tersebut tersenyum bahagia, Setelah selesai memberikan penjelasan dokter tersebut kembali menjalan kan tugas nya untuk menangani pasien lain nya....
3 Hari Kemudian....
Pagi hari di rumah sakit,Andrew yang selalu setia menemani glory di sisi ranjang glory.berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Sayang aku mandi dulu ya..." Ucap Andrew sambil mengecup dahi istrinya.
"Lihat pa betapa sayang nya menantu papa dengan putri kita."Ucap Gisella mendekat diri kepada Andrew.
Andrew yang mengetahui ke hadiran mertua nya mencium punggung tangan mertua nya.
"Terima kasih sudah selalu menemani putri saya..." Ucap Gisella sambil mengusap air matanya.
"Mama tidak perlu berterima kasih ini memang tugas Andrew." Jawab Andrew Gisella pun tersenyum melihat ketulusan cinta menantu nya kepada anak nya.
Setelah menyapa Gisella Andrew berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Tiga teman glory yang selalu menyempatkan waktunya untuk menjenguk sahabat nya pun datang menyapa Gisella mama glory.
"Tante..." Sapa Nisa mencium punggung tangan Gisella lalu berganti dengan michel dan Lyra.
__ADS_1
Gisella pun tersenyum melihat ke tiga sahabat glory.Setelah itu menatap kembali putri nya yang tidak berdaya di atas ranjang dengan peralatan medis.
"Sayang! Bangun jangan tidur terus... Mama kangen sama kamu." Ucap Gisella Menetes air mata nya.
Andrew yang baru selesai mandi mendengar isakan dari mertua nya mendekat. Telinga glory yang mendengar suara isakan berusaha untuk membuka mata nya pelan...
Michel teman glory yang melihat glory membuka matanya menatap glory.
"Tante...! Glo membuka mata nya Tante."
Michel yang melihat glory berusaha membuka matanya.
"Glooo ini mama nak..." Gisella yang sadar dengan teriakan michel berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata nya...
Glo yang sudah membuka matanya lebar dan sadar berusaha mengangkat tubuhnya untuk berdiri tapi karena ke adaan tubuhnya yang sangat lemah membuat nya terjatuh kembali di atas ranjang.
Andrew paham mendekat kan tubuhnya kepada glory lalu Mencium tangan glory. Glo yang melihat Andrew mencium tangannya menangis.
"Sayang maaf pin aku..." Ucap Andrew membujuk glory seketika pinggir matanya mengeluarkan air mata dengan segera Andrew langsung menguasap nya.
Glory menatap Andrew dan Mama nya bergantian dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir.
"Ma...!" Ucap glory pertama kali lalu melepaskan tangan nya dari tangan Andrew, Ke tiga sahabat glory yang melihat glory melepaskan tangan Andrew saling menatap.
"Iya sayang ada apa." Jawab Gisella yang berusaha menahan air matanya agar tidak menangis, Andrew yang merasa di abaikan oleh glory hanya bersikap diam.
"Aku mau sama papa Mama aja... Hiks Hiks Hiks Aku gak mau jauh dari papa dan mama..." Seketika tangis glory pecah di ruangan tersebut...
Glory berusaha memohon pada Gisella mama nya Dirinya terus menarik narik tangan Gisella...
__ADS_1
"Kalau mama gak mau sama glory... aku sama papa aja...! Glory udah berubah kok ma glory gak kayak dulu lagi Hiks Hiks Hiks... Papa ke mana..." Glory menatap ke tiga sahabat bergantian. Andrew yang merasa di abaikan oleh glory mengusap wajah nya kasar.